Eks Manajer Timnas Indonesia Andi Darussalam Tutup Usia, Arema FC Ikut Berduka

oleh Iwan Setiawan diperbarui 17 Agu 2021, 10:45 WIB
Mantan Manajer Timnas Indonesia, Andi Darussalam, memberikan keterangan saat jumpa pers di Jakarta, kamis (20/12). Para pemain Timnas Indonesia membantah terlibat pengaturan skor di Piala AFF 2010. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Malang - Salah satu tokoh sepakbola Indonesia dan pernah menjabat manajer Tim Nasional, Andi Darussalam Tabusalla tutup usia pada Senin (17/08/2021) malam WIB.

Mantan manajer Timnas Indonesia era 90-an ini menghembuskan nafas terakhir di RS Wahidin, Makassar. Dalam beberapa tahun terakhir, kondisi kesehatannya menurun dan beberapa kali melakukan cuci darah.

Advertisement

Salah satu klub Liga 1, Arema FC ikut merasa kehilangan tokoh yang satu ini. Meski bukan orang Malang, Andi Darussalam masih tercatat sebagai Dewan Pembina Yayasan Arema. Namun Yayasan tersebut sudah tidak aktif sejak tim Singo Edan terpecah karena dualisme kompetisi di tahun 2012 silam.

"Dari hati yang paling dalam, kami sampaikan duka cita atas berpulangnya Puang Andi Darussalam yang merupakan salah satu tokoh senior dalam perjalanan Arema," kata Media Officer Arema FC, Sudarmaji.

Andi Darussalam dirasa punya banyak jasa untuk Arema. Dalam momen krusial saat Singo Edan terbelit masalah, dia hadir memberikan solusi. Sosok almarhum bisa mencarikan sponsor atau pengurus baru yang bisa menjamin eksistensi Singo Edan.

"Banyak jasa yang sudah diberikan oleh almarhum pada Arema. Termasuk bagaimana loyalitasnya saat itu untuk menjaga eksistensi tim ini," lanjutnya.

 

 

Saksikan Video Pilihan Kami:

2 dari 2 halaman

Peran Andi Darussalam

Alfred Riedl saat menjenguk mantan manajer timnas Indonesia, Andi Darussalam di Singapura, 2018 lalu (Istimewa)

Saat Arema sukses menjadi juara ISL 2010, sosok Andi Darussalam juga ikut berperan. Tepatnya di awal musim saat pembentukan tim. Seperti biasa, Arema goyah secara finansial karena sudah dilepas PT Bentoel.

Andi punya andil mencarikan Arema sebuah konsorsium untuk mendanai klub. Akhirnya, Singo Edan jadi juara musim itu. Ketika Arema terpecah, Andi tetap menerima dua kubu dengan terbuka. Baik pengurus Arema FC maupun Arem Indonesia diterimanya dengan baik.

Namun untuk sejarah, dia lebih memihak kepada Arema Indonesia. Sedangkan untuk pengelolaan dan eksistensi klub, almarhum mengapresiasi Arema FC.