Rachmat Irianto Ambil Keputusan Besar, Operasi di Tengah Musim demi Selamatkan Karier

Gelandang Persebaya Surabaya, Rachmat Irianto, mengambil langkah besar di tengah bergulirnya BRI Super League 2025/2026. Di saat kompetisi memasuki fase penting, pemain yang akrab disapa Rian itu justru memilih menepi demi menjalani operasi.

Bola.com, Surabaya - Gelandang Persebaya Surabaya, Rachmat Irianto, mengambil langkah besar di tengah bergulirnya BRI Super League 2025/2026. Di saat kompetisi memasuki fase penting, pemain yang akrab disapa Rian itu justru memilih menepi demi menjalani operasi.

Keputusan itu bukan tanpa alasan. Demi menjaga masa depan kariernya, Rian memilih tindakan medis pada lutut kanannya agar proses pemulihan berjalan optimal dan risiko cedera berulang bisa diminimalkan.

Langkah tersebut diambil setelah tim medis Persebaya melakukan serangkaian pemeriksaan menyeluruh yang kemudian mengarah pada rekomendasi operasi.

Keputusan ini jelas menjadi perhatian, mengingat Rian masih berperan penting bagi Bajul Ijo sepanjang musim ini.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Cyclops Lesion Jadi Alasan Rachmat Irianto Harus Naik Meja Operasi

Chief Medical Officer Persebaya, Pratama Wicaksana Wijaya, menjelaskan Rian mengalami kondisi yang disebut cyclops lesion, komplikasi yang dapat muncul pascarekonstruksi ACL.

“Secara umum, cedera yang dialami Rachmat Irianto di lutut kanan adalah cyclops lesion. Kondisi ini merupakan komplikasi yang cukup jarang terjadi setelah tindakan rekonstruksi ACL,” ujar Tommy.

Menurutnya, Rian sebenarnya sudah melalui operasi ACL saat masih membela klub sebelumnya, dan proses rehabilitasinya berjalan baik.

“Rian sebelumnya mengalami cedera ACL saat masih bersama tim sebelumnya pada akhir musim lalu, sudah menjalani operasi dan proses rehabilitasi dengan baik.”

Namun, evaluasi lanjutan menunjukkan adanya kondisi yang membutuhkan penanganan tambahan, sehingga operasi dinilai menjadi opsi terbaik.

Tommy menegaskan keputusan itu bukan langkah mendadak, melainkan hasil diskusi bersama tim medis, pelatih, dan manajemen.

“Setelah melalui diskusi antara tim medis, manajemen, dan pelatih, akhirnya diputuskan operasi dilakukan sekarang sebelum kompetisi berakhir,” katanya.

 

Persebaya Targetkan Rian Kembali Lebih Kuat

Selain menangani cedera, Persebaya juga memastikan proses pemulihan Rian akan berbasis evaluasi sport science agar hasilnya maksimal.

“Secara protokol tidak ada program yang benar-benar khusus karena kami mengikuti standar rehabilitasi yang sudah ada. Namun kami tetap melakukan pendekatan sport science dengan pemeriksaan menyeluruh, terutama terkait kekuatan otot paha dan betis,” jelas Tommy.

Persebaya bahkan menargetkan Rian tak sekadar pulih, tetapi kembali dengan kondisi fisik lebih baik.

“Targetnya jelas, kami ingin Rian kembali dalam kondisi lebih kuat dari sebelumnya,” ungkap Tommy.

Menariknya, keputusan operasi diambil setelah Rian masih sempat memberi kontribusi untuk tim, termasuk saat menghadapi Persita dan Persija.

Sepanjang musim ini, pemain berusia 26 tahun itu sudah mencatatkan 20 penampilan dan menyumbang satu gol, sekaligus tetap menjadi figur penting di lini tengah maupun pertahanan Persebaya.

Keputusan naik meja operasi mungkin membuat Rian harus menepi untuk sementara, tetapi bagi Persebaya, ini adalah investasi untuk memastikan salah satu pemain kuncinya bisa kembali dalam kondisi terbaik.

Persaingan di BRI Super League

Lihat Selengkapnya

Video Populer

Foto Populer