Tato Real Madrid Bikin Pesepak Bola Didepotasi dari AS dan Dikirim ke Penjara Paling Mengerikan di Dunia

Departemen Keamanan Dalam Negeri AS menilai tato itu mengindikasikan hubungan dengan geng kriminal dan juga menunjuk sebuah foto Barrios yang dianggap menunjukkan isyarat tangan geng.

Bola.com, Jakarta - Nama Donald Trump kembali menjadi sorotan dalam dunia sepak bola setelah muncul kisah kontroversial mengenai deportasi seorang pesepak bola asal Venezuela.

Dalam beberapa tahun terakhir, Trump memang sering dikaitkan dengan sepak bola karena Amerika Serikat menjadi salah satu dari tiga tuan rumah Piala Dunia 2026, bersama Kanada dan Meksiko.

Namun, keterlibatan Donald Trump dalam dunia sepak bola kerap menimbulkan kontroversi. Salah satu isu yang paling banyak diperbincangkan adalah daftar larangan perjalanan terhadap 39 negara yang diumumkannya.

Kebijakan tersebut menimbulkan kekhawatiran terkait visa, keamanan, dan logistik menjelang turnamen sepak bola terbesar di dunia itu.

Meski menuai kritik, Presiden FIFA, Gianni Infantino, bahkan sempat memberikan penghargaan perdana FIFA Peace Prize kepada Donald Trump pada Desember 2025.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Jerce Reyes Barrios Dideportasi karena Tato

Di tengah berbagai kontroversi tersebut, muncul kisah yang jarang diketahui publik mengenai pesepak bola Venezuela bernama Jerce Reyes Barrios.

Barrios, yang juga merupakan pelatih sepak bola anak-anak, ditahan setelah ikut serta dalam aksi protes terhadap pemerintahan Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada awal 2024.

Setelah melarikan diri dari negaranya, ia menuju perbatasan Meksiko dan memasuki Amerika Serikat pada September 2024 menggunakan aplikasi CBP One, sistem yang diperkenalkan pada masa pemerintahan Joe Biden untuk mengatur janji temu imigrasi di perbatasan resmi.

Namun, setelah tiba di AS, menurut pengacaranya Linette Tobin, Barrios dideportasi ke El Salvador. Keputusan itu diduga dipicu oleh salah tafsir terhadap tato di tubuhnya.

Departemen Keamanan Dalam Negeri AS menilai tato itu mengindikasikan hubungan dengan geng kriminal dan juga menunjuk sebuah foto Barrios yang dianggap menunjukkan isyarat tangan geng.

Tobin membantah keras tuduhan tersebut. Ia menjelaskan bahwa tato Barrios sebenarnya bergambar mahkota di atas bola sepak dengan tulisan Dios, atau Tuhan, yang terinspirasi dari lambang klub favoritnya, Real Madrid.

Bahkan, seniman tato yang membuatnya menyatakan desain itu memang terinspirasi dari logo klub ibu kota Spanyol tersebut.

Barrios dilaporkan tidak memiliki catatan kriminal, tetapi pihak berwenang menuduhnya memiliki hubungan dengan organisasi kriminal Venezuela Tren de Aragua.

Menurut pengacaranya, ia sebenarnya sedang menunggu sidang imigrasi ketika tiba-tiba dideportasi sebelum proses hukum tersebut berlangsung.

 

Dikirim ke Penjara Keamanan Maksimum El Salvador

Setelah deportasi, Barrios dikirim ke penjara keamanan maksimum CECOT (Centre for the Confinement of Terrorism) di El Salvador, sebuah fasilitas yang dikenal sebagai salah satu penjara paling keras di dunia.

Penjara ini dibangun pada 2023 oleh pemerintah El Salvador di bawah kepemimpinan Presiden Nayib Bukele sebagai bagian dari operasi besar-besaran memberantas geng kriminal.

CECOT sering dijuluki “Alcatraz Amerika Tengah” karena sistem keamanan dan kondisi penjaranya yang sangat ketat.

Sel-sel penjara itu berbeda dari penjara di Amerika Serikat. Setiap sel dirancang untuk menampung sekitar 80 tahanan atau lebih, dan para narapidana hampir sepanjang hari berada di dalam sel.

Jurnalis CNN David Culver pernah menggambarkan kondisi di dalam penjara setelah mengunjunginya.

"Satu-satunya perabotan adalah ranjang logam bertingkat tanpa seprai, bantal, atau kasur … ada toilet terbuka, wastafel semen dan ember plastik untuk mencuci, serta kendi besar untuk air minum.”

Para tahanan bahkan hanya diperbolehkan keluar dari sel sekitar 30 menit per hari, sementara lampu di dalam sel tetap menyala sepanjang waktu.

Nasib Barrios Setelah Bebas

Diperkirakan 10.000 hingga 20.000 tahanan berada di CECOT pada tahun lalu, termasuk ratusan orang yang dideportasi dari Amerika Serikat.

Dalam kasus Barrios, keluarganya sempat kehilangan kontak dengannya selama berbulan-bulan sebelum akhirnya diketahui ia telah dibebaskan tahun ini.

Kasus ini menambah panjang daftar kontroversi kebijakan deportasi yang dilakukan pemerintah AS terhadap orang-orang yang diduga memiliki hubungan dengan geng kriminal.

Bagi banyak pengamat, kisah Jerce Reyes Barrios menjadi contoh bagaimana kesalahpahaman—bahkan hanya karena sebuah tato—dapat berujung pada konsekuensi yang sangat serius dalam sistem keamanan dan imigrasi internasional.

Sumber: Give Me Sport

Video Populer

Foto Populer