Akankah Bursa Transfer Mengganggu Fokus Inggris di Piala Dunia 2026?

Telepon tak pernah berhenti berdering. Pemain Timnas Inggris bergumul melawan "gangguan bursa transfer" di Piala Dunia 2026.

Bola.com, Jakarta - Piala Dunia biasanya menjadi momen ketika pemain sepenuhnya memusatkan perhatian untuk membela negaranya. Namun, bagi sejumlah pemain Timnas Inggris, Piala Dunia tahun ini datang bersamaan dengan periode yang tidak kalah menyita perhatian: bursa transfer musim panas.

Di tengah persiapan menghadapi ajang terbesar sepak bola dunia, beberapa pemain dalam skuad 26 orang pilihan Thomas Tuchel masih belum memiliki kepastian soal masa depan di level klub.

Situasi tersebut membuat pembicaraan transfer berpotensi terus mengikuti mereka sepanjang turnamen.

Klub-klub tetap bergerak mencari pemain selama lima pekan penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Agen terus berkomunikasi dengan klien mereka, sementara rumor perpindahan pemain tidak akan berhenti hanya karena kompetisi internasional sedang berlangsung.

Bagi Tuchel, kondisi itu menghadirkan tantangan tersendiri.

Turnamen besar memang kerap menjadi panggung bagi pemain untuk meningkatkan nilai jual mereka. Penampilan impresif di level internasional bisa membuka jalan menuju klub yang lebih besar.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Komentar Tuchel

Publik masih mengingat bagaimana James Rodriguez mencuri perhatian di Piala Dunia 2014 sebelum bergabung dengan Real Madrid dengan nilai transfer besar. Pola serupa juga terjadi pada Enzo Fernandez yang kemudian direkrut Chelsea pada 2023.

Sementara, performa Harry Maguire di Piala Dunia 2018 turut menarik minat Manchester United.

Namun, tidak semua kisah berakhir manis. Di sisi lain, rumor transfer juga bisa mengalihkan fokus pemain dari tugas utama mereka di lapangan.

Itulah mengapa, Tuchel harus mencari keseimbangan antara menjaga konsentrasi tim dan menghadapi hiruk-pikuk pasar transfer.

"Kalau saya mengatakan kepada pemain agar tidak memikirkannya sekarang, telepon mereka tetap akan terus berdering," kata Tuchel.

"Saya paham gangguannya. Jika ada klub yang ingin merekrut Anda, lalu direktur olahraga, agen, dan pelatih mencoba menghubungi Anda, tentu itu menjadi distraksi," imbuhnya.

Meski begitu, pelatih asal Jerman tersebut mengakui situasi itu merupakan bagian dari realitas sepak bola modern.

"Itu kenyataannya. Kami selalu menyarankan pemain untuk mengambil keputusan sebelum turnamen dimulai dan melakukannya sesegera mungkin, lalu menjalani turnamen dengan keputusan tersebut. Namun, itu tidak selalu memungkinkan bagi pemain. Kami bukan satu-satunya yang mengalaminya, memang seperti itulah situasinya," tutur Tuchel. 

Jadi Rebutan

Saat ini skuad Inggris sedang menjalani pemusatan latihan di West Palm Beach, Florida. Selain mempersiapkan aspek teknis permainan, para pemain berusaha menyesuaikan diri dengan cuaca panas serta tuntutan perjalanan selama Piala Dunia 2026.

Namun, bagi sebagian pemain, perhatian mereka tidak hanya tertuju pada sepak bola.

Satu di antaranya adalah gelandang Nottingham Forest, Elliot Anderson. Setelah tampil menonjol sepanjang musim lalu, pemain berusia 23 tahun itu masuk daftar pemain yang dipanggil Tuchel.

Dua klub Manchester, yakni Manchester City dan Manchester United, disebut terus memantau perkembangannya. Man City bahkan sudah mengajukan tawaran pembuka yang ditolak Forest awal pekan ini. Anderson diyakini lebih tertarik berlabuh ke Stadion Etihad.

Apabila transfer tersebut terwujud, nilainya berpotensi menjadi satu di antara yang terbesar pada jendela transfer kali ini.

Biaya transfer Anderson bahkan bisa memecahkan rekor pemain Inggris termahal yang saat ini masih dipegang Declan Rice setelah Arsenal membayar 105 juta paun kepada West Ham United pada 2023.

Nama lain yang ramai diburu klub-klub besar adalah Morgan Rogers. Gelandang serang Aston Villa itu mencatatkan 55 penampilan sepanjang musim 2025/2026 dengan kontribusi 14 gol dan 12 assist.

Arsenal dan MU disebut berada di antara peminat utama, sementara Chelsea dan Man City juga dikaitkan dengannya.

Menurut koresponden senior sepak bola BBC Sport, Sami Mokbel, klub yang ingin mendapatkan Rogers harus menyiapkan dana lebih dari 80 juta paun.

Rashford Masih Menunggu

Berbeda dengan pemain lain yang masih menanti kepastian, Anthony Gordon sudah menuntaskan urusan transfernya sebelum berangkat ke Amerika Serikat. Pemain sayap tersebut resmi meninggalkan Newcastle United untuk bergabung dengan Barcelona, bulan lalu.

Namun, belum ada jaminan ia akan ditemani rekan setimnya di Timnas Inggris, Marcus Rashford, di Katalonia.

Barcelona memiliki tenggat hingga 15 Juni, atau dua hari sebelum laga pertama Inggris melawan Kroasia di Piala Dunia, untuk mengaktifkan klausul yang mengubah status pinjaman Rashford dari MU menjadi transfer permanen senilai 26 juta paun.

Meski begitu, klub asal Spanyol tersebut masih berupaya menegosiasikan ulang kesepakatan yang ada.

Situasi itu membuka kemungkinan batas waktu berlalu tanpa kesepakatan sehingga masa depan Rashford tetap menggantung dan pembicaraan transfer berlanjut selama Piala Dunia 2026 berlangsung.

Sementara itu, bek tengah, John Stones, juga tengah memasuki fase baru dalam kariernya setelah mengakhiri kebersamaan selama satu dekade dengan Man City.

Dalam periode tersebut, Stones berkembang menjadi satu di antara pemain Inggris paling sukses di generasinya. Ia memenangkan enam gelar Premier League, satu Liga Champions, dua Piala FA, dan lima Piala Liga Inggris, selain berbagai trofi lainnya. 

Kebijakan Tuchel

Tuchel menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menghalangi pemain yang ingin menyelesaikan perpindahan klub, selama prosesnya tidak mengganggu agenda timnas.

"Ini soal akal sehat. Saya tidak menginginkannya terjadi sehari sebelum pertandingan atau pada hari pertandingan. Itu kebijakan kami," ujar Tuchel.

"Namun, di luar itu, jika semuanya dilakukan secara pribadi, efisien, dan tanpa banyak kegaduhan, kami selalu senang membantu."

"Yang paling penting adalah kejelasan situasi pemain. Hal terbaik yang bisa kami miliki adalah kejelasan. Jadi, jika ada pemain yang memiliki kesempatan menyelesaikan transfer atau pindah klub, kami tidak akan menghalanginya," kata Tuchel.

"Tetapi, tentu saja semuanya harus selaras dengan jadwal dan tujuan kami, yaitu tetap fokus serta siap menghadapi pertandingan," imbuhnya.

Bukan Fenomena Baru

Persinggungan antara turnamen internasional dan bursa transfer sebenarnya bukan hal baru bagi Timnas Inggris.

Pada Piala Dunia 2006, Ashley Cole datang ke Jerman di tengah spekulasi panjang mengenai kepergiannya dari Arsenal. Transfernya ke Chelsea akhirnya baru tuntas pada hari terakhir bursa transfer.

Bahkan, proses tes medis dalam kesepakatan pertukaran pemain yang melibatkan William Gallas harus dilakukan ketika Cole sedang menjalankan tugas bersama Timnas Inggris di Manchester.

Empat tahun kemudian, Joe Cole menghadapi Piala Dunia 2010 tanpa klub setelah dilepas Chelsea.

Menjelang turnamen di Afrika Selatan tersebut, ia memilih menyerahkan seluruh urusan masa depannya kepada sang agen agar bisa berkonsentrasi penuh membela negaranya.

"Saya hanya ingin fokus, berlatih dengan baik, dan bermain sebaik mungkin. Masa depan saya akan menemukan jalannya sendiri. Itu tidak akan mengganggu saya," kata Joe Cole.

 

Sumber: BBC

Video Populer

Foto Populer