BRI Super League: Arema Dihajar 4 Gol oleh Persebaya, Marcos Santos Minta Maaf pada Aremania

Arema FC secara mengejutkan menelan kekalahan yang memalukan di BRI Super League.

Bola.com, Gianyar - Arema FC secara mengejutkan menelan kekalahan yang memalukan di BRI Super League 2025/2026. Mereka kalah telak 0-4 saat menjamu Persebaya Surabaya dalam pekan ke-30 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Selasa (28/4/2026).

Babak pertama sebenarnya berakhir dengan skor kacamata. Namun, Persebaya membuat kejutan dengan empat golnya. Masing-masing gol itu dicetak oleh Francisco Rivera yang membukukan brace (49', 82'), Jefferson Silva (76'), dan Alfredo Tata (86').

Ini merupakan kekalahan terbesar Arema saat bersua Persebaya sejak memasuki era Liga 1 yang dimulai pada 2017. Hasil ini sekaligus memperpanjang rekor Bajul Ijo yang tidak terkalahkan melawan Singo Edan dalam 12 pertemuan terakhir.

Pelatih Arema, Marcos Santos, meminta maaf kepada Aremania atas hasil yang memalukan ini.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Pernyataan Marcos Santos

Dia merasa timnya tidak menjalankan permainan sesuai dengan yang diinginkannua.

"Kami minta maaf kepada Aremania. Saya malu sekali. Babak pertama, kedua tim mencoba baca permainan. Babak kedua kami salah mengantisipasi gol pertama," ungkap Marcos dalam jumpa pers setelah pertandingan.

"Tembakan penalti berhasil ditangkap Lucas (kiper Arema), tapi pemain bertahan kami tidak bantu. Dua gol terakhir transisi cepat lawan harus lebih siap. Saya minta maaf kepada Aremania," imbuhnya.

Semua gol Persebaya lahir lewat proses yang seharusnya bisa dicegah Arema. Gol pertama misalnya lahir karena kemelut di depan gawang dan gagal diantisipasi.

0-4

Persebaya sempat mendapat penalti yang dieksekusi Bruno Moreira, namun berhasil diblok oleh Lucas Frigeri. Bola muntah kemudian disambar jadi gol oleh Jefferson. Sedangkan dia gol lainnya lahir dari skema serangan balik cepat.

Sialnya, Arema terbilang melakukan pergantian pemain terlambat. Baru jelang injury time, mereka menarik keluar Arkhan Fikri, Gustavo Franca, dan Gabriek Silva diganti dengan Dwiki MardiyantoMardiyanto, Jayus Hariono, M. Rifai.

"Bukan terlambat, tapi alasan karena situasi dalam lapangan pemain kelihatan capek. Saya bingung ganti pemain. Pergantian pemain harusnya lebih dari lima. Dari Bandung tidak boleh pikir datang ke sini liburan. Sekarang masih ada empat pertandingan semua harus mau dan lebih siap," ungkap Santos.

Senada dengan sang pelatih, gelandang Matheus Blade juga mengaku sangat malu dengan kekalahan besar ini.

"Saya tidak bisa berkata-kata karena kalian sudah lihat kejadiannya. Saya malu sekali. Arema datang untuk pertandingan biasa, tapi Persebaya main sangat fight. Kami minta maaf dan malu dengan hasil ini," ujar Blade.

Hasil ini memaksa Arema tetap di peringkat ke-11 dengan 39 poin dalam 30 pertandingan.

Lihat Selengkapnya

Video Populer

Foto Populer