Bola.com, Jakarta - Juara bertahan MotoGP, Marc Márquez, menegaskan bahwa kebugaran fisik kini menjadi prioritas utamanya dibanding mengejar tambahan gelar juara dunia. Pembalap asal Spanyol itu mengaku pengalaman panjang menghadapi cedera berat telah mengubah cara pandangnya terhadap karier balap.
Márquez memang difavoritkan untuk meraih gelar kedelapan di kelas premier MotoGP musim ini. Jika berhasil, ia akan menyamai rekor gelar yang selama ini menjadi salah satu pencapaian paling prestisius dalam sejarah ajang tersebut.
Namun perjalanan kariernya dalam beberapa tahun terakhir tidak berjalan mulus. Cedera serius pada lengan dan mata sempat mengancam kelanjutan kariernya sebelum akhirnya ia memutuskan meninggalkan tim lamanya, Repsol Honda Team, untuk bergabung dengan Gresini Racing pada musim 2024.
Meski hanya menggunakan motor spesifikasi lama, Márquez mampu kembali bersaing di barisan depan. Penampilannya yang impresif membuatnya dipilih untuk memperkuat Ducati Lenovo Team mulai musim 2025, mengungguli kandidat lain seperti Jorge Martín.
Belajar Banyak dari Masa Cedera
Setelah kembali ke performa terbaik, Márquez akhirnya mengakhiri puasa gelar selama lima tahun dengan mendominasi musim kejuaraan. Rekan setimnya, Francesco Bagnaia, bahkan menyebut musim tersebut sebagai kampanye yang “tanpa rival”.
Merefleksikan perjalanan kariernya, Márquez mengakui bahwa masa-masa cedera justru membuatnya berkembang secara mental.
“Ketika Anda cedera, rasanya seperti berada di dalam sangkar. Tetapi begitu dokter sedikit membukanya, Anda langsung ingin keluar,” ujar Márquez kepada radio Spanyol Onda Cero.
“Dalam tiga tahun penuh cedera itu, saya merasa berkembang dua kali lebih banyak dibandingkan sepuluh tahun saat terus menang.”
Pengalaman tersebut juga membuat pembalap berusia 33 tahun itu memiliki pandangan berbeda tentang sisa kariernya di dunia balap.
“Saya akan langsung menandatangani kontrak untuk pensiun tanpa cedera lagi. Jika bisa begitu, saya akan menerimanya sekarang juga. Soal menambah gelar juara dunia, tentu saya tetap akan mencoba.”
Masih Belum 100 Persen Pulih
Meski sudah kembali bersaing di papan atas, kondisi fisik Márquez sebenarnya belum sepenuhnya pulih. Ia masih menjalani proses pemulihan setelah mengalami cedera bahu serius pada balapan di Pertamina Mandalika International Street Circuit pada Oktober lalu.
Insiden tersebut terjadi setelah motornya tersenggol dari belakang oleh pembalap Marco Bezzecchi. Cedera itu bahkan memaksanya mengakhiri musim lebih cepat.
Saat menjalani tes pramusim di Chang International Circuit, Márquez mengakui masih merasakan keterbatasan, terutama ketika melibas tikungan kanan.
“Saya sudah menyadari saat tes di Buriram bahwa pada beberapa momen, terutama di tikungan kanan, saya tidak bisa menyelamatkan motor dan akhirnya kehilangan kendali,” ungkapnya.
“Saya masih belum mengendarai motor seperti yang saya inginkan. Jadi saya harus terus meningkatkan kondisi fisik sekaligus menyesuaikan gaya balap.”
Tantangan Awal Musim MotoGP
Kekuatan bahunya yang belum sepenuhnya pulih membuat Márquez memilih menggunakan paket aerodinamika Ducati versi 2024 yang dinilai lebih ringan secara fisik.
Meski demikian, cedera tersebut masih memengaruhi teknik pengereman dan cara memasuki tikungan.
“Saat ini saya belum merasa nyaman saat masuk tikungan,” kata Márquez.
“Posisi saat pengereman sangat penting. Jika tidak berada di posisi yang tepat saat mengerem, Anda juga tidak berada di posisi ideal ketika berada di tengah tikungan.”
“Operasi yang saya jalani memengaruhi otot pectoral dan deltoid, yang sangat saya butuhkan untuk memberi dorongan lebih saat pengereman.”
Pada seri pembuka musim di Thailand, Márquez finis kedua pada Sprint Race setelah mendapat penalti karena insiden dengan pembalap KTM, Pedro Acosta. Ia kemudian gagal finis pada balapan utama akibat kerusakan pelek roda saat sedang berada di posisi keempat.
Hasil tersebut membuat Márquez harus memulai seri kedua musim ini dengan selisih 23 poin dari pemimpin klasemen sementara, Pedro Acosta. Balapan berikutnya dijadwalkan berlangsung di Goiânia, Brasil, yang untuk pertama kalinya masuk kalender MotoGP musim ini.