Chicho Lorenzo: Kesuksesan Marc Marquez di MotoGP Bukan Karena Bakat Semata

Ayah dari legenda MotoGP Jorge Lorenzo, Chicho Lorenzo, memberikan pandangan menarik tentang faktor utama di balik kesuksesan Marc Marquez di ajang MotoGP.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 16 Maret 2026, 10:45 WIB
Marc Marquez berhasil menduduki podium pertama pada MotoGP Ceko 2025. (Michal Cizek / AFP)

Bola.com, Jakarta - Ayah dari legenda MotoGP Jorge Lorenzo, Chicho Lorenzo, memberikan pandangan menarik tentang faktor utama di balik kesuksesan Marc Marquez di ajang MotoGP.

Selama lebih dari satu dekade, Marquez dikenal sebagai salah satu pembalap paling dominan di kelas premier. Ia meraih banyak kesuksesan bersama Repsol Honda Team sebelum kemudian melanjutkan kariernya bersama pabrikan Ducati.

Advertisement

Namun menurut Chicho Lorenzo, faktor terpenting dalam perjalanan karier Marquez bukanlah bakat alami. Ia menilai karakter kuat dan ambisi besar sang pembalap justru menjadi kunci utama kesuksesannya.

Marquez sendiri meraih enam gelar juara dunia MotoGP bersama Repsol Honda pada periode 2013 hingga 2023, meskipun sempat mengalami berbagai cedera serius sejak kecelakaan besar yang dialaminya pada awal musim 2020.

 


Ambisi dan Karakter Jadi Kunci

Pembalap MotoGP asal Spanyol dari Tim Ducati Lenovo, Marc Marquez, mengambil tikungan selama latihan bebas menjelang Grand Prix MotoGP Belanda 2025 di Sirkuit TT Assen, di Assen pada 27 Juni 2025. (Vincent Jannink/ANP/AFP)

Setelah melewati masa sulit akibat cedera, Marquez membuat keputusan besar pada 2024 dengan meninggalkan Honda untuk bergabung dengan tim satelit Ducati, Gresini Racing.

Langkah tersebut terbukti tepat. Marquez kembali meraih kemenangan sebelum akhirnya dipromosikan ke tim pabrikan Ducati Lenovo Team pada musim 2025.

Pada musim tersebut, Marquez tampil sangat dominan dan berhasil merebut kembali gelar juara dunia MotoGP. Keberhasilan itu membuat banyak pihak kembali menilai bahwa Marquez merupakan pembalap paling berbakat dalam sejarah MotoGP.

Namun Chicho Lorenzo memiliki pandangan berbeda mengenai hal tersebut.

“Saya tidak berpikir bakat Marquez yang membawanya sejauh ini. Bukan, ini bukan soal bakat. Ini tentang karakter, ambisi, dan fakta bahwa ia hidup untuk pekerjaannya,” ujar Lorenzo.

“Ia menjalani profesinya selama 24 jam setiap hari. Hal itu sangat penting dalam olahraga yang sangat kompetitif seperti ini.”

Menurut Lorenzo, tingkat persaingan di MotoGP sangat tinggi sehingga hanya pembalap dengan dedikasi total yang bisa mencapai puncak.

“Ambil contoh tenis. Di sana satu orang menang dan satu orang kalah. Namun di sini, satu orang menang dan 30 orang lainnya kalah. Persaingannya sangat ketat, sehingga Anda harus benar-benar fokus dan mendedikasikan seluruh hidup untuk itu,” lanjutnya.

 


Awal Musim 2026 yang Sulit

Marc Marquez saat mengikuti tes pramusim MotoGP Sepang 2026. (X/Ducati)

Meski tampil dominan pada musim 2025, perjalanan Marquez memasuki musim 2026 tidak berjalan mulus.

Juara dunia bertahan tersebut harus mengakhiri musim sebelumnya lebih cepat setelah mengalami cedera akibat kecelakaan di Indonesian Grand Prix.

Kondisi itu membuatnya belum sepenuhnya pulih saat memulai musim baru, termasuk ketika tampil pada seri pembuka di Thailand Grand Prix.

Pada Sprint Race di Thailand, Marquez sebenarnya finis di posisi kedua. Namun hasil tersebut dipengaruhi penalti yang ia terima setelah insiden dengan Pedro Acosta.

Situasinya semakin sulit pada balapan utama ketika Marquez mengalami masalah ban bocor saat sedang berada di posisi lima besar.

Usai balapan di Thailand, Marquez mengakui bahwa ia masih kehilangan “kelancaran” saat mengendarai motor Ducati GP25 miliknya.

Mantan pembalap MotoGP, Marco Melandri, juga melihat hal serupa dan menilai bahwa Marquez saat ini mungkin tidak lagi menjadi pembalap tercepat di lintasan.

Berita Terkait