Mohamed Salah Terburuk pun Masih Lebih Baik dari Bintang Arsenal, Bukti Kelasnya

Liverpool melihat akhir dari Mohamed Salah, tetapi bahkan statistik "terburuknya" pun lebih baik dari Bukayo Saka, menunjukkan betapa bagusnya dia.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 20 Maret 2026, 19:15 WIB
Striker Liverpool, Mohamed Salah, mengapresiasi pendukung The Reds di Anfield setelah timnya meraih kemenangan telak 3-0 atas Brighton di putaran keempat Piala FA 2025/2026, Minggu (15/2/2026) dini hari WIB. (Darren Staples / AFP)

Bola.com, Jakarta - Mohamed Salah mungkin sedang menjalani musim terberatnya bersama Liverpool. Namun, bahkan dalam kondisi tersebut, kontribusinya masih melampaui sejumlah bintang Premier League, termasuk Bukayo Saka.

Hal itu menjadi sorotan dalam program "Inside Liverpool" di talkSPORT, yang menilai pencapaian Salah justru makin menegaskan kualitasnya sebagai pemain top.

Advertisement

Musim ini memang tidak berjalan mulus bagi penyerang asal Mesir tersebut. Selain sempat berselisih dengan pelatih Arne Slot di luar lapangan pada akhir 2025, performanya di atas lapangan juga dinilai menurun.

Meski begitu, Salah sempat menunjukkan kilas kualitasnya saat Liverpool membantai Galatasaray 4-0 di Liga Champions, Kamis dini hari lalu. Ia mencetak gol indah khasnya yang membantu tim bangkit dari ketertinggalan.

Momen tersebut terasa spesial, terutama bagi para suporter di Anfield, yang mulai menyadari bahwa ini bisa menjadi bulan-bulan terakhir Salah bersama klub, seiring potensi hengkang pada musim panas nanti.

"Kita memang mengkritik Salah musim ini, tapi melihatnya di depan Kop pada malam Liga Champions, selebrasinya, itu momen yang spesial," kata pembawa acara, Sam Ellard.


Tanda Mendekati Akhir

Kiper Galatasaray asal Turki #01 Ugurcan Cakir (kiri) melakukan penyelamatan di depan penyerang Liverpool asal Mesir #11 Mohamed Salah selama pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Champions UEFA antara Liverpool dan Galatasaray di Anfield, Liverpool, Inggris barat laut pada 19 Maret 2026. (Paul ELLIS/AFP)

Pendukung Liverpool sekaligus mantan petinju, Paul Smith, juga menyoroti dukungan suporter kepada Salah, bahkan setelah ia gagal mengeksekusi penalti.

"Setelah penalti yang gagal itu, para fans tetap menyanyikan namanya. Seluruh stadion ikut melakukannya," ujarnya.

"Ia jelas sedang kurang percaya diri, dan ketika pemain berada dalam kondisi seperti itu, tidak ada gunanya menambah tekanan dengan hal-hal negatif."

Smith menilai Salah tetap memiliki kemampuan untuk membuat perbedaan kapan saja.

"Salah selalu seperti itu. Dia bisa tampil buruk dalam satu pertandingan, tapi tetap bisa mencetak gol spektakuler. Dia punya kualitas itu," ucapnya.

Ia juga melihat tanda-tanda bahwa perjalanan Salah di Liverpool mulai mendekati akhir.

"Dalam olahraga apa pun, ketika Anda mendekati akhir, biasanya tanda-tandanya terlihat, dan saya rasa, kita sudah melihatnya."

"Saya memang merasa ini mulai menuju akhir, tapi itu wajar untuk pemain seusianya dan dengan konsistensi yang sudah ia tunjukkan selama enam atau tujuh tahun terakhir."

"Dia luar biasa, dan kalau ini memang akhir, kita harus menikmati sisa waktunya," lanjut Smith.


Buruk, tapi Baik

Penyerang Liverpool asal Mesir, Mohamed Salah (kiri) berebut bola dengan gelandang Real Madrid asal Uruguay, Federico Valverde dalam pertandingan pekan keempat Liga Champions 2025-2026 di Stadion Anfield, Inggris, pada Selasa 4 November 2025 waktu setempat atau Rabu (5/11/2025) dini hari WIB. Namun pertahanan rapat Liverpool berhasil menahan gempuran pemain Real Madrid. (Paul ELLIS/AFP)

Gol ke gawang Galatasaray menjadi yang ke-10 bagi Salah musim ini di semua kompetisi. Ditambah sembilan assist, total kontribusinya mencapai 19.

Angka itu tergolong rendah jika dibandingkan dengan rata-rata kontribusinya yang mencapai 44 per musim dalam delapan tahun terakhir.

Meski begitu, bahkan dalam musim yang dianggap "buruk", statistik Salah masih lebih baik dibanding beberapa pemain top lainnya.

Ia telah mencatatkan lebih banyak kontribusi gol dibandingkan Bukayo Saka (14) dan winger Manchester City, Jeremy Doku (12).

"Itu kredit besar untuk dirinya sendiri," kata Jermaine Pennant, mantan pemain Liverpool.

"Ini musim terburuknya di Liverpool, tapi statistiknya masih lebih baik dari pemain bintang lain."

"Itu menunjukkan betapa luar biasanya dia selama ini," katanya lagi.


Perubahan Positif

Mohamed Salah menginjak Marc Cucurella dalam sebuah duel dalam laga Liga Inggris antara Chelsea dan Liverpool di Stamford Bridge, London, 4 Oktober 2025. (AP Photo/Ian Walton)

Pennant bahkan menilai angka tersebut akan dianggap bagus jika dicapai pemain baru dengan harga mahal.

"Kalau kita mengeluarkan 80 juta paun untuk pemain sayap, lalu dia mencatatkan angka seperti itu, kita pasti bilang itu musim yang bagus."

Performa Salah juga disebut terbantu oleh perubahan posisi saat melawan Galatasaray. Ia terlihat bermain lebih ke dalam, tidak terlalu melebar seperti sebelumnya.

Perubahan itu dinilai memberi dampak positif.

"Itu cara bermain yang disukai Salah. Dia memang suka melebar, tapi ingin beroperasi dekat penyerang, memainkan kombinasi satu-dua," jelas Pennant.

"Musim ini, dia terlalu sering berada di garis pinggir, sehingga sulit melewati lawan."

"Semakin dia bermain di area dalam dan dekat gawang, kita bisa melihat kemampuannya, dan itu yang terlihat musim lalu," ulasnya.

Pennant menambahkan, meski tidak selalu tampil menonjol, Salah tetap mampu memberikan kontribusi penting.

"Musim lalu mungkin bukan yang terbaik, tapi pada akhirnya dia tetap muncul dengan gol dan assist," ujarnya.

 

Sumber: Talksport

Berita Terkait