Zlatan Ibrahimovic Diklaim Bisa Bawa Perubahan di Serie A

oleh Gregah Nurikhsani diperbarui 30 Des 2019, 20:45 WIB
Zlatan Ibrahimovic - Tidak mungkin AC Milan bisa juara tanpa bomber asal Swedia tersebut. Mencetak 14 gol dari 28 laga serta banyak assist pada musim 2010/2011. (AFP/Filippo Monteforte)

Bola.com, Roma - Zlatan Ibrahimovic memilih AC Milan sebagai pelabuhan karier berikutnya. Menurut Simone Inzaghi, keberadaan Ibra bisa memberikan perubahan buat Milan dan Serie A musim 2019-2020.

Bagi Zlatan Ibrahimovic, keputusan tersebut membuatnya menjadi kali kedua berkostum Milan. Sebelumnya, Ibrahimovic sempat membela AC Milan pada 2010 hingga 2012. AC Milan akan mengikat Ibrahimovic dengan kontrak 6 bulan dengan opsi perpanjangan satu tahun.

Advertisement

Fabio Capello yakin Zlatan Ibrahimovic menjadi pembelian yang bagus buat AC Milan. Edwin van der Sar juga berpendapat serupa.

"Saya rasa Ibrahimovic adalah pembelian yang bagus buat Milan. Dia adalah pemain berkarakter yang tak cuma berpartisipasi, tapi juga untuk menang," kata Capello.

"Memang, dia sudah tak bermain selama berbulan-bulan, pasti akan sulit untuk kembali ke bentuk permainan terbaiknya dengan cepat, tapi dia memiliki kualitas," ujar Capello lagi.

"Ini adalah kesempatan yang unik buat Zlatan untuk bermain dan mencetak banyak gol pada pengujung kariernya," tambah Van der Sar.

"Dia akan membawa Milan ke papan atas Serie A," kata mantan kiper Juventus dan Manchester United itu.

Optimisme senada juga keluar dari mulut Simone Inzaghi, pelatih Lazio. Meski timnya terancam dari kejaran Milan, ia secara sportif merasa Ibrahimovic bisa mengubah peta persaingan Serie A.

"Menurut saya, Ibra bisa membantu Milan meraih apa yang mereka inginkan. Saya dengar Ibra dalam kondisi siap tempur," kata Inzagi.

"Tahu Ibra bisa mengurus dirinya sendiri saja sudah membuat saya yakin bahwa ia masih bisa memberikan perubahan di Serie A," ujarnya lagi.

2 dari 2 halaman

Tak Pernah Ingin Meninggalkan Milan

Mantan CEO AC Milan, Adriano Galliano mengungkapkan pernyataan mengejutkan. Pada tahun 2012 silam, ia menyebut Zlatan Ibrahimovic tak ingin meninggalkan Rossonerri.

Galliani juga mengatakan berencana menduetkan Ibra dengan Carlos Tevez. Padahal, Milan mengupayakan Alexandre Pato bergabung dengan PSG, sehingga duet Ibra-Tevez bisa terlaksana.

"Pada Januari 2012, seharusnya Alexandre Pato bergabung dengan PSG. Uang hasil penjualan sedianya akan kami gunakan untuk merekrut Tevez dari Manchester City," ujar Galliani.

Ibrahimovic resmi berseragam AC Milan dengan kontrak enam bulan. Dalam klausulnya, eks Barcelona itu berpeluang menambah durasi kontrak selama satu tahun.

Galliani, meski tak lagi menjadi pejabat di AC Milan, menceritakan banyak hal mengenai Ibrahimovic. Kembalinya pemain asal Swedia itu ke San Siro, menurutnya, bukan sesuatu yang mengejutkan karena sejatinya Ibra selalu ingin bermain.

"Ibra tidak pernah mau meninggalkan Milan. Dia dijual untuk menyeimbangkan neraca keuangan," kata Galliani lagi.

"Dia selalu bisa menentukan masa depannya, kecuali yang itu tadi. Andai saja ia bertahan di Milan, mereka pasti bukanlah Milan seperti yang sekarang," ujarnya memungkasi.

 

Sumber: Football Italia

Berita Terkait