Jurgen Klopp Yakin Mo Salah Tak Tergantikan di Liverpool, Kiprahnya bak Film Indah

Jurgen Klopp yakin Mohamed Salah tidak akan tergantikan di Liverpool.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 28 Maret 2026, 13:30 WIB
Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, memberikan selamat kepada Mohamed Salah usai timnya meraih kemenangan atas Atalanta pada laga lanjutan Liga Champions 2020/2021 di Gewiss Stadium, Rabu (4/11/2020) dini hari WIB. Liverpool menang 5-0 atas Atalanta. (AFP/Miguel Medina)

Bola.com, Jakarta - Jurgen Klopp meyakini bahwa Mohamed Salah adalah sosok yang tak tergantikan di Liverpool. Ia bahkan menggambarkan perjalanan karier Salah di Anfield sebagai "film indah dengan akhir bahagia".

Klopp merupakan sosok yang membawa Salah ke Liverpool dari AS Roma pada Juni 2017 dengan nilai transfer awal 34 juta paun. Meski sempat beberapa kali berselisih, hubungan keduanya tetap dekat hingga kini.

Advertisement

Keduanya bahkan saling bertukar pesan pada Selasa lalu waktu setempat, setelah Salah mengumumkan akan meninggalkan Liverpool di akhir musim, setahun sebelum kontraknya berakhir.

Penyerang Timnas Mesir itu kini menempati posisi ketiga dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa Liverpool dengan 255 gol.

Menurut Klopp, kontribusi luar biasa tersebut membuat Salah mustahil digantikan dengan pemain sejenis.

"Pemain dengan karakter seperti ini tidak tergantikan," kata Klopp, yang kini menjabat sebagai kepala sepak bola global di Red Bull.

"Saya bahkan tidak yakin ada pemain lain seperti dia di luar sana. Memang ada pemain lain di posisi sayap dengan kekuatan dan kualitas berbeda, tetapi angka yang dihasilkan Mo tidak tertandingi dari posisi itu."

"Angkanya untuk pemain sayap benar-benar luar biasa. Bahkan untuk seorang penyerang pun sulit ditandingi. Jadi, kalau memang tidak mungkin, kenapa harus mencoba?" imbuhnya.


Jangan Cari Pengganti

Sejak bergabung pada 2017, Salah telah menjelma sebagai mesin gol bagi Liverpool sekaligus ikon kejayaan bagi Merseyside Merah. (AFP/Javier Soriano)

Klopp menegaskan bahwa Liverpool sebaiknya tidak berusaha mencari pengganti identik, melainkan membangun ulang tim dengan pendekatan berbeda.

"Saya bukan dalam posisi memberi saran, tetapi datangkan saja pemain baru dan mainkan sepak bola yang bisa membawa kesuksesan," ujarnya.

Ia kemudian mengingatkan bahwa Liverpool sebelumnya juga kehilangan sejumlah pemain penting, seperti Sadio Mane, Roberto Firmino, Georginio Wijnaldum, Jordan Henderson, hingga James Milner.

"Kami kehilangan Mane, pemain yang luar biasa. Firmino, luar biasa. Saat Wijnaldum pergi, mungkin tidak banyak yang merasa kehilangan besar sampai dia benar-benar tidak ada, lalu semua baru sadar perannya," kata Klopp.

"Kemudian Henderson pergi, Milner juga. Tapi, pemain lain datang. Memang seperti itu sepak bola. Jangan mengejar bayangan masa lalu. Temukan cara baru dan mainkan," ucap Klopp.


Tak Mudah Ditangani

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, memberikan arahan kepada Sadio Mane dan Mohamed Salah saat menghadapi Midtjylland pada laga Liga Champions 2020/2021 di Stadion Anfield, Rabu (28/10/2020) dini hari WIB. Liverpool menang 2-0 atas Midtjylland. (AFP/Peter Powell/pool)

Klopp, yang kini menjadi duta kehormatan LFC Foundation, juga akan terlibat dalam laga amal yang mempertemukan legenda Liverpool melawan legenda Borussia Dortmund di Anfield.

Meski penuh pujian, Klopp mengakui Salah bukan pemain yang selalu mudah ditangani.

"Saya bisa merangkumnya: saya sangat bahagia dan bangga pernah menjadi bagian dari perjalanan ini," ujarnya.

"Rekan setim yang hebat, pribadi yang luar biasa, meski bukan teman yang menyenangkan saat dia tidak mencetak gol," katanya sambil berkelakar.

"Kami mengkritiknya karena egois, tapi kemudian merayakannya saat dia mencetak gol setelah melewati lima pemain. Kami tahu kami pernah berdebat, bukan perdebatan besar."


Saling Menghormati

Winger Liverpool, Mohamed Salah, berhasil mencetak tiga gol ke gawang Leeds United pada laga pekan perdana Premier League musim ini di Stadion Anfield, Sabtu (13/9/2020). (AFP/Shaun Botterill/POOL)

Klopp juga menyinggung momen perselisihan kecil yang terjadi di depan publik, termasuk saat pertandingan melawan West Ham

"Kami berdua mungkin lima detik kemudian sudah berpikir, 'Jangan lakukan itu di depan umum, ulangi lagi.' Keesokan harinya semuanya sudah selesai, tetapi itu terjadi di depan publik," ungkapnya.

Menurutnya, rasa saling menghormati antara dirinya dan Salah tidak pernah hilang.

"Kami tidak pernah kehilangan rasa hormat satu sama lain, dan itu yang paling saya sukai. Dia pasti tidak menyukai saya sesaat ketika saya menariknya keluar di menit ke-87, dan Anda pasti bertanya, 'Kenapa?"

Ia juga mengenang masa ketika Salah bermain bersama Mane sebagai tantangan tersendiri.

"Waktu dia dan Mane bermain bersama, itu memang tantangan. Pemain spesial memang selalu menjadi tantangan. Sebutkan satu saja yang tidak?"


Film yang Indah

Pemain Liverpool, Mohamed Salah merayakan kemenangan dengan berswafoto bersama dengan para suporter timnya dalam laga lanjutan Liga Inggris 2024/2025 melawan Tottenham Hotspur di Anfiled, Liverpool, Inggris, Minggu (27/04/2025) waktu setempat. (AP Photo/Jon Super)

Kini, Klopp merasa waktunya untuk melihat perjalanan itu dari sudut pandang berbeda.

"Sekarang waktunya, bukan untuk suporter Liverpool, karena masih banyak yang harus diperjuangkan, tetapi bagi saya, ini berbeda, saya bisa melihat ke belakang," katanya.

"Dan itu adalah masa yang luar biasa, serta pemain yang luar biasa. Kami seperti menganggapnya biasa saja, padahal tim ini luar biasa," ucapnya.

"Dalam momen seperti ini, waktu seakan berhenti sejenak. Anda seperti menonton kembali sebuah film. Tujuan saya sejak awal adalah, ketika saya tua nanti, saya bisa melihat ke belakang dan tersenyum, dan itu pasti terjadi."

"Perjalanan Mo adalah film yang indah. Untuk membuatnya menarik, tentu ada beberapa konflik. Tapi, ini tetap film yang indah dengan akhir yang bahagia," kata Klopp.

 

Sumber: Guardian

Berita Terkait