Laporan Langsung dari Texas: Red Bull dan Ferrari Bakal Keroyok Kimi Antonelli di F1 GP AS

Pole-sitter Kimi Antonelli tinggal selangkah lagi meraih titel juara dunia termuda sepanjang sejarah Formula 1.

Bola.com, Jakarta - Fans Kimi Antonelli secara khusus, dan Mercedes secara umum, tentu tak ingin terlalu lama menungggu. Namun, biarpun Antonelli bisa finis nomor satu di Formula 1 (F1) GP Amerika Serikat (AS), Ahad (25/10) atau Senin Dini hari WIB ini, belum ada jaminan bahwa gelar kampiun sudah bisa disabet.

Begini hitungan matematikanya. Antonelli kini mengoleksi total 340 poin. Rekan setim George Russell 238 alias selisih 102 poin.

Untuk memastikan championship, kombinasi ini harus tercapai: Kimi Antonelli  juara, Russell finis peringkat sembilan atau lebih rendah, sementara Lewis Hamilton harus finis kelima atau lebih rendah. Apabila permutasi itu terjadi, akan ada perbedaan 125 poin yang tak mungkin lagi terkejar.

Masalahnya, biarpun Russell nanti start dari posisi keenam, ia mengendarai Mercedes yang juga amat kompetitif. So, don’t count him out! Saya kira yang paling realistis untuk Kimi memastikan gelar adalah pekan depan di Mexico City. Dan ini pun diamini oleh Team Principal Toto Wolff.

Verstappen Bisa Bikin Buyar?

Bagaimana dengan Max Verstappen? Well, mobil Red Bull belakangan ini menunjukkan banyak kemajuan. Verstappen sendiri nyaris tak pernah mengeluh saat sesi latihan Kamis dan kualifikasi Jumat. Dan kalau Verstappen tenang-tenang saja itu biasanya bahaya bagi para rival.

Jangan lupa, Verstappen juara tahun lalu di sini, jadi biarpun ia tak suka dengan karakter sirkuit yang bumpy, ia pastinya tahu betul lika-liku sirkuit. Ia juga menang di dua race sebelumnya (Sepang dan Singapura).

 

 

 

 

 

Kalau Verstappen bisa langsung menyalip Kimi di tikungan pertama, saya rasa Kimi bakal agak repot untuk mengejar. Aoalagi, Isak Hadjar, rekan setim Verstappen mampu start di barisan kedua dan sudah barang tentu akan diminta untuk membantunya selama race berlangsung.

Yang jadi masalah buat Red Bull adalah permukaan sirkuit yang bumpy alias bergelombang dimana degradasi ban akan menjadi faktor. Tapi, Team Principal Laurent Mekies, masih optimistis ketika diwawancara pasca kualifikasi.

Menurutnya, tim-tim lain juga akan menghadapi problem serupa, “Menjadi tercepat di satu-dua lap itu tak begitu sulit,” ujarnya mengomentari kehebatan Kimi yang menorehkan waktu tercepat kualifikasi 1:34:035. Tapi, bisakah itu dipertahankan selama 50-an lap?

 

Breakthrough Ferrari?

Ferrari sendiri terlihat dominan sepanjang FP 1-3. Charles Leclerc menorehkan waktu terecepat di FP1 dan FP2, sementara Lewis Hamilton paling kencang di FP3.

Bukan rahasia kalau Tim Kuda Jingkrak memang melakukan sejumlah upgrade di Austin. Dan ini memamg tampak jelas, khususnya ketika di slow corners di mana traksi dan cengkraman mekanikal menjadi tuntutan utama.

Intinya, Kimi bakal dikeroyok oleh Red Bull dan Ferrari, bahkan bisa saja oleh George yang secara matematis masih bisa jadi kampiun, kendati sangat kecil.

 

Barry B Manembu

Kolumnis F1

Laporan Langsung dari Texas, AS

 

Video Populer

Foto Populer