Sukses


6 Pemain Indonesia yang Asing Terdengar namun Bisa Mentas di Luar Negeri

Bola.com, Jakarta - ​"Dari sabang sampai merauke, menjajah pulau-pulau, sambung menyambung menjadi satu, itulah Indonesia."

Petikan kalimat di atas merupakan kutipan lagu bertajuk "Dari Sabang Sampai Merauke" karya R. Suharjo untuk menggambarkan betapa kayanya Negeri Indonesia, terdiri dari banyak pulau.

Artinya, cukup banyak juga masyarakat Indonesia yang tersebar dari Sabang sampai Merauke dengan latar belakang yang berbeda-beda, baik itu di dalam atau luar negeri.

Bagi mereka dengan kategori warga Indonesia di luar negeri, mereka bisa saja bekerja di sana, menempuh pendidikan, atau bahkan menjalani profesi sebagai pesepak bola.

Prestasi Timnas Indonesia yang belum mendunia tak lantas membuat karier pesepak bola asal negara kita tersendat di luar negeri. Rata-rata pemain kita yang mentas di luar negeri, karena sejak usia muda ikut orang tua menetap di sebuah negara luar Indonesia.

Kita mungkin familiar dengan nama Ezra Walian yang berkiprah RKC Waalwijk (Belanda) dan Eggy Maulana di Lechia Gdansk (Polandia), namun banyak yang tak tahu bahwa ada pesepak bola asal Indonesia lainnya yang berkiprah di persaingan elite internasional.

Tak tertutup kemungkinan suatu saat nanti mereka membela Timnas Indonesia. Berbekal jam terbang di level atas, performa Tim Garuda otomatis bakal terkerek.

Simak data-data pesepak bola beradarah Indonesia mentas di luar negeri yang disajikan situs 90min di bawah ini:

2 dari 6 halaman

Andri Syahputra (Al-Gharafa)

Penyerang sayap berusia 19 tahun lahir di Lhokseumawe, Aceh, 29 Juni 1999. Andri Syahputra disekolahkan oleh orang tuanya di akademi Aspire di Qatar dan tinggal di sana. Andri sudah ada di Qatar dari tahun 2007.

Sama seperti kasus Ezra Walian, Andri Syahputra juga membela Timnas Qatar U-20 kala dia dipanggil untuk bermain di Piala Dunia U-20. Kelak, jika Timnas Indonesia memanggilnya, Andri tidak bisa langsung memperkuat Tim Garuda karena masih ada beberapa prosedur yang harus dilakukan terkait aturan FIFA.

3 dari 6 halaman

Syukran Arabia Samual (CD Leganes)

Syukran Arabia Samual sudah bergabung dengan CD Leganes U-16 sejak November 2018. Sebelumnya, dia sudah pernah menjalani latihan bersama klub Spanyol lainnya, CDA Navalcarnero.

 Syukran sudah dikontrak oleh Leganes dan pemain yang berposisi sebagai bek itu bisa memperkuat Timnas Indonesia U-19. Saat ini, Syukran tengah bermain untuk Persebaya U-16 sampai Agustus 2019 sebelum kembali ke Leganes.

4 dari 6 halaman

Andrian Rusdianto (CD Leganes)

Rekan setim Syukran di CD Leganes. Andrian Rusdianto juga tengah memperkuat Persebaya U-16 hingga Agustus 2019. Andrian dan Syukran merupakan teman seperjuangan yang pernah mendapatkan beasiswa selama tiga tahun dari Akademi Nalvacarnero.

5 dari 6 halaman

Rafid Habibie (Santarcangelo Calcio 1926)

Familiar dengan nama belakangnya? Ya, Rafid Habibie merupakan cucu dari mantan Presiden Indonesia, B.J Habibie. Rafid mulai dikenal publik kala bermain di tim utama Santarcangelo Calcio 1926, klub Serie C, Italia.

Rafid juga pernah mengikuti seleksi Timnas Indonesia U-19 dan berada di Bali United serta Sporting Lisbon. Jika terus mengasah kemampuannya, bukan tidak mungkin Rafid bermain untuk Timnas Indonesia kelak.

6 dari 6 halaman

Rendy Juliansyah dan Imam Zakiri (Ucam Murcia)

 Dua pesepak bola muda Indonesia, Rendy Juliansyah dan Khairul Imam Zakiri, terus mengasah kariernya di Eropa. Jika sebelumnya bermain di akademi Leganes, kali ini keduanya memperkuat klub kasta ketiga Liga Spanyol, Ucam Murcia. Nama keduanya selalu ada dalam pantauan Timnas Indonesia usia muda.

Video Populer

Foto Populer