Hantam Dinding di Kecepatan 190 Km/Jam, Marc Marquez Akui Kesalahan Fatal di MotoGP Amerika Serikat

Marc Marquez mengalami crash pada F1 MotoGP Amerika Serikat 2026 di COTA.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 28 Maret 2026, 12:00 WIB
Pembalap Spanyol dari Tim Ducati Lenovo, Marc Marquez, duduk di garasi selama sesi latihan bebas 1 di Sirkuit Internasional Buriram di Buriram pada 27 Februari 2026, menjelang Grand Prix MotoGP Thailand. (Lillian SUWANRUMPHA/AFP)

Bola.com, Jakarta - Marc Marquez mengakui kesalahan fatal yang menyebabkan dirinya terjatuh keras pada awal akhir pekan MotoGP Amerika Serikat di Sirkuit Austin. Insiden itu terjadi saat ia melaju dengan kecepatan tinggi, hingga akhirnya menghantam pembatas lintasan.

Juara dunia bertahan tersebut kehilangan kendali pada lap keempat FP1, usai membuat kesalahan saat melaju sekitar 190 km/jam. Motor yang dikendarainya terpental ke area kerikil sebelum menghantam dinding pembatas.

Advertisement

"Bukan cara terbaik untuk memulai," kata Marquez kepada MotoGP.com.

"Saya membuat kesalahan besar pagi ini. Saya terlalu percaya pada lintasan, pada motor, dan kepada diri saya sendiri," tambahnya.


Faktor Utama Kecelakaan

Pembalap Spanyol Marc Marquez dari Tim Ducati Lenovo di Sirkuit Internasional Chang di Buriram, Thailand, Minggu, 1 Maret 2026. (AP Photo/Kittinun Rodsupan)

Pembalap Ducati itu menjelaskan, karakter Sirkuit Austin yang kerap berubah dari tahun ke tahun menjadi faktor utama kecelakaan tersebut.

"Saya harus memulai dengan lebih hati-hati di sirkuit seperti ini," ujarnya.

"Karena, misalnya, Austin adalah sirkuit yang sangat bagus, tetapi dari satu tahun ke tahun berikutnya selalu ada tonjolan baru."

"Tikungan 10 adalah salah satu bagian favorit saya, saya mengendarai dengan 'mode otomatis'. Saya mengingat apa yang saya lakukan di tahun-tahun sebelumnya, dan saya melakukan hal yang sama," ungkapnya.

"Tahun ini, ada banyak tonjolan yang berbeda, dan Anda harus berkendara dengan cara yang berbeda," lanjutnya.

Akibat benturan keras tersebut, Marquez mengaku merasakan nyeri di bagian leher dan punggung.

"Fakta bahwa saya menghantam dinding dengan kecepatan tinggi membuat saya merasakan banyak sakit di leher dan punggung," katanya.

"Saya masih bisa berkendara, tetapi sekarang waktunya bekerja dengan fisioterapis," imbuh pembalap kelahiran 17 Februari, 33 tahun silam itu.


Kembali ke Lintasan

Kendati sempat mengalami kecelakaan, pembalap yang sudah tujuh kali menang di Austin itu tetap kembali ke lintasan pada menit-menit akhir sesi latihan bebas pertama dan mencatatkan waktu tercepat keempat, meski dengan tangan kiri yang diperban.

Kondisi lintasan yang licin kemudian membuat sepuluh pembalap lain terjatuh pada sesi latihan sore.

Marquez tidak termasuk di antaranya, setelah memilih tampil lebih hati-hati dan fokus menggunakan ban medium bekas.

Dengan performa yang mulai stabil, ia bahkan sempat bersaing di posisi teratas dengan sesama pembalap Ducati, Fabio di Giannantonio, dalam perebutan catatan waktu tercepat.


Tetap Tenang dan Antisipasi

Kali ini, Marquez berhasil unggul, sementara pembalap Trackhouse Aprilia, Ai Ogura, merebut posisi kedua di akhir sesi, di depan di Giannantonio.

"Kecelakaan besar pagi membuat saya sangat tenang di sore hari," ujar Marquez.

"Saya juga melihat banyak bendera kuning, jadi lintasan lebih licin, ban depan banyak kehilangan traksi."

"Saya tetap tenang, lalu pada percobaan kedua, pelan-pelan saya kembali menemukan perasaan normal, dan saya senang dengan hasil hari ini karena kami tidak memulai dengan cara terbaik," ujarnya.

Marquez juga mengantisipasi perubahan kondisi pada hari berikutnya.

"Suhu yang lebih dingin diperkirakan terjadi besok, yang kemungkinan akan mengubah perilaku motor dan lintasan. Kami harus menemukan strategi terbaik," katanya.

Sementara itu, rekan setimnya di Ducati, Francesco Bagnaia, menutup sesi di posisi kedelapan dan memastikan lolos langsung ke sesi kualifikasi kedua.

 

Sumber: Crash

Berita Terkait