Gabby Agbonlahor Kritik Arsenal yang Tarik Pemain dari Tugas Internasional di FIFA Matchday Maret 2026

Gabby Agbonlahor menilai beberapa pemain Arsenal seharusnya mendapat larangan bermain, dan Premier League diminta mempertimbangkan aturan baru untuk menindak pemain yang mundur dari panggilan tim nasional.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 31 Maret 2026, 11:30 WIB
Arsenal berhasil meraih kemenangan 2-0 atas Everton pada laga pekan ke-30 Premier League di Stadion Emirates, Minggu (15/03/2026) dini hari WIB. Satu dari dua gol The Gunners dicetak Viktor Gyokeres pada menit ke-89. (AFP/Ben STANSALL)

Bola.com, Jakarta - Gelombang penarikan sejumlah pemain Arsenal dari tugas internasional pada FIFA Matchday Maret 2026 ini memicu kontroversi di Inggris.

Di tengah persaingan ketat menuju akhir musim Premier League, situasi ini menimbulkan kecurigaan langkah itu dilakukan demi menguntungkan klub dalam perburuan gelar.

Advertisement

Mantan striker Aston Villa yang kini jadi pundit, Gabby Agbonlahor, bahkan melontarkan kritik tajam. Ia menilai beberapa pemain Arsenal seharusnya mendapat larangan bermain, dan Premier League diminta mempertimbangkan aturan baru untuk menindak pemain yang mundur dari panggilan tim nasional.

Agbonlahor menyoroti fakta 10 pemain Arsenal mundur dari tugas internasional bulan ini. Menurutnya, kompetisi domestik perlu bersikap tegas jika ada pemain yang menarik diri dari timnas demi mendapatkan keuntungan bersama klubnya.

“Jika saya menjadi bagian dari Premier League dan saya harus membuat keputusan, saya akan memberlakukan aturan baru, yakni Anda harus absen pada pertandingan Premier League berikutnya jika menarik diri dari tugas internasional," ujar Agbonlahor kepada talkSPORT.

“Saya katakan sesuatu, para pemain akan berhenti menarik diri. Bermain untuk negara Anda adalah sebuah kehormatan. Jika saya Harry Kane, saya akan berbicara soal ini dan berkata, ‘Ayo, teman-teman, jangan kembali ke kebiasaan empat atau lima tahun lalu ketika para pemain terus-menerus menarik diri’."

“Saya paham, Arteta sedang melakukan segala kemungkinan untuk memenangkan trofi-trofi ini. Pertandingan mereka berikutnya setelah jeda internasional adalah Piala FA melawan Southampton."

“Saya hanya tidak suka pemain menarik diri dari tugas internasional. Bermain untuk negara Anda adalah sebuah kehormatan. Menurut saya ini tidak terasa benar,” lanjutnya.

 
 

Banyak Pemain Arsenal Mundur dari Skuad Negara Masing-Masing

Pemain Arsenal David Raya, Martin Odegaard, Bukayo Saka, Ben White dan Declan Rice (kiri ke kanan melakukan selebrasi setelah memenangkan adu penalti pada pertandingan sepak bola leg kedua babak 16 besar Liga Champions melawan Porto FC di Emirates Stadium, London utara, 12 Maret 2024. (Adrian DENNIS/AFP)

William Saliba menjadi pemain pertama yang mundur dari tugas internasional, setelah tidak masuk skuad Prancis usai Arsenal kalah dari Manchester City di final Carabao Cup.

Setelah itu, Eberechi Eze juga dipastikan absen dari laga persahabatan Timnas Inggris melawan Uruguay dan Jepang. Jurrien Timber dan Martin Odegaard, yang masih dalam pemulihan cedera, juga mundur masing-masing dari skuad Belanda dan Norwegia.

Leandro Trossard meninggalkan pemusatan latihan Belgia, sementara Martin Zubimendi mundur dari skuad Spanyol dan Piero Hincapie meninggalkan timnas Ekuador untuk kembali ke Inggris.

Noni Madueke, yang mengalami cedera lutut saat Inggris bermain imbang 1-1 melawan Uruguay Jumat lalu, juga diizinkan meninggalkan skuad.

Sementara itu, Bukayo Saka dan Declan Rice mendapat libur pada pekan pertama untuk beristirahat setelah Thomas Tuchel membagi skuadnya ke dalam dua pertandingan.

Diketahui, setelah bergabung dengan anggota skuad lainnya di pusat latihan Tottenham Hotspur Way, keduanya juga kemudian diizinkan meninggalkan tim.


Arsenal Hadapi Periode Krusial dalam Perburuan Gelar

Remaja berusia 16 tahun tersebut tampil sebagai sosok penentu meski baru dimainkan pada paruh kedua pertandingan. Ia bahkan mengunci kemenangan Arsenal sekaligus menorehkan rekor baru dalam sejarah kompetisi. (AP Photo/Kin Cheung)

Situasi ini terjadi pada momen yang sangat penting bagi Arsenal. Tim asuhan Mikel Arteta sedang memasuki pekan-pekan penentuan dalam perebutan gelar Premier League.

Man City memang tertinggal sembilan poin dari Arsenal, tetapi tim asuhan Pep Guardiola masih memiliki satu pertandingan sisa lebih banyak.

Kondisi kebugaran para pemain menjadi faktor penting, sehingga keputusan mundurnya banyak pemain Arsenal dari timnas pun langsung mengundang perhatian besar.

Kritik Agbonlahor muncul karena merasa ada potensi penyalahgunaan jeda internasional untuk kepentingan klub, terutama ketika tekanan persaingan liga sedang memuncak.


Thomas Tuchel Bela Bukayo Saka dan Declan Rice

Meskipun begitu, strategi pelatih asal Jerman tersebut akan membuka lebih banyak opsi pemain sekaligus menjaga kondisi fisik para bintang utamanya. (AFP/Paul Ellis)

Meski kecurigaan terhadap banyaknya pemain Arsenal yang mundur mulai mencuat, Thomas Tuchel memberikan pembelaan kepada Bukayo Saka dan Declan Rice. Pelatih itu menegaskan tidak meragukan kejujuran keduanya terkait kondisi fisik mereka.

“Saya paham bagaimana ini terlihat. Saya tetap memiliki kepercayaan 100 persen pada kejujuran Declan dan Bukayo," ujar Tuchel.

“Kami melakukan tes medis, saya melihat mereka. Saya tidak punya alasan untuk percaya salah satu dari mereka tidak jujur kepada saya."

"Namun, mengingat banyaknya pemain Arsenal yang mundur, saya paham persepsi yang muncul. Mereka sangat ingin terlibat, hanya untuk meluruskan narasi. Tetapi keduanya jelas sedang merasa tidak nyaman,” lanjutnya.

Pernyataan Tuchel setidaknya meredakan sebagian tudingan terhadap dua pemain kunci Arsenal tersebut.

Namun, polemik soal penarikan massal pemain dari tugas internasional tampaknya masih akan terus menjadi bahan perdebatan, terutama jika Arsenal mampu menjaga keunggulan mereka dalam perburuan gelar musim ini.

Sumber: Mirror

 

Persaingan di Premier League

Berita Terkait