Ferrari Belum Ngebut di Suzuka, Lewis Hamilton Keluhkan Performa SF-26: Kurang Cepat dan Minim Kepercayaan Diri

Akhir pekan Formula 1 di Jepang belum berjalan sesuai harapan bagi Lewis Hamilton. Pembalap anyar Scuderia Ferrari itu mengakui mobil yang ia kendarai masih belum cukup kompetitif setelah sesi latihan bebas Jumat di Grand Prix Jepang.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 27 Maret 2026, 22:15 WIB
Mekanik mendorong mobil pembalap Ferrari asal Inggris, Lewis Hamilton, di pit saat sesi latihan pertama Formula Satu Grand Prix China di Sirkuit Internasional Shanghai pada 21 Maret 2025. (HECTOR RETAMAL/AFP)

Bola.com, Jakarta - Akhir pekan Formula 1 di Jepang belum berjalan sesuai harapan bagi Lewis Hamilton. Pembalap anyar Scuderia Ferrari itu mengakui mobil yang ia kendarai masih belum cukup kompetitif setelah sesi latihan bebas Jumat di Grand Prix Jepang.

Sirkuit Suzuka yang terkenal teknis dan menantang justru memperlihatkan kelemahan Ferrari. Baik Hamilton maupun rekan setimnya, Charles Leclerc, terlihat kesulitan mengendalikan SF-26 secara maksimal.

Advertisement

Hasilnya pun belum memuaskan. Hamilton hanya mampu finis di posisi keenam pada sesi FP2, tertinggal 0,847 detik dari pembalap McLaren, Oscar Piastri, yang tampil sebagai yang tercepat. Leclerc sedikit lebih baik dengan berada tepat di depan Hamilton.

Situasi ini menjadi sinyal bahwa Ferrari masih memiliki pekerjaan rumah besar jika ingin bersaing di barisan depan pada balapan utama.

 


Hamilton: Mobil Terasa Baik, Tapi Tidak Cukup Cepat

Pembalap Inggris dari Mercedes, George Russell (kiri), pembalap Inggris dari Ferrari, Lewis Hamilton (tengah), dan pembalap Monako dari Ferrari, Charles Leclerc, berkompetisi dalam balapan sprint menjelang Grand Prix Formula Satu China di Sirkuit Internasional Shanghai di Shanghai pada 14 Maret 2026. (Greg Baker/AFP)

Hamilton mengungkapkan bahwa masalah utama Ferrari saat ini bukan sepenuhnya pada kenyamanan berkendara, melainkan performa yang belum maksimal.

“Sirkuit ini luar biasa. Secara umum mobil terasa cukup baik. Hanya saja saat ini belum cukup cepat, dan saya rasa ini soal keseimbangan. Kami harus bekerja keras semalaman untuk mencari setelan yang lebih tepat,” ujar Hamilton.

Ia juga mengakui sempat kehilangan rasa percaya diri saat mengemudi, sesuatu yang cukup krusial di lintasan seperti Suzuka yang menuntut presisi tinggi.

Ketika ditanya apakah Ferrari bisa lebih kompetitif pada hari Sabtu, Hamilton memilih realistis.

Menurutnya, penggunaan energi menjadi salah satu faktor yang perlu diperbaiki, selain mencari setelan mobil yang optimal untuk memaksimalkan potensi yang masih tersembunyi.

“Sulit untuk dikatakan. Ada banyak waktu yang hilang di lintasan lurus, sekitar empat persepuluh detik menuju Tikungan 1 dibandingkan McLaren.”

 


Regulasi Baru Jadi Tantangan Tambahan

Hamilton juga menyinggung dampak regulasi baru musim 2026 yang menurutnya menghadirkan tantangan tersendiri, terutama dalam hal manajemen energi.

“Super clipping jelas bukan hal yang menyenangkan. Anda masuk ke beberapa bagian lintasan dengan kondisi seperti meluncur tanpa tenaga,” katanya.

Ia menilai kondisi tersebut mengurangi keseruan mengemudi di Suzuka, meski secara keseluruhan mobil tetap terasa menyenangkan di beberapa sektor.

“Bagian itu mungkin yang paling tidak menyenangkan dari perubahan aturan ini. Tapi di luar itu, mobil terasa cukup baik dan tetap menyenangkan untuk dikendarai,” lanjutnya.

 


Ferrari Akui Kesenjangan Sesuai Perkiraan

Sementara itu, Direktur Olahraga Ferrari, Diego Ioverno, mengakui bahwa performa tim pada hari Jumat sebenarnya tidak jauh dari prediksi awal.

“Saya rasa selisihnya kurang lebih sesuai dengan yang kami perkirakan. Ini juga sejalan dengan dua balapan sebelumnya, terutama dalam simulasi jarak pendek,” ujarnya.

Meski demikian, Ferrari tetap berupaya melakukan perbaikan. Tim fokus menganalisis data untuk mengatasi berbagai masalah kecil, termasuk manajemen mobil yang belum optimal.

Ia juga menyoroti keluhan Hamilton terkait kurangnya kepercayaan diri saat mengemudi sebagai salah satu aspek yang harus segera dibenahi.

Selain itu, karakteristik lintasan Suzuka yang sulit, ditambah permukaan baru di sektor kedua, menjadi tantangan tambahan bagi para pembalap.

“Faktor kunci adalah memastikan ban langsung bekerja sejak lap pertama,” kata Ioverno.

Berita Terkait