Duel Aprilia di MotoGP 2026 Memanas, Marco Bezzecchi Bercanda Tiru Taktik Valentino Rossi

Marco Bezzecchi bercanda akan meniru taktik Valentino Rossi dalam duel melawan rekan satu tim di Aprilia.

Bola.com, Jakarta - Marco Bezzecchi melontarkan candaan menjelang potensi persaingan panas di tim Aprilia Racing musim 2026.

Ia mengaku siap "memasang tembok" di garasi tim, meniru strategi legendaris Valentino Rossi, demi membatasi aliran informasi kepada rekan setimnya, Jorge Martin.

Bezzecchi tampil luar biasa sejak awal musim. Ia menyapu bersih tiga seri grand prix pertama MotoGP 2026 dan belum pernah kalah pada balapan hari Minggu sejak seri Portugal tahun lalu, dengan total memimpin 121 lap.

Meski begitu, posisinya di klasemen belum sepenuhnya aman. Ia hanya unggul empat poin jelang Grand Prix Spanyol akhir pekan ini, sementara Martin terus menempel setelah meraih dua podium beruntun di Brasil dan Amerika Serikat, serta kemenangan balapan sprint di Austin.

Usai balapan di Austin, Martin sempat mengungkapkan niatnya untuk meniru pendekatan Bezzecchi dalam mengembangkan motor RS-GP agar bisa bersaing di level yang sama.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Candaan Bezzecchi

Menanggapi hal itu, Bezzecchi berseloroh dalam wawancaranya dengan media Italia, Gazzetta dello Sport.

"Kalau begitu, sekarang saya akan memasang tembok di garasi," ujarnya.

"Tidak,... tentu saja saya bercanda. Di satu sisi, saya senang; itu berarti saya melakukan pekerjaan dengan cukup baik."

"Tapi, karena dia juga sangat bagus, mungkin saya juga akan menirunya," imbuhnya.

Ucapan Bezzecchi merujuk pada momen terkenal tahun 2008 ketika Valentino Rossi memasang sekat di garasi Yamaha. Saat itu, langkah tersebut dilakukan untuk menjaga rahasia teknis ban karena Rossi dan rekan setim barunya, Jorge Lorenzo, menggunakan pemasok yang berbeda.

Sekat tersebut tetap dipertahankan pada 2009, meski seluruh pembalap уже menggunakan pemasok ban yang sama.

Catatan Impresif

Di sisi lain, dominasi Bezzecchi juga tecermin dari catatan impresifnya. Total 121 lap yang ia pimpin menjadi rekor baru di MotoGP, sekaligus memperpanjang tren kemenangan hari Minggunya menjadi lima balapan beruntun.

Bezzecchi mengaku baru menyadari pencapaian itu setelah ramai dibicarakan.

"Luar biasa, ya? Saya baru menyadarinya ketika semua orang mulai menulis tentang itu," katanya.

"Lalu, saya mulai memikirkannya: ini hal besar, kepuasan yang luar biasa."

"Untuk sekarang, saya belum memikirkan soal apakah rekor ini akan terpecahkan. Kami berharap bisa menambah setidaknya 20 atau 30 lap lagi di posisi terdepan," ucapnya.

"Ini akan sulit. Tapi, saya akan mencoba," tambah pembalap Italia berusia 27 tahun itu.

 

Sumber: Crash

Video Populer

Foto Populer