Adu Teknik Antarpelatih PSBS Vs Arema FC di BRI Super League

Laga antara PSBS Biak melawan Arema FC di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (15/5/2026), memang sudah tidak berpengaruh terhadap posisi klasemen kedua tim.

Bola.com, Jakarta - Laga antara PSBS Biak melawan Arema FC di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (15/5/2026), memang sudah tidak berpengaruh terhadap posisi klasemen kedua tim. PSBS dipastikan terdegradasi, sementara Arema tertahan di papan tengah BRI Super League.

Namun, pertandingan ini tetap menyimpan tensi tinggi karena menjadi penentuan masa depan dua pelatih, yakni Marian Mihail dan Marcos Santos.

Di kubu PSBS, Marian Mihail sebenarnya masih memiliki kontrak hingga 2027. Akan tetapi, posisinya sempat disebut terancam setelah performa tim terus memburuk dalam beberapa pekan terakhir.

Pelatih asal Rumania itu menegaskan dirinya tetap berkomitmen bersama klub selama kontraknya masih berlaku.

“Saya datang saat klub ini mengalami penurunan performa dan hasil. Namun saya selalu menjalankan tanggung jawab, profesionalisme, keseriusan, dan komitmen terhadap klub,” ujar Mihail.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Marian Mihail Belum Sekali Pun Menang

Sejak menangani PSBS, Mihail belum mampu mempersembahkan kemenangan. Dari 11 pertandingan yang sudah dijalani, PSBS hanya meraih satu hasil imbang dan menelan 10 kekalahan.

Hasil buruk tersebut membuat PSBS terpuruk di dasar klasemen dengan raihan 18 poin dan dipastikan turun kasta musim depan.

Situasi ini memperpanjang catatan kurang apik Mihail di Indonesia. Sebelumnya, ia juga gagal saat menangani PSS Sleman pada musim 2023 dan hanya bertahan setengah musim.

Padahal, Mihail memiliki reputasi cukup besar di negaranya. Ia pernah menangani klub raksasa Steaua Bucuresti dan sukses meraih gelar Liga Rumania serta Super Cup pada musim 2000/2001.

Selain itu, pria berusia 68 tahun tersebut juga pernah menjabat sebagai direktur teknik Timnas Rumania selama empat tahun sejak 2011.

Sayangnya, pengalaman dan reputasi itu belum mampu diterjemahkan menjadi prestasi di sepak bola Indonesia.

 

Marcos Santos Kejar Akhir Musim Positif Bersama Arema

Di sisi lain, pelatih Arema, Marcos Santos, juga belum sepenuhnya aman. Meski performa tim mulai membaik, target finis lima besar yang dibebankan manajemen dipastikan gagal tercapai.

Saat ini, Arema berada di posisi ke-10 dengan koleksi 42 poin.

Meski begitu, manajemen masih memberi kesempatan kepada Marcos hingga akhir musim. Situasi tersebut terbilang positif mengingat Arema dikenal kerap mengganti pelatih di tengah kompetisi.

“Target kami sekarang ingin mendapatkan poin maksimal sampai akhir musim. Setidaknya bisa memperbaiki posisi di klasemen,” kata Marcos.

Pelatih asal Brasil itu juga berusaha mengembalikan kepercayaan suporter Aremania setelah Arema tampil inkonsisten sepanjang musim.

Kemenangan telak 3-0 atas PSM Makassar pekan lalu membuat suasana internal tim menjadi lebih kondusif. Selain itu, karakter permainan Arema mulai terlihat dengan kekuatan serangan balik yang semakin efektif.

 

Nasib Marcos Santos Belum Aman

Marcos juga masih memburu target tambahan, yakni melewati raihan poin Arema musim lalu. Pada musim 2024/2025, Singo Edan finis di posisi ke-10 dengan 47 poin.

Jika mampu memenangi dua laga tersisa, Arema akan menutup musim dengan 48 poin.

Meski demikian, nasib Marcos musim depan tetap belum aman. Manajemen disebut masih akan mengevaluasi performa tim, termasuk hasil melawan PSBS.

Jika Arema gagal menang atau kehilangan poin dari tim juru kunci, peluang Marcos mendapatkan perpanjangan kontrak disebut bisa semakin menipis.

Persaingan di BRI Super League 2025/2026

Video Populer

Foto Populer