Sukses


Mengenal Manfaat Daun Keji Beling dan Efek Sampingnya

Bola.com, Jakarta - Indonesia memang kaya akan obat herbal atau tanaman apotek hidup. Satu di antara tanaman yang dipercaya sebagai obat alami penyakit diabetes adalah daun keji beling.

Daun keji beling berasal dari Madagaskar, tetapi penyebarannya sampai ke Indonesia. Kini, tanaman liar ini sudah sering dijadikan obat herbal dalam bentuk puyer atau kapsul.

Daun ini mengandung vitamin C, B1, B2, serta kafein. Daun ini memiliki nama lain pecah beling.

Tanaman kejing beling berbentuk tunggal, bertangkai pendek, dengan duduk daun yang berhadapan. Sementara helaian daunnya lanset, memanjang tepi bergerigi, dan runcing dengan pemukaan yang kasar.

Berikut manfaat daun keji beling bagi kesehatan, seperti dirangkum dari Klikdokter dan Alodokter, Senin (31/8/2020).

2 dari 4 halaman

Manfaat Daun Keji Beling

  • Menurunkan kadar gula darah tanpa efek hipoglikemia

Sebuah penelitian dari Universitas Putra Malaysia yang diterbitkan dalam "Plant Foods for Human Nutrition" tahun 2013 melaporkan penurunan gula darah terjadi pada tikus percobaan yang diberikan teh dari daun keji beling. Teh daun tersebut ada yang sudah difermentasi dan ada juga yang tak difermentasi.

Setelah 21 hari, tikus-tikus yang kadar gula darahnya terlampau tinggi (hiperglikemia) dan telah diberi teh daun keji beling fermentasi, berhasil mengalami penurunan gula darah ke angka yang ideal. 

Sementara, tikus-tikus yang sedari awal kadar gula darahnya normal, meski minum teh tersebut, kadar gula darahnya tidak menurun secara drastis. 

Dengan demikian, teh daun keji beling yang telah difermentasi dapat menurunkan kadar gula darah yang terlalu tinggi tanpa memberikan efek samping berupa hipoglikemia. 

  • Menurunkan kadar kolesterol

Di saat yang sama, daun keji beling juga berhasil menurunkan kadar kolesterol pada tikus percobaan. Penurunan kolesterol pada tikus yang diabetes tersebut terjadi di hari ke-7. 

Adanya penurunan gula darah dan kolesterol dipicu kandungan antioksidan daun keji beling yang tinggi sekaligus polifenol. Zat tersebut tak cuma mampu melindungi tanaman dari bahaya, tetapi juga dapat melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

Namun, tikus diabetes yang diberikan teh daun keji beling yang tak difermentasi memberikan hasil yang kurang memuaskan. Setelah meminumnya, kadar gula darah pada tikus diabetes memang menurun. Namun, kadar kolesterol hewan pengerat itu justru meningkat.

3 dari 4 halaman

Manfaat Keji Beling

  • Mempercepat proses penyembuhan luka diabetes

Selain dapat menurunkan gula darah dan kolesterol secara bersamaan, daun keji beling juga berkhasiat mempercepat proses penyembuhan luka diabetes. 

Percobaan dilakukan dengan mengobati tikus diabetes yang memiliki luka sayatan sepanjang 2 cm menggunakan ekstrak daun keji beling, ekstrak daun akasia, etanol, dan gel intrasit.

Hasilnya, luka tersebut baru sembuh ketika diberikan salep dengan ekstrak daun keji beling. Daun ini ternyata dapat memicu produksi kolagen sehingga pembentukan jaringan kulit baru lebih mudah terjadi.

  • Sumber antioksidan pencegah segala penyakit

Selama ini, mungkin Anda mengenal teh hijau dan teh hitam sebagai minuman dengan kadar antioksidan yang sangat tinggi. 

Hal tersebut memang benar, tetapi peringkat selanjutnya ternyata diisi oleh teh yang terbuat dari daun keji beling. Sebab, daun ini mengandung antioksidan penting, seperti polifenol, flavonoid, karekin, alkaloid, serta tanin.

Makin sering Anda mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung banyak antioksidan, risiko untuk terkena penyakit kanker, penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah), penurunan fungsi penglihatan, dan penurunan daya ingat kronis akan makin rendah.

4 dari 4 halaman

Dosis dan Efek Samping Keji Beling

  • Dosis Keji Beling

Dosis keji beling berbeda-beda, tergantung bentuk obatnya. Keji beling kapsul dikonsumsi 2 kali sehari, masing-masing 2 kapsul. Sedangkan Keji beling pil dikonsumsi 2 kali sehari, masing-masing 5 pil.

  • Efek Samping Keji Beling

Kandungan kumis kucing di dalam keji beling diduga bisa memicu hipotensi. Kumis kucing juga diduga dapat menyebabkan tekanan darah menjadi tidak terkendali pada pasien yang sedang menjalani operasi.

Untuk mencegahnya, hentikan konsumsi obat yang mengandung kumis kucing sejak dua minggu sebelum operasi.

 

Sumber: Alodokter, Klikdokter

 

Baca artikel kesehatan lainnya dengan mengikuti tautan ini.

Video Populer

Foto Populer