Masalah di Brasil Jadi Alarm, Pecco Bagnaia Minta MotoGP Wajibkan Uji Coba di Sirkuit Baru

Francesco Bagnaia desak uji coba wajib di sirkuit baru usai masalah di MotoGP Brasil lalu.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 28 Maret 2026, 06:30 WIB
Pembalap MotoGP Italia dari tim Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia, minum di dalam garasi timnya selama hari kedua tes pramusim MotoGP 2026 di Sirkuit Internasional Sepang di Sepang pada 4 Februari 2026. (Mohd Rasfan/AFP)

Bola.com, Jakarta - Francesco Bagnaia meminta penyelenggara MotoGP untuk mempertimbangkan penerapan sesi uji coba wajib sebelum balapan digelar di sirkuit baru.

Seruan itu muncul setelah balapan MotoGP di Brasil akhir pekan lalu diwarnai berbagai kendala teknis sepanjang tiga hari penyelenggaraan.

Advertisement

Masalah utama berasal dari kondisi lintasan yang akhirnya memaksa balapan utama dipangkas delapan lap akibat penurunan kualitas permukaan aspal.

Kendati pekerjaan perbaikan lintasan disebut telah memenuhi standar FIM, insiden tersebut memunculkan pertanyaan soal ketatnya proses sertifikasi sirkuit.

Menurut Bagnaia, satu-satunya cara untuk benar-benar menguji kesiapan lintasan adalah dengan menggelar sesi uji coba menggunakan motor MotoGP itu sendiri.

"Saya pikir ke depan kita harus benar-benar memiliki kesempatan untuk melakukan uji coba sebelum balapan sehingga kita bisa mengidentifikasi masalah apa pun," kata Bagnaia.


Motor Produksi Dinilai Tak Cukup

Para pembalap berkompetisi selama sprint MotoGP Grand Prix Brasil di sirkuit internasional Ayrton Senna di Goiania, negara bagian Goias, Brasil, pada 21 Maret 2026. (EVARISTO SA/AFP)

Sebelum balapan MotoGP di Brasil, lintasan sebenarnya sudah diuji menggunakan motor produksi massal. Namun, Bagnaia menilai metode tersebut tidak cukup untuk mengungkap potensi masalah.

"Kalau Anda mengendarai motor produksi di sebuah lintasan, Anda tidak bisa melihat batas maksimalnya. Saya rasa ini perubahan yang perlu dilakukan," ujarnya.

Musim depan, dua sirkuit baru dijadwalkan masuk kalender MotoGP, yakni di Buenos Aires dan Adelaide.

Namun, Bagnaia mengakui bahwa menyisipkan sesi uji coba tambahan, terutama di luar Eropa, bukan hal mudah dari sisi logistik dan biaya.


Solusi dari Bagnaia

Pembalap Ducati Lenovo Team, Pecco Bagnaia (c) Ducati Corse

Meski begitu, ia menawarkan solusi dengan memanfaatkan pembalap penguji tim pabrikan.

"Bagi saya, pembalap penguji sudah cukup," kata Bagnaia.

Ia mencontohkan pengalaman uji coba di Indonesia pada 2022.

"Ketika kami bisa melakukan uji coba di Indonesia, itu sangat bagus karena kami bisa mencoba ban. Kami menyadari ban tersebut belum sempurna dan akhirnya diganti untuk balapan," ungkapnya.

"Memang tidak semua pembalap penguji memaksimalkan motor hingga batasnya, tetapi itu tetap lebih baik daripada tidak sama sekali," imbuh rider asal Italia itu.

 

Sumber: Crash

Berita Terkait