Joan Laporta Tuduh Xavi Berbohong soal Masalah Lionel Messi

Presiden Barcelona, Joan Laporta, menanggapi tudingan Xavi Hernandez soal kegagalan Lionel Messi kembali ke Camp Nou.

Bola.com, Jakarta - Xavi Hernendez beberapa hari lalu membuka konfrontasi dengan presiden Barcelona, Joan Laporta. Mantan pemain dan pelatih Barcelona itu mengklaim Joan Laporta telah menggagalkan kembalinya Lionel Messi ke Camp Nou pada 2023.

Xavi menuduh sebenarnya sudah ada kesepakatan agar Messi kembali setelah kontraknya di Paris Saint-Germain berakhir, tetapi Laporta tidak memberikan persetujuan akhir.

Presiden Barcelona yang sudah tiga kali menjabat itu, dan kini sedang mengejar mandat keempat akhir pekan ini, telah membantah klaim tersebut pada awal pekan. Kini, ia kembali menanggapinya.

Setelah mantan direktur olahraga Barcelona, Mateu Alemany, mendukung versi cerita Xavi, Laporta dimintai tanggapan dalam wawancara dengan program Onze di Esport 3. Menurut laporan Mundo Deportivo, Kamis (12/3/2026), ia menilai komentar Alemany dibuat dengan tujuan tertentu.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Kata-kata Joan Laporta

“Saya selalu memiliki hubungan yang baik dengannya (Alemany), tetapi dia pasti tahu mengapa dia membuat pernyataan seperti itu. Ketika rasa kesal bercampur, akhirnya hal itu bisa menjadi tidak benar," ujar Laporta. 

“La Liga tidak pernah memberikan persetujuan final kepada kami. Kami pikir bisa meyakinkan mereka, tetapi mereka tidak menyebutkan semua nuansanya. Xavi berbicara dan saya melihat bahwa mereka telah memanfaatkan dia dan juga Mateu."

"Jangan salah paham, saya memiliki hubungan yang sangat baik dengan Javier Tebas (Presiden La Liga). Mateu sekarang berada di Atletico Madrid dan karena dia orang yang cerdas, dia mungkin ingin menggoyang rival langsung seperti Barca," imbuh Laporta. 

 

Opini Xavi Dipengaruhi Rasa Kesal

Laporta juga kembali menyinggung pernyataan Xavi mengenai keputusan klub memecat legenda Barcelona tersebut sebagai pelatih pada musim panas 2024.

Ia meyakini pelatih berusia 46 tahun itu tidak bisa sepenuhnya objektif dalam membicarakan masalah tersebut karena masih menyimpan kekecewaan atas bagaimana situasi itu terjadi.

“Pendapat Xavi sangat dipengaruhi oleh rasa kesal tertentu dan dari perasaan itu kebenaran menjadi tidak utuh," kata Laporta. 

"Semua orang bebas berbicara, tetapi pernyataan yang dibuat Xavi justru mengonfirmasi kepada saya bahwa kami mengambil keputusan yang tepat, karena dengan hampir pemain yang sama Xavi kalah, sementara Hansi Flick bisa menang," imbuh dia. 

Sumber: Mundo Deportivo

Video Populer

Foto Populer