Wonderkid Barcelona Siap Curi Panggung di Piala Dunia 2026, Hamza Abdelkarim Jadi Harapan Baru Mesir

Piala Dunia 2026 selalu menjadi panggung lahirnya bintang-bintang baru. Di tengah deretan nama besar yang akan menghiasi turnamen akbar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, publik sepak bola dunia mulai menaruh perhatian kepada satu sosok muda asal Mesir, Hamza Abdelkarim.

Bola.com, Jakarta - Piala Dunia 2026 selalu menjadi panggung lahirnya bintang-bintang baru. Di tengah deretan nama besar yang akan menghiasi turnamen akbar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, publik sepak bola dunia mulai menaruh perhatian kepada satu sosok muda asal Mesir, Hamza Abdelkarim.

Meski baru berusia 18 tahun, penyerang jangkung tersebut telah mencuri perhatian berkat perkembangan pesat yang ditunjukkannya sepanjang musim terakhir. Hamza bahkan masuk dalam daftar lima pemain termuda yang tampil di Piala Dunia 2026, sebuah pencapaian yang memperlihatkan betapa besar kepercayaan yang diberikan kepadanya.

Namanya semakin ramai diperbincangkan setelah Barcelona memutuskan untuk mengaktifkan opsi pembelian permanen dari Al Ahly. Keputusan itu diambil setelah sederet penampilan impresif yang diperlihatkan Hamza bersama tim junior Blaugrana sejak bergabung dengan status pinjaman pada Februari 2026.

Kini, hanya tujuh bulan setelah tampil di Piala Dunia U-17 FIFA 2025 di Qatar, Hamza bersiap mencicipi atmosfer kompetisi terbesar di level senior. Perjalanan luar biasa itu membuatnya menjadi salah satu pemain muda yang paling dinanti aksinya sepanjang turnamen.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Bersinar di Barcelona, Langsung Dilirik Timnas Senior

Sebelum bergabung dengan Barcelona, Hamza sudah lebih dulu mencatatkan penampilan bersama Al Ahly di berbagai kompetisi domestik maupun Liga Champions Afrika.

Ketika tiba di akademi Barcelona pada awal tahun ini, ia langsung memberikan dampak signifikan. Bermain untuk tim U-19, Hamza membantu Blaugrana menjuarai kompetisi setelah unggul atas rival sekota, Espanyol.

Kontribusinya terbilang impresif. Dari tujuh pertandingan, ia berhasil mencetak lima gol. Produktivitas itu menjadi salah satu alasan utama Barcelona mantap mengamankan jasanya secara permanen.

Penampilan gemilang tersebut juga menarik perhatian pelatih Timnas Mesir, Hossam Hassan. Mantan striker legendaris Mesir itu akhirnya memasukkan nama Hamza ke dalam skuad berisi 26 pemain untuk menghadapi Piala Dunia 2026.

 

Debut yang Langsung Mengundang Perhatian

Gol pertama Hamza bersama Barcelona U-19 tercipta dalam laga debutnya melawan Huesca pada awal Maret 2026. Saat itu pertandingan berakhir imbang 2-2, tetapi penampilan sang striker muda langsung menjadi bahan pembicaraan.

Kiper Huesca, Jordi Saucedo, mengaku penasaran dengan sosok Hamza bahkan sebelum pertandingan dimulai. Ia dan rekan-rekannya banyak mencari informasi mengenai pemain muda Mesir tersebut melalui media sosial.

"Fakta bahwa dia berasal dari negara dan benua yang berbeda, serta disebut-sebut sebagai calon bintang masa depan, membuat kami semua penasaran," ujar Saucedo.

Menurutnya, Hamza sempat terlihat sedikit gugup pada menit-menit awal. Namun, kualitasnya segera terlihat sepanjang pertandingan.

"Dia memberikan sesuatu yang berbeda untuk Barcelona karena sangat berbahaya dalam duel udara dan sangat kuat saat bermain membelakangi gawang. Dia adalah tipe striker klasik yang fokus menahan bola, berada di kotak penalti, dan terus mencari peluang mencetak gol," katanya.

Saucedo juga menilai kekuatan fisik menjadi salah satu kelebihan terbesar Hamza.

"Dia baru saja datang ke Spanyol, tetapi sudah menjadi pemain paling kuat di lapangan," lanjutnya.

 

Hattrick Memukau dan Sulit Dihentikan

Kemampuan Hamza kembali menjadi perbincangan ketika Barcelona U-19 menutup musim dengan kemenangan telak 9-0 atas Montecarlo.

Dalam laga tersebut, ia mencetak hattrick hanya dalam waktu sekitar 15 menit pada babak pertama. Ketiga golnya lahir melalui sundulan, memperlihatkan dominasi luar biasa di udara.

Pelatih Montecarlo, Nestor Paricio, mengakui timnya sudah berusaha mempersiapkan diri untuk menghadapi ancaman Hamza. Namun semua rencana itu gagal menghentikan ketajamannya.

"Sepanjang pekan kami membahas betapa berbahayanya dia dalam duel udara, penyelesaian satu sentuhan, dan kekuatan fisiknya. Kami mencoba memutus suplai bola ke arahnya, tetapi dia benar-benar tak terhentikan," ujar Paricio.

"Meski kami sudah mempelajari video dan mempersiapkan strategi khusus, dia selalu berhasil menemukan ruang. Dia terlalu sulit dihentikan dan memenangkan hampir setiap bola yang datang kepadanya," imbuhnya.

 

Siap Menulis Sejarah Bersama Mesir

Performa apik di Barcelona membuat Hamza memperoleh kesempatan menjalani debut bersama tim nasional senior Mesir dalam laga pemanasan menuju Piala Dunia 2026.

Ia tampil dalam pertandingan melawan Rusia di Kairo sebelum kembali mendapatkan menit bermain saat menghadapi Brasil di Cleveland, Amerika Serikat. Pada laga itu, Hamza masuk menggantikan Omar Marmoush menjelang pertandingan berakhir.

Menariknya, setelah laga usai, ia sempat bertukar jersey dengan winger Barcelona, Raphinha, sebuah momen yang semakin menambah pengalaman berharga bagi pemain muda tersebut.

Pelatih Barcelona, Hansi Flick, juga telah menyatakan ketertarikannya untuk melihat lebih dekat perkembangan Hamza dalam agenda pramusim mendatang.

Untuk saat ini, fokus utama Hamza tentu berada di Piala Dunia 2026. Dengan bakat, kekuatan fisik, dan naluri gol yang dimilikinya, ia berpeluang menjadi kejutan besar turnamen sekaligus membantu Mesir memburu kemenangan bersejarah di panggung sepak bola terbesar dunia.

Video Populer

Foto Populer