Membongkar Strategi Ciamik John Herdman saat Timnas Indonesia Hajar St. Kitts and Nevis

Timnas Indonesia berpesta gol ke gawang St. Kitts and Nevis dalam pertandingan FIFA Series 2026. Bermain di kandang sendiri Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, skuad Garuda menggilas lawannya empat gol tanpa balas, Jumat (27/3/2026) malam WIB.

BolaCom | Vincentius AtmajaDiterbitkan 28 Maret 2026, 19:30 WIB
Laga ini menandai debut John Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia. Tampak dalam foto, pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, saat memimpin Skuad Garuda melawan Saint Kitts and Nevis pada ajang FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jumat (27/3/2026) malam WIB. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia berpesta gol ke gawang St. Kitts and Nevis dalam pertandingan FIFA Series 2026. Bermain di kandang sendiri Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, skuad Garuda menggilas lawannya empat gol tanpa balas, Jumat (27/3/2026) malam WIB.

Beckham Putra menjadi bintang kemenangan Timnas Indonesia lewat borongan dua gol yang diciptakannya pada menit ke-15 dan 25. Ole Romeny dan Mauro Zijlstra masing-masing mencetak satu gol untuk memastikan kemenangan 4-0 skuad Garuda di kandang sendiri.

Advertisement

Timnas Indonesia yang turun dengan komposisi terbaiknya, memang mendominasi permainan di pertandingan ini. Pasukan John Herdman unggul penguasaan bola hingga 61 persen dibanding 39 persen milik St. Kitts and Nevis.

Skuad Garuda juga unggul jauh hingga 10 kali tembakan mengarah ke gawang St. Kitts and Nevis, meski empat gol yang bisa disarangkan. Hasil ini membuat Timnas Indonesia menantang Bulgaria di final FIFA Series 2026 pada Senin (30/3/2026).

Yuk simak ulasan menarik mengenai strategi dari John Herdman yang membawa kemenangan telak Timnas Indonesia atas St. Kitts and Nevis berikut ini:

 


Bermain Sabar

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Jumat 27 Maret 2026, Skuad Garuda menang telak 4-0. Tampak dalam foto, bek Timnas Indonesia, Elkan Baggott (tengah) berusaha mengamankan bola atas saat melawan Saint Kitts and Nevis pada ajang FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jumat (27/3/2026) malam WIB. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

St. Kitts and Nevis secara mengejutkan tampil langsung menekan sejak peluit sepak mula. Kecepatan para pemain St. Kitts and Nevis membuat lini pertahanan Timnas Indonesia dibuat deg-degan.

Meski tim lawan cukup agresif, Jay Idzes dkk. tak menunjukkan tanda-tanda lengah. Trio Rizky Ridho, Jay Idzes, dan Elkan Baggott dengan tenang mengantisipasi pergerakan bola dan pemain St. Kitts and Nevis.

Di sisi lain, permainan Timnas Indonesia cukup tenang dan penuh percaya diri dalam membangun serangan, mengantisipasi aliran bola lawan, hingga percobaan penyelesaian peluang. Jarak antar pemain tak terlalu jauh dan saling memberi dukungan.

 


Umpan Terobosan Ciamik

Pemain Timnas Indonesia, Beckham Putra (kanan) dan Ole Romeny melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang St Kitts and Nevis dalam laga semifinal FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Jumat (27/03/2026). (Bola.com/Abdul Aziz)

Umpan-umpan daerah yang diperagakan Timnas Indonesia membuat pertahanan St. Kitts and Nevis kewalahan. Seperti yang ditunjukkan Ole Romeny yang sedikit turun ke bawah dan memberi umpan terobosan untuk Jordi Amat, yang berujung tendangan penjuru.

Kemudian sebuah akselerasi serangan balik dari Beckham Putra yang memberi umpan terobosan kepada Kevin Diks. Namun sayangnya usaha Kevin Diks masih menyamping dari gawang.

Strategi bola terobosan Timnas Indonesia membuahkan hasil untuk gol yang dicetak Beckham Putra, usai menyambut umpan daerah dari Ole Romeny.

 


Fleksibel

Pemain Timnas Indonesia, Ole Romeny (kanan) melakukan selebrasi setelah mencetak assist untuk gol Beckham Putra ke gawang St Kitts and Nevis dalam laga semifinal FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Jumat (27/03/2026). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Taktik yang diterapkan John Herdman layak diacungi jempol. Fleksibilitas permainan di atas lapangan yang ditunjukkan skuad Garuda terlihat efektif. Dari formasi 4-4-2, bisa berkembang lebih ofensif.

Terbukti dengan brace di babak pertama yang ditorehkan Beckham Putra. Pemain yang berposisi sebagai gelandang serang, mendadak bisa menempati penyerang ketika Ole Romeny sedikit turun dan membuka ruang.

Transisi permainan Timnas Indonesia cukup rapi dan membuat St. Kitts and Nevis kesulitan mengembangkan permainan. Bahkan Calvin Verdonk beberapa kali bermain hingga ke wilayah kanan permainan untuk menambah kedalaman taktik.

 


Kedalaman Skuad Mumpuni

Pelatih John Herdman berhasil mengoptimalkan potensi skuadnya dan meramunya dalam komposisi starter maupun pengganti di babak kedua. Tiga bek tengah yang diisi Jay Idzes, Rizky Ridho, dan kembalinya Elkan Baggott membuat jantung pertahanan sangat aman.

Kevin Diks beroperasi di kanan dan Verdonk di kiri, membuat keseimbangan di lini tengah. Pemain muda Dony Tri Pamungkas menjadi kunci di sisi kiri permainan lewat manuver serta stamina yang kuat untuk naik-turun.

Jordi Amat mampu menjadi jenderal lini tengah yang pas menggantikan peran Joey Pelupessy yang baru masuk di babak kedua. Beckham Putra menjadi solusi dalam penyerangan, untuk menjelma sebagai striker bayangan.

Duet Ole Romeny dan Ramadhan Sananta di depan cukup untuk membuat pertahanan St. Kitts and Nevis ngos-ngosan dalam menghentikannya. Herdman melakukan rotasi di babak kedua yang tak kalah bagusnya.

Memasukkan Sandy Walsh, Ivar Jenner, Yakob Sayuri, Joey Pelupessy, Justin Hubner, Ragnar Oratmangoen, Eliano Reijnders, dan Mauro Zijlstra, cukup untuk mengamankan tiga angka sampai laga berakhir.

Berita Terkait