Chelsea di Persimpangan Jalan: Xabi Alonso atau Andoni Iraola yang Bisa Selamatkan The Blues?

Dua nama kini menjadi kandidat terkuat manajer Chelsea, yakni Xabi Alonso dan Andoni Iraola.

Bola.com, Jakarta - Chelsea tengah menghadapi salah satu keputusan terbesar mereka dalam beberapa tahun terakhir. Di tengah performa buruk sepanjang paruh kedua musim 2025/2026, The Blues kini berburu pelatih baru untuk membangun kembali kekuatan klub.

Dua nama kini menjadi kandidat terkuat, yakni Xabi Alonso dan Andoni Iraola.

Chelsea sebenarnya memulai musim dengan cukup menjanjikan. Saat memecat Enzo Maresca pada 1 Januari 2026, mereka masih berada di posisi kelima klasemen Premier League.

Namun situasi berubah drastis dalam beberapa bulan terakhir. Chelsea kini tercecer di posisi kesembilan dan bahkan terancam finis di luar 10 besar jika hasil dua laga terakhir musim ini tidak berjalan sesuai harapan.

Ironisnya, Bournemouth yang sempat berada jauh di bawah Chelsea kini justru melesat ke posisi keenam di bawah asuhan Iraola.

Meski memenangkan Piala FA bisa menjadi pelipur lara dan memastikan tiket kompetisi Eropa musim depan, banyak pihak menilai itu hanya akan menutupi masalah besar yang masih menghantui klub asal London Barat tersebut.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Xabi Alonso Datang dengan Reputasi Besar

Nama Xabi Alonso sebenarnya sudah lama diidolakan banyak pendukung Chelsea. Kesuksesannya bersama Bayer Leverkusen membuatnya dianggap sebagai salah satu pelatih muda terbaik di Eropa.

Namun situasinya sedikit berubah setelah periode yang tidak sepenuhnya mulus bersama Real Madrid.

Meski begitu, banyak yang percaya kegagalan Alonso di Santiago Bernabeu bukan sepenuhnya kesalahannya. Lingkungan ruang ganti yang dipenuhi ego besar dan tekanan internal klub disebut membuat ide-ide taktis Alonso sulit berkembang maksimal.

Pelatih berusia 44 tahun itu dikenal fleksibel secara taktik. Ia mampu memainkan berbagai variasi formasi, mulai dari 4-4-2 hingga 3-4-2-1 yang sukses besar diterapkannya di Leverkusen.

Di Jerman, Alonso mengandalkan peran wing-back agresif seperti Alex Grimaldo dan Jeremie Frimpong untuk menopang permainan menyerang.

Namun jika datang ke Chelsea, Alonso kemungkinan harus melakukan banyak penyesuaian. Cedera berulang Reece James membuat sisi kanan pertahanan sulit stabil, sementara sektor kiri juga belum memiliki profil wing-back ideal.

Selain itu, keberhasilan Alonso juga diyakini sangat bergantung pada perubahan struktur internal Chelsea. Selama pelatih tidak diberi pengaruh besar dalam perekrutan pemain, proyek apa pun dinilai akan sulit berjalan maksimal.

Iraola Dinilai Cocok dengan Gaya Premier League

Sementara itu, Andoni Iraola dianggap sebagai opsi yang lebih realistis dan lebih memahami kerasnya Premier League.

Pelatih asal Spanyol itu berhasil mengubah Bournemouth menjadi salah satu tim paling agresif dan enerjik di Inggris musim ini.

Meski banyak yang meragukan apakah gaya pressing tinggi Iraola cocok untuk Chelsea, statistik justru menunjukkan bahwa The Blues sebenarnya sudah memiliki fondasi permainan yang mendukung pendekatan tersebut.

Chelsea termasuk salah satu tim dengan intensitas pressing terbaik di liga musim ini. Mereka juga sangat efektif dalam menciptakan peluang dari perebutan bola di area lawan.

Bournemouth sendiri menjadi salah satu tim paling berbahaya dalam serangan cepat dan transisi. Karakter permainan itu dianggap memiliki kemiripan dengan skuad Chelsea saat ini.

Iraola juga dinilai punya kemampuan beradaptasi yang baik. Ia tetap mampu menjaga Bournemouth kompetitif meski klub beberapa kali kehilangan pemain penting.

Namun tantangan besar tetap ada. Mengelola Bournemouth tentu berbeda dengan menangani klub sebesar Chelsea yang selalu berada di bawah tekanan tinggi setiap pekan.

Masalah Chelsea Bukan Sekadar Manajer

Baik Alonso maupun Iraola diyakini memiliki kualitas untuk membawa Chelsea kembali bersaing di papan atas. Namun banyak pihak menilai akar masalah klub sebenarnya berada di level manajemen.

Kebijakan transfer yang tidak stabil, terlalu banyak pergantian pelatih, serta kurang jelasnya arah proyek jangka panjang membuat Chelsea perlahan menjauh dari standar elite Premier League dan Eropa.

Siapa pun yang datang ke Stamford Bridge musim panas nanti, perubahan budaya dan stabilitas internal klub akan menjadi faktor penentu keberhasilan proyek baru Chelsea.

Sumber: Sports Mole

Video Populer

Foto Populer