Pemain ISL Ramaikan Tarkam di Ciputat

oleh Muhammad Ridwan diperbarui 10 Jun 2015, 16:20 WIB
Beberapa pemain Liga Super Indonesia seperti Leonard Tupamahu, Titus Bonay, Aditya Harlan, Syahroni dan Achmad Jufriyanto bermain sepak bola tarkam di lapangan sepak bola Latus, Kedaung Tangerang Selatan. (Bola.com/Peksi Cahyo)

Bola.com, Jakarta - Hayo serang jangan kasih ampun!

Wasit dimana keadilan?

Advertisement

Woooo... wooooo...

Jangan manja gitu, ayo bangun dong!

Teriakan seperti itu bersahut-sahutan ketika para penonton yang menyaksikan pertandingan sepak bola di lapangan Latus, Ciputat. Sorakan-sorakan tersebut merupakan bumbu dalam menonton turnamen sepak bola antar kampung (tarkam).

Ya, dalam menyambut datangnya bulan ramadhan dan ulang tahun klub, Bina Jaya melaksanakan turnamen yang diikuti sebanyak 64 klub lokal. Namun ini bukanlah pertandingan biasa karena panitia membebaskan peserta untuk mencabut pemain dari mana saja.

Kebebasan yang diberikan tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh para peserta. Mereka berlomba-lomba menggaet pemain dengan kualitas bagus agar bisa membawa timnya juara di turnamen ini. Bahkan beberapa klub mendapatkan jasa pemain dari klub besar seperti Persija Jakarta dan Persib Bandung.

"Aura tahun ini bagi Bina Jaya sedang bagus karena pemain ISL seperti Atep, Konate Makan, Tantan, Ramdani Lestaluhu, dan lain-lain bisa ikut meramaikan turnamen," kata Ketua Bina Jaya, Endang Surya saat berbincang dengan Bola.com di lapangan Latus.

Kehadiran para bintang ISL itu memang tak lepas dari berhentinya kompetisi sepak bola di Indonesia. Namun menurut Endang, jauh sebelum liga di Indonesia mati suri para pemain ISL sudah ada yang bermain tarkam dengan klub lokal kota Tangerang Selatan (Tangsel).

"Ini turnamen ke-19 bagi Bina Jaya, setiap tahun dapat dipastikan para pemain ISL ada yang bermain di sini. Turnamen ini telah masuk agenda tahunan PSSI Tangsel dan juga kota Tangsel," ujarnya.

Meski sudah tercatat sebagai ajang rutin tiap tahun, panitia belum pernah meminta bantuan biaya dari Pemerintah Tangsel. Sebab seluruh biaya acara didapatkan dari hasil patungan warga sekitar.

"Ini merupakan hiburan dan juga membantu ekonomi warga sekitar, karena selama turnamen berlangsung mereka dibebaskan berjualan. Intinya panitia terbentuk berdasarkan kekeluargaan."

"Total hadiah pihak panitia menyediakan Rp 50 juta. Nanti uang tersebut dibagi ke juara, peringkat kedua, ketiga dan keempat."

Baca Juga:

Nova Zaenal: Bermain Tarkam Bahaya? Itu Anggapan Berlebihan

Liga Dihentikan, Pemain Persebaya Ramai-ramai Main Tarkam

Penyerang Asing Persebaya Kepincut Main Tarkam