Aksi Pelatih Kiper Arema jadi Dirigen Dadakan Aremania

oleh Iwan Setiawan diperbarui 06 Mei 2017, 12:45 WIB
Gaya pelatih kiper Arema, Yanuar Hermansyah, saat jadi dirigen Aremania pada laga kontra Barito Putera di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jumat (5/5/2017). (Bola.com/Iwan Setiawan)

Bola.com, Malang - Setelah memetik kemenangan 1-0 atas Barito Putera, Jumat (5/5/2017), Arema FC melakukan selebrasi bersama pendukung setia. Ada yang berbeda dalam perayaan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang itu.

Setelah pemain dan pelatih memberikan pengormatan ke arah tribune ekonomi, pelatih kiper Yanuar Hermansyah beraksi jadi dirigen. Dengan membawa bendera Arema, dia memimpin Aremania bersorak dan bertepuk tangan dari pinggir lapangan.

Aksi itu sebenarnya jadi kebiasaan yang dilakukan pelatih Arema musim lalu, Milomir Seslija. Pelatih asal Bosnia itu selalu ekspresif saat merayakan kemenangan dengan Aremania.

Namun, kali ini Begal, panggilan Yanuar Hermansyah, melakukannya dengan sedikit jenaka. Sebab, dia tidak melakukan persiapan sebelumnya. "Ini ide kami bersama tim ofisial dan teman-teman media officer. Saya nurut saja," katanya lalu tertawa.

Advertisement

Lantaran baru pertama jadi dirigen, Begal sempat tegang. Wajah yang biasanya dihiasi senyum, tidak terlihat lagi. Dengan spontan, gerakan yang dilakukannya adalah tepuk tangan ala viking khas suporter Islandia. Beberapa detik kemudian Begal menyambar bendera yang disiapkan oleh ofisial di sampingnya.

Aremania sempat terdiam menunggu aksi apa yang hendak dilakukannya. Mantan pelatih kiper Persela Lamongan dan Persiwa Wamena ini memilih untuk menyanyikan salah satu lagi favorit yang biasa dinyanyikan suporter di Stadion Kanjuruhan.

Tidak sampai lima menit, Begal pun menyudahi aksinya dan bergegas menuju kamar ganti. Para asisten pelatih seperti Singgih Pitono, Joko Susilo, dan Kuncoro sempat tertawa melihat aksi spontan koleganya tersebut.

Namun, mereka tetap memberikan apresiasi karena begal sudah memberanikan diri jadi dirigen dadakan. "Aksi ini jadi salah satu bentuk terim akasih kami terhadap Aremania yang setia datang ke stadion," kata Begal.

Ofisial Arema memilih Begal yang melakukan aksi tersebut karena dia sosok staf pelatih yang humoris dan dekat dengan Aremania sehingga suporter merasa respek terhadap aksinya tersebut.

Kebetulan dalam pertandingan Arema melawan Barito Putera, jumlah penonton yang hadir tergolong sedikit, sekitar 7.000 pasang mata Sehingga tim Singo Edan memberikan apresiasi khusus bagi mereka yang sudah rela berkorban waktu dan materi demi memberikan dukungan langsung.