Red Bull Pertimbangkan Akhiri Kontrak Jurgen Klopp Lebih Cepat

Red Bull dikabarkan mulai kehilangan kesabaran terhadap kinerja Jurgen Klopp dalam perannya sebagai Global Head of Football.

Bola.com, Jakarta - Red Bull dikabarkan mulai kehilangan kesabaran terhadap kinerja Jurgen Klopp dalam perannya sebagai Global Head of Football. Laporan dari Austria menyebutkan bahwa kerja sama antara kedua pihak bisa saja berakhir lebih cepat dari yang diperkirakan, bahkan pada musim panas mendatang.

Klopp sebelumnya direkrut untuk memimpin dan menyelaraskan proyek multi-klub Red Bull di berbagai negara. Setelah sukses besar bersama Liverpool, ekspektasi terhadap pelatih asal Jerman itu sangat tinggi.

Ia diharapkan mampu membawa identitas permainan yang kuat, filosofi sepak bola modern, serta stabilitas jangka panjang bagi klub-klub yang berada di bawah payung Red Bull. Namun realitanya tidak berjalan sesuai harapan manajemen.

Beberapa klub utama dalam jaringan Red Bull tengah mengalami masa sulit. RB Leipzig hanya menargetkan finis empat besar di Bundesliga musim ini, jauh dari ambisi untuk benar-benar menantang gelar. Sementara itu, RB Salzburg bahkan telah memecat pelatih mereka setelah hasil yang mengecewakan.

Di luar Jerman dan Austria, situasi juga tak lebih baik. Leeds United disebut sedang berkutat dalam persaingan papan bawah, sementara proyek di Prancis, termasuk klub yang dikaitkan dengan jaringan tersebut, juga menghadapi ancaman degradasi.

Manajemen Red Bull mengharapkan dampak yang jauh lebih signifikan dari kehadiran Klopp. Sebagai figur dengan reputasi kelas dunia, kontribusinya dinilai belum mampu mengangkat performa keseluruhan proyek multi-klub secara konsisten.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Opsi Berpisah dan Masa Depan Klopp

Kontrak Klopp bersama Red Bull sebenarnya masih berlaku hingga 2029. Namun laporan media Austria menyebutkan bahwa perpisahan bisa terjadi lebih cepat apabila kedua belah pihak sepakat untuk mengakhiri kerja sama.

Menariknya, jika Klopp mendapatkan peluang kembali ke kursi pelatih musim depan, Red Bull dikabarkan tidak akan menghalangi langkah tersebut. Hal ini membuka spekulasi bahwa sang pelatih mungkin lebih nyaman kembali ke peran teknis di lapangan dibanding posisi strategis manajerial tingkat global.

Nama Klopp sendiri masih memiliki daya tarik besar di Eropa. Beberapa klub top diyakini akan tertarik apabila ia benar-benar tersedia di pasar.

Pengganti Sudah Disiapkan?

Dalam perkembangan lain, Red Bull disebut telah mengidentifikasi calon pengganti, yakni pelatih Crystal Palace, Oliver Glasner. Kontrak Glasner di Palace akan habis pada akhir musim ini, dan masa depannya di Liga Inggris masih belum pasti.

Glasner dikenal sebagai pelatih dengan pendekatan taktis modern dan pengalaman menangani klub di level Eropa. Ia dinilai cocok dengan filosofi permainan cepat dan agresif yang menjadi ciri khas tim-tim Red Bull.

Video Populer

Foto Populer