Kritik Tajam Jadi Pelecut Semangat Skuat PSIS

oleh Ronald Seger Prabowo diperbarui 29 Mei 2018, 21:00 WIB
PSIS selebrasi melawan Mitra Kukar. (Bola.com/Ronald Seger Prabowo)

Bola.com, Semarang - PSIS Semarang tampil menggila di pekan ke-11 Gojek Liga 1 2018 bersama Bukapalak. Menjamu Mitra Kukar di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Senin (28/5/2018), Laskar Mahesa Jenar itu menghajar tamunya, empat gol tanpa balas.

Gelandang asing PSIS, Ibrahim Conteh, jadi bintang lapangan dengan borongan dua gol. Sementara gol lainnya disumbangkan Bruno Silva dan Hari Nur Yulianto. Hasil itu sekaligus menyudahi rentetan catatan minor PSIS dan membuat mereka naik ke posisi ke-17 dengan raihan poin 11.

Kiper PSIS, Jandia Eka Putra, membeberkan kunci kemenangan timnya saat tampil menggila saat menjamu pasukan Naga Mekes.

Menurut Jandia, kritik tajam dari berbagai pihak termasuk suporter menjadi pelecut semangat. Pemain ingin segera bangkit dan enggan kembali mengecewakan suporter yang sudah setia memberi dukungan.

Advertisement

Mantan kiper Semen Padang itu menilai, kritikan dari suporter membantu timnya untuk bangkit. Keinginan pendukung setia agar PSIS segera meraih kemenangan menjadikan pemain termotivasi untuk mewujudkan hal itu. Termasuk juga performa Jandia, yang sempat mendapat kritikan dari suporter.

"Kritik itu ibarat masukan dalam sepak bola, itu biasa dan justru melecut semangat kami. Tapi, saya pilih fokus untuk terus tampil baik. Boleh caci kami, tapi hargai kerja keras kami. Memang kami dibayar, tapi kami juga mengorbankan segalanya di lapangan," ungkap Jandia Eka.

Kiper berusia 31 tahun itu menyebut kemenangan meyakinkan atas Mitra Kukar mengapungkan rasa percaya diri untuk kembali tampil apik. Sebab, mereka sudah ditunggu Arema FC di pekan selanjutnya.

"Dengan kemenangan ini, mental kami kembali bangkit. Ini hasil kerja keras semua tim, doa dan harapan semua pencinta PSIS. Kami akan terus bekerja keras di pertandingan selanjutnya," tegas Jandia.