Bola.com, Kediri - John Herdman memberi warna baru dalam permainan Timnas Indonesia. Dua kali bertarung di FIFA Series 2026, pelatih asal Inggris itu menerapkan taktik berbeda.
Bahkan John Herdman menggunakan dua variasi game plan saat menggulung Saint Kitts and Nevis dengan skor 4-0, Jumat (27/3/2026). Jay Idzes dkk. fasih bermain dengan determinasi tinggi kombinasi bola panjang dan satu dua sentuhan.
Pada partai final melawan Bulgaria di SUGBK, Jakarta, Senin (30/3/2026) malam WIB, John Herdman memakai sistem permainan lebih kompak dan rapat untuk lebih banyak menguasai bola.
Sayang Timnas Indonesia harus menerima kekalahan karena satu gol dari titik penalti. Gawang Emil Audero dibobol Marin Petkov pada menit ke-38.
Awalnya wasit Nazmi Nasaruddin asal Malaysia tidak menganggap adanya pelanggaran.
Namun, kemudian cek VAR memutuskan bahwa Diks melakukan pelanggaran terhadap Zdravko Dimitrov. Padahal kontak kaki pemain Borussia Monchengladbach itu dengan kaki Dimitrov sangat minim sekali.
"Timnas Indonesia dan Bulgaria memakai taktik sama, tapi transisi lawan lebih bagus. Pemain Bulgaria cepat saat bertahan ke menyerang. Terutama saat mereka kembali ke belakang, ketika Timnas Indonesia menyerang," ulas Toni Ho.
Spirit Meningkat Pesat
Kedisiplinan jadi kunci kemenangan Bulgaria. Bahkan tim asuhan Alexsandar Dimitrov ini melakukan middle block di tengah untuk meredam serangan Timnas Indonesia.
"Bulgaria sangat disiplin. Penumpukan pemain di tengah dan pertahanan membuat Timnas Indonesia sulit menembusnya. Ini PR bagi John Herdman bagaimana pemain lebih kreatif menghadapi tim yang bertahan total saat ditekan," jelasnya.
Padahal, lanjut eks jurutaktik PSM dan Persebaya ini, Jay Idzes dkk. sudah mengeluarkan semua kemampuannya. Bahkan permainan Timnas Indonesia lebih cair dan dinamis.
"Di tangan John Herdman lini belakang dan tengah lebih hidup. Kini kekurangannya ada di sektor penyerang. John Herdman harus menemukan striker dengan naluri gol tinggi, karena tak bisa cuma mengandalkan Ole Romeny," ujarnya.
Toni Ho juga menyoroti spirit para pemain yang telah total menjaga harkat Timnas Indonesia.
"Spirit pemain meningkat pesat. Siapa pun yang main ingin menunjukkan kontribusinya. Ini sangat bagus untuk atmosfer persaingan di Timnas Indonesia," tuturnya.