Tak Lolos Club Licensing dan Terancam Sanksi Pengurangan Poin, Pelatih PSBS: Harus Bertanggung Jawab atas Kesalahan!

Pelatih PSBS Biak, Marian Mihail, angkat bicara setelah klubnya dinyatakan tidak lolos proses club licensing untuk musim 2025/2026.

Bola.com, Sleman - Pelatih PSBS Biak, Marian Mihail, angkat bicara setelah klubnya dinyatakan tidak lolos proses club licensing untuk musim 2025/2026.

Operator kompetisi alias I.League dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (13/5/2026) mengumumkan hasil club licensing untuk klub peserta BRI Super League 2025/2026. Dari 18 peserta, hanya PSBS yang gagal memenuhi persyaratan.

Direktur Operasional I.League, Asep Saputra, menjelaskan ada sejumlah kriteria wajib yang tidak bisa dipenuhi oleh tim berjuluk Badai Pasifik itu sehingga status lisensi klub mereka tidak granted.

"Dari 18 klub BRI Super League 2025/2026, untuk regulasi national licensing ada 17 yang granted. Satu klub gagal karena ada beberapa poin kriteria yang kategorinya A atau yang wajib terpenuhi tidak berhasil dipenuhi, klub itu adalah PSBS Biak," ujar Asep.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Serahkan Urusan Administrasi kepada Manajemen

Menanggapi persoalan tersebut, Marian Mihail menegaskan urusan lisensi klub merupakan ranah manajemen. Meski begitu, ia mengingatkan setiap kesalahan harus dipertanggungjawabkan.

"Sebenarnya itu bukan masalah saya karena itu adalah masalah administrasi yang merupakan wewenang manajemen tim," kata pelatih asal Rumania itu pada Kamis (14/5/2026).

"Namun, yang bisa saya katakan adalah kita harus bertanggung jawab atas apa yang kita lakukan. Jika ada kesalahan yang dibuat, kita harus menerima konsekuensinya," sambungnya.

Skuad Badai Pasifik sedang berada dalam situasi sulit. Selain dipastikan terdegradasi dari BRI Super League 2025/2026, performa tim juga jauh dari memuaskan sepanjang musim.

 

Bangun Tim dengan Identitas Papua

Tidak hanya itu, klub asal Papua tersebut juga diterpa persoalan finansial. Sejumlah pemain dan staf dikabarkan belum menerima gaji selama empat bulan terakhir.

Di tengah situasi tidak ideal, Mihail berharap PSBS bisa bangkit. Ia ingin membangun kembali kekuatan dengan memadukan talenta muda plus pemain berpengalaman demi menghadirkan identitas kuat untuk tim.

"Saya harap kami bisa mengambil pelajaran dari hal ini. Bersama para pemain muda dan pemain berpengalaman dari Papua, kami ingin membangun tim baru dengan semangat asli Papua, identitas yang jelas, dan benar-benar merepresentasikan semangat Badai Pasifik," tandasnya.

 

Terkendala Stadion di Biak

Sementara itu, perwakilan manajemen PSBS, Yuberti Kawur, mengungkap salah satu faktor utama klub gagal lolos club licensing adalah persoalan stadion.

Menurut Yuberti, hingga kini belum ada stadion representatif di Biak yang memenuhi syarat untuk kompetisi profesional.

"Kami tidak lolos karena di Biak tidak ada stadion. Kalau mau pakai Stadion Lukas Enembe juga tidak bisa karena itu di Jayapura bukan di Biak. Ya, itu salah satu alasan kami tidak lolos," jelas Yuberti saat dihubungi Bola.com, Kamis (14/5/2026).

Konsekuensi dari kegagalan lisensi tersebut bisa cukup berat. I.League menyebut Badai Pasifik berpotensi menerima hukuman pengurangan poin untuk kompetisi musim 2026/2027. Namun, PSBS masih bisa mengajukan banding.

Simak Persaingan Musim Ini:

Video Populer

Foto Populer