Pelatih Muda Ini Minta Doa Restu agar Sukses Berkiprah di Bahrain

oleh Aning Jati diperbarui 26 Jul 2015, 18:15 WIB
DOA - Rudy Eka Priyambada meminta doa restu dari pencinta sepak bola Indonesia agar sukses berkarier di Bahrain. (Bola.com/Arief Bagus)

Bola.com, Jakarta - Hari yang dinanti itu akhirnya datang juga. Pada Minggu (26/7/2015), pelatih muda Indonesia, Rudy Eka Priyambada, bertolak menuju Bahrain dari Jakarta untuk memulai babak baru dalam karier kepelatihannya.

Rudy sudah menyepakati kontrak sebagai asisten pelatih dan direktur analis teknik tim akademi klub asal Bahrain, Al Najma, selama satu tahun. Kontrak Rudy dengan klub kontestan liga kasta kedua di negara di kawasan Timur Tengah itu berlaku hingga April 2016.

Advertisement

"Pertandingan pertama di musim baru nanti dijalani mulai 2 Oktober. Namun, persiapan saya dan khususnya tim, sudah dimulai sejak akhir Juli," kata Rudy.

Sebelum resmi berkarier di negara kaya berkat minyak itu, Rudy meminta doa seluruh publik sepak bola Tanah Air agar jalannya meretas impian jadi pelatih andal bisa terwujud.

"Salah satu cara menggapai impian berkarier sebagai pelatih di Eropa, ya dimulai dengan melatih di kawasan Asia dulu. Saya juga mulai dari asisten pelatih dulu. Semoga beberapa tahun mendatang, impian jadi pelatih kepala di salah satu negara di Eropa bisa saya gapai," katanya.

Karier kepelatihan Rudy tergolong cepat. Rudy pernah melatih klub semiprofesional di Australia, Monbulk Rangers, kemudian jadi analis timnas U-19 di era Indra Sjafri, setelah itu jadi asisten pelatih Mitra Kukar di ISL 2014 dan 2015 sebelum akhirnya kompetisi dihentikan. Situasi sepak bola nasional yang serba-tak pasti membuat Rudy memutuskan menerima tawaran berkarier di negara orang.

Kendati memilih berkarier di luar negeri, Rudy mengaku akan terus memantau perkembangan sepak bola nasional. Ia mengaku ingin membawa pemain Indonesia berkiprah bersamanya di Bahrain. Hanya, ia meminta waktu agar bisa beradaptasi terlebih dulu dengan iklim sepak bola di negara berperingkat 113 FIFA per 9 Juli 2015 itu.

"Tentu ada keinginan membawa pemain Indonesia ke sana, tapi tunggu perkembangannya dulu bagaimana," ujarnya.

Tak lupa Rudy berharap sepak bola Indonesia kembali hidup lagi seperti sediakala. "Saya ikut senang bila kompetisi ISL dan yang lain jadi bergulir mulai Oktober 2015. Semoga saja benar terealisasi. Saya akan selalu menjaga kontak dengan rekan dan kolega di Tanah Air," katanya kepada Bola.com sebelum berangkat ke Bahrain.

Walau berstatus asisten pelatih, Rudy sudah memiliki sertifikat kepelatihan A AFC. Ia juga pernah mengikuti kepelatihan B di Jerman bersama Federasi Sepak Bola Jerman (DFB). "Saya ingin menginspirasi yang lain, yang ingin jadi pelatih tetapi bukan berangkat dari pesepak bola agar mereka tak berkecil hati. Doakan saya semoga bisa berkiprah dengan baik di Bahrain," ungkapnya.

Baca Juga :

Rudy Eka Priyambada, Pelatih Muda yang Hijrah ke Bahrain

Liga Terhenti, Zulkifli Syukur Habiskan Banyak Waktu Nonton TV

Asisten Pelatih Mitra Kukar Siap Gantikan Cooper