Pemain Arema Merasa Letih saat Ditekuk PSIS

oleh Iwan Setiawan diperbarui 04 Nov 2018, 21:00 WIB
Pelatih Arema, Milan Petrovic, dalam sesi latihan di Stadion Gajayana, Malang. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Bola.com, Magelang - Kekalahan di kandang PSIS Semarang, Stadion Moch. Soebroto, Magelang, (4/11/2018), sangat disesali skuat Arema FC. Mereka sempat menyamakan kedudukan lewat gol Dendi Santoso pada babak kedua, tetapi PSIS bisa membalasnya lewat Bruno Silva di pengujung laga.

Advertisement

Kekalahan ini membuat pemain Arema tertunduk lesu lantaran mereka berharap setidaknya bisa membawa pulang satu poin ke Malang.

Gelandang Arema, M. Rafli, menyampaikan ada satu di antara faktor yang membuat timnya kalah. Dia dan rekan-rekannya lambat panas lantaran kelelahan.

"Mungkin kami juga kelelahan karena perjalanan darat kemarin ke Magelang. Beberapa pemain lain juga merasakannya karena perjalanan itu harusnya bisa memakai pesawat," jelasnya.

Dua hari lalu rombongan Arema menggunakan kereta api menuju Yogyakarta lebih dahulu. Setelah itu dilanjutkan dengan bus ke Magelang. Total waktu tempuhnya menjadi 10 jam.

Skuat Singo Edan sempat mengeluhkan hal tersebut. Tetapi, manajemen Arema sejak jauh-jauh hari sudah menegaskan ada efisiensi biaya laga tandang.

Hal itu buntut sanksi Komdis PSSI yang membuat Singo Edan menggelar lima laga kandang terakhir musim ini tanpa penonton Sehingga hanya dana nobar yang jumlahnya jauh dibawah penerimaan normal jika menggelar laga dengan penonton.

Pelatih Arema, Milan Petrovic, memprediksi tidak ada pengaruhnya antara lewat perjalanan udara ataupun darat, karena jika naik pesawat, mereka lebih dulu ke Surabaya dengan bus. Setelah itu terbang ke Yogyakarta dan dilanjutkan bus ke Magelang.

Namun demikian, nasi sudah menjadi bubur. Hal ini jadi pelajaran tersendiri bagi Singo Edan sehingga manajemen juga harus mempertimbangkan lagi kondisi pemain jika ingin melakukan efisiensi biaya away.

Dalam sisa kompetisi ini, Arema masih harus menjalani dua laga tandang lagi, yakni ke markas PS Tira di Bantul dan Persela di Lamongan. Untuk ke Bantul ada peluang jika rombongan menggunakan pesawat. Namun ke Lamongan, sudah dipastikan menempuh jalur darat karena jaraknya tidak terlalu jauh.