Suporter Timnas Argentina Dituduh Lakukan Kekerasan dan Rasisme di Piala Dunia 2026

Suporter Argentina kena tuduhan kekerasan dan rasisme di Piala Dunia 2026.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 09 Juli 2026, 09:30 WIB
Para penggemar membawa drum bergambar wajah Lionel Messi #10 dari Argentina selama pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Mesir di Stadion Atlanta pada 8 Juli 2026 di Atlanta, Georgia. (Justin Setterfield/Getty Images via AFP)

Bola.com, Jakarta - Suporter Timnas Argentina mendapat tuduhan melakukan aksi kekerasan dan tindakan berbau rasisme dari sebagian pendukung Mesir serta Tanjung Verde dalam dua pertandingan terakhir Tim Tango di Piala Dunia 2026.

Tuduhan tersebut, termasuk setidaknya satu dugaan rasisme yang menjadi sorotan, memunculkan perhatian terhadap perjalanan Argentina mempertahankan gelar juara dunia.

Advertisement

Situasi itu terjadi setelah Lionel Messi dkk. menjalani dua laga fase gugur yang berlangsung ketat melawan lawan dengan peringkat lebih rendah.

Pada Rabu dini hari WIB kemarin, Mesir sempat unggul 2-0 atas Argentina di Atlanta. Namun, Argentina mampu bangkit pada menit-menit akhir untuk membalikkan keadaan dan memastikan tiket ke perempat final.

Di tengah pertandingan itu, sejumlah suporter Argentina terekam menyerang pendukung Mesir.


Pengakuan Suporter Mesir

Pendukung Argentina merayakan akhir pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Mesir di Stadion Atlanta di Atlanta pada 8 Juli 2026. (Thomas COEX/AFP)

Dalam video yang direkam seorang penonton di Stadion Atlanta, mereka terlihat melemparkan bir ke arah suporter Mesir setelah Argentina mencetak gol penyeimbang pada penghujung laga 16 besar tersebut.

"Mereka melemparkan bir kepada kami," ujar seorang suporter yang merekam insiden tersebut dikutip dari Al Jazeera.

"Saat kami mencetak gol, kami tidak melakukan apa pun kepada mereka. Setelah mereka mencetak gol, mereka mulai menyerang kami," lanjutnya sambil mengarahkan kamera ke arah kelompok pendukung Argentina yang disebut memprovokasi suporter Mesir.

Sejumlah video dan foto yang diunggah penonton di stadion juga memperlihatkan beberapa suporter Argentina mengibarkan bendera Israel ke arah staf pelatih Mesir saat meninggalkan lapangan seusai pertandingan.


Bukan Satu-satunya

Pemain Argentina Lionel Messi melakukan selebrasi selama pertandingan babak 16 besar Piala Dunia FIFA 2026 antara Argentina dan Mesir di Stadion Atlanta di Atlanta, Georgia, Senin, 7 Juli 2026 (AFP/ Getty Images/ Elsa)

Pelatih Timnas Mesir, Hossam Hassan, sebelumnya beberapa kali menyampaikan dukungannya terhadap rakyat Palestina, terutama warga Gaza.

Pekan lalu, ia mengangkat bendera Palestina setelah Mesir mengalahkan Australia pada babak 32 besar. Hassan juga kembali membahas isu tersebut dalam konferensi pers sehari sebelum menghadapi Argentina.

"Jika ada orang di dunia yang tidak memiliki empati terhadap rakyat Palestina, maka dia bukan manusia, baik orang Arab, Eropa, maupun Amerika," kata Hassan.

Insiden di Atlanta bukan menjadi satu-satunya kejadian yang melibatkan suporter Argentina pada Piala Dunia 2026.

Pada Sabtu lalu, Tanjung Verde memberikan perlawanan sengit kepada Argentina pada babak 32 besar di Miami. Tim asal Afrika itu mencetak dua gol ke gawang juara dunia tiga kali tersebut sebelum akhirnya tersingkir.


Juga Dilempar Botol Bir

Suporter Argentina merayakan kemenangan 3-2 pada pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Cabo Verde di Stadion Miami pada 4 Juli 2026 di Miami Gardens, Florida. (Michael Reaves/Getty Images melalui AFP)

Sejumlah pendukung Tanjung Verde mengaku kepada Al Jazeera bahwa suporter Argentina melemparkan botol bir ke arah mereka setiap kali tim Afrika itu mencetak gol.

"Jumlah kami jauh lebih sedikit dibanding mereka, dan mereka menyerang kami dengan botol setiap kali tim kami mencetak gol," ujar seorang suporter Tanjung Verde yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Argentina selanjutnya akan menghadapi Swiss pada laga perempat final di Kansas City Stadium, Minggu (12-7-2026) pagi WIB.

Hingga kini belum diketahui apakah FIFA akan mengambil tindakan atau mengeluarkan peringatan terkait insiden yang melibatkan suporter Argentina.

Sebelumnya pada Selasa waktu setempat, FIFA mengeluarkan pernyataan yang mengecam tindakan pelecehan terhadap kreator konten IShowSpeed saat pertandingan Argentina melawan Tanjung Verde.


Insiden IShowSpeed

Momen iShow Speed live stream di Kota Tua, Jakarta, Rabu (18/9/2024). (Tangkapan Layar/YouTube @iShowSpeed)

IShowSpeed menghadiri dan menyiarkan langsung sejumlah pertandingan Piala Dunia melalui kerja sama dengan FIFA, Fox Sports, dan YouTube.

Dalam siaran langsung pertandingan Argentina kontra Tanjung Verde di Miami, IShowSpeed menghampiri seorang suporter yang mengenakan jersey Argentina dan berusaha menarik perhatiannya dari tribune.

Ketika ditanya apa yang diucapkannya, suporter tersebut diduga mengatakan dalam bahasa Spanyol agar IShowSpeed "pergi menangis di kebun binatang".

FIFA menyatakan telah segera memulai penyelidikan atas insiden yang terjadi pada 3 Juli di Miami tersebut.

Dalam pernyataannya, FIFA menegaskan Piala Dunia merupakan perayaan persatuan, keberagaman, dan rasa saling menghormati. FIFA juga menyatakan tidak akan menerima siapa pun yang bertindak dengan cara yang bertentangan dengan nilai-nilai tersebut.

 

Sumber: Al Jazeera

Berita Terkait