Yamaha dalam Periode Buruk di MotoGP 2018, Zarco Kian Frustrasi

oleh Defri Saefullah diperbarui 26 Sep 2018, 11:03 WIB
Pembalap Yamaha Tech 3, Johann Zarco beraksi pada MotoGP Jerman 2018 di Sirkuit Sachsenring. (Twitter/Tech3Racing)

Jakarta Johann Zarco mulai merasakan frustrasi yang sama dengan Valentino Rossi terkait belum bersaingnya motor Yamaha M1 di MotoGP 2018. Dia mengatakan tak ada solusi untuk motor yang dipakainya bersama tim Yamaha Tech3 musim ini.

Setelah dua kali podium di MotoGP Argentina dan Spanyol, penampilan Zarco belum juga membaik. Pada MotoGP Aragon akhir pekan lalu, dia hanya finis di posisi 14.

Advertisement

Hasil di MotoGP Aragon membuat Yamaha memperpanjang rekor tanpa kemenangan menjadi 23 balapan. Baik tim utama dan tim satelit sama-sama tak mampu pecah telor.

Masalah lama seperti traksi ban belakang di motor Yamaha menjadi sesuatu yang terus mengganggu. Zarco mengatakan, dia dan kru Tech3 tak bisa lakukan apa-apa untuk mengubah ini.

"Tak ada solusi karena saat Anda melaju cepat di tikungan, Anda akan tergelincir. Kalau mencoba lambatkan motor saat akselerasi, motor tak punya akselerasi jadi saya tak tahu harus ke mana," ujar Zarco seperti dikutip Motorsport.

2 dari 3 halaman

Merasa Tak Bagus

Pembalap Yamaha Tech 3, Johann Zarco percaya diri menatap MotoGP Belanda 2018 di Sirkuit Assen. (Twitter/Yamaha Tech 3)

Zarco mengatakan, kondisi seperti sekarang membuatnya terkadang merasa tidak bagus. Dia merasa frustrasi harus terus menjalani periode buruk seperti sekarang.

"Menyedihkan karena saya memberi segalanya di balapan tapi setelah itu Anda bertanya-tanya apakah Anda bagus atau tidak sebagai pembalap," ujarnya.

Di Aragon, kata Zarco, dia kesulitan untuk menikmati balapan. Dia bahkan tak bisa bersaing untuk posisi ke-10.

"Awalnya saya masih bersaing dengan Danilo Petrucci, menyenangkan di awal balapan. Tapi setelah itu, 7 pembalap seakan menjauhi saya dan saya tak bisa mengikuti mereka," katanya.

3 dari 3 halaman

Sudah Disamai

Zarco mengatakan rival-rivalnya saat ini sudah mampu melewati kemampuan motornya. Keunggulannya di akhir 2017 dan awal balapan 2018 lebih dikarenakan karena dia bisa maksimalkan potensi motor.

"Dulu saya bisa maksimalkan 100 persen kemampuan motor, sedangkan yang lain tidak. Tapi sekarang 100 persen tidak cukup," ujarnya.