Timnas Indonesia Kalah dari Bulgaria di Final FIFA Series, Erick Thohir: Harus Akui Lawan Bukan Tim Kaleng-Kaleng

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir usai pertandingan tak terlalu kecewa dengan hasil yang didapat Timnas Indonesia dengan duduk sebagai runner-up FIFA Series.

BolaCom | Vincentius AtmajaDiterbitkan 31 Maret 2026, 04:30 WIB
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir (tengah kanan) mengalungkan medali runner up untuk pemain Timnas Indonesia, Beckham Putra setelah final FIFA Series 2026 melawan Bulgaria di tadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (30/03/2026). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Jakarta - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir usai pertandingan tak terlalu kecewa dengan hasil yang didapat Timnas Indonesia dengan duduk sebagai runner-up FIFA Series.

Timnas Indonesia kalah tipis 0-1 dari Bulgaria dalam partai final FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (30/3/2026) malam WIB.

Advertisement

Gol kemenangan Bulgaria dicetak oleh Marin Petkov pada menit ke-38, melalui sepakan 12 pas. Dengan hasil ini, skuad Garuda harus puas menjadi runner-up FIFA Series 2026. 

Cukup menarik melihat permainan yang ditunjukkan Timnas Indonesia. Secara statistik keseluruhan, pasukan John Herdman bermain lebih banyak menyerang ketimbang Bulgaria.

Terlepas dari kekalahan yang ditentukan melalui titik putih, Timnas Indonesia cukup impresif selama 90 menit meladeni Bulgaria. Justru Bulgaria lebih banyak tertekan, meski memperagakan permainan efektif dalam lebih banyak menunggu untuk melancarkan serangan balik.

 


Bisa Belajar dari Bulgaria

Hingga akhir pertandingan skor tidak berubah. Tampak dalam foto, ekspresi pemain Timnas Indonesia, Eliano Reijnders, Joey Pelupessy dan Justin Hubner (kiri ke kanan) usai laga final FIFA Series 2026 melawan Bulgaria di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (30/3/2026) malam WIB. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Erick Thohir mengatakan Timnas Indonesia bisa belajar banyak dari Bulgaria yang bermain lebih efektif dan punya mental juara. 

"Permainan sudah cukup berkelas, Bulgaria bukan tim kaleng-kaleng, semifinalis Piala Dunia 1994. Memang kesempatan yang bagus untuk meningkatkan kualitas Timnas Indonesia," tutur Erick Thohir.

 


Agenda Selanjutnya

Pergantian ini meningkatkan intensitas serangan tim racikan pelatih John Herdman. Bulgaria memilih bertahan rapat dan memaksa Timnas Indonesia bermain melebar. Tampak dalam foto, pemain Timnas Indonesia, Ragnar Oratmangun (kanan) berebut bola dengan Martin Georgiev (Bulgaria) pada laga final FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (30/3/2026) malam WIB. (Bola.com/Abdul Aziz)

Dua pertandingan terkini yang telah dilakoni menandai era pelatih baru John Herdman yang ditunjuk sejak Januari lalu. Pelatih asal Inggris itu berhasil menorehkan hasil yang cukup positif, dengan membawa Indonesia menggasak St. Kitts and Nevis (4-0), meski kemudian kalah 0-1 dari Bulgaria.

Setelah ini, seluruh penggawa Timnas Indonesia akan kembali berpencar ke klub masing-masing. Terdekat adalah di bulan Juni 2026, menjadi agenda FIFA Matchday berikutnya.

"Di FIFA Series ini pelatih John Herdman berhasil melakukan transformasi tim. Selanjutnya perlu berdiskusi dengan BTN, terutama tim pelatih seperti apa rencana kerja selanjutnya," tandas Erick Thohir.

Berita Terkait