Bola.com, Bandung - Manajer Honda Team Asia sekaligus eks pembalap MotoGP Hiroshi Aoyama, memuji performa Veda Ega Pratama yang sukses finis keempat pada balapan Moto3 Prancis di Sirkuit Le Mans hari Minggu (10/05/2026) yang lalu.
Pada balapan trek basah ini, Veda Ega Pratama start posisi enam tapi sempat turun dan keluar dari Top 10. Namun berkat kematangan plus startegi tepat mengaspal di trek basah, pembalap berusia 17 tahun ini bisa finis keempat.
Melalui keterangan pers yang diterima Bola.com, Hiroshi Aoyama memuji sepak terjang Veda Ega Pratama di balapan Moto3 Prancis.
Bukan hanya Veda Ega Pratama, Aoyama turut angkat topi dengan satu pembalap Honda Team Asia lainnya, Zen Mitani yang finis 16.
"Akhirnya kami menyelesaikan balapan Moto3 di Le Mans, dan tepat sebelum start, kami mulai melihat tetesan hujan. Jadi, pada akhirnya balapan berlangsung sepenuhnya dalam kondisi basah untuk semua pembalap," ujar Aoyama.
"Balapan ini sangat sulit seperti balapan bertahan hidup karena banyak pembalap terjatuh di kondisi licin seperti ini. Namun, kedua pembalap kami mampu mengelola situasi dengan sangat cerdas dan berhasil finis," imbuhnya.
Puji Perjuangan Veda Ega Pratama
Hiroshi Aoyama secara khusus menyoroti perjuangan Veda yang sempat kehilangan banyak posisi pada awal lomba sebelum bangkit dan ikut bersaing memperebutkan podium.
"Veda mengalami momen sulit di awal dan kehilangan beberapa posisi pada lap-lap pertama," ungkap Aoyama yang selama mengikuti MotoGP memiliki hasil terbaik finis keempat pada balapan di Jerez tahun 2011.
"Setelah itu kecepatannya sangat kuat dan dia mulai bangkit selangkah demi selangkah hingga bertarung memperebutkan posisi podium menjelang akhir balapan."
"Pada akhirnya dia finis keempat, yang tetap menjadi hasil sangat positif dan pengalaman penting untuk dirinya," tambahnya.
Menuju MotoGP Catalunya 2026
Pada seri berikutnya Moto3 2026, Veda Ega Pratama akan mengikuti seri keenam di Sirkuit Catalunya, Barcelona, 15-17 Mei.
Jelang Moto3 Catalunya, Veda Ega Pratama ada di urutan kelima dengan catatan 50 poin. Dia berselisih 65 poin dari urutan pertama klasemen, Máximo Quiles.