Roy Keane Sebut Gelandang Inggris Ini Sebagai Pemain Paling Overrated Sejagat

Gelandang Inggris satu ini pernah jadi "korban" komentar pedas Roy Keane.

Bola.com, Jakarta - Roy Keane dikenal sebagai sosok yang tidak pernah ragu melontarkan kritik tajam saat bekerja sebagai pundit televisi.

Namun, mantan kapten Manchester United itu pernah membuat satu di antara komentar paling keras ketika menyebut seorang gelandang Inggris sebagai "pemain paling overrated (dilebih-lebihkan) di planet ini".

Nama yang dimaksud adalah Jack Wilshere, mantan playmaker Arsenal yang sempat digadang-gadang menjadi masa depan sepak bola Inggris.

Keane, yang membantu MU memenangi tujuh gelar Premier League di bawah asuhan Alex Ferguson, memang memiliki reputasi sebagai komentator yang blak-blakan.

Pria asal Republik Irlandia itu sempat bekerja sebagai asisten pelatih bersama Martin O'Neill di Timnas Republik Irlandia, lalu melanjutkan peran serupa di Aston Villa dan Nottingham Forest. Namun, kini Keane lebih sering muncul di layar televisi ketimbang kembali ke bangku pelatih.

 

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Wilshere Jadi "Korban"

Meski belakangan terlihat sedikit lebih tenang, Ferguson pernah menggambarkan karakter Keane secara gamblang dalam autobiografi keduanya pada 2013.

"Bagian tubuh Roy yang paling keras adalah lidahnya. Dia punya lidah paling tajam yang bisa Anda bayangkan," tulis Ferguson.

"Dia bisa menjatuhkan mental orang paling percaya diri di dunia hanya dalam hitungan detik. Dia sosok yang intimidatif dan garang," imbuh manajer legandaris tersebut.

Wilshere, gelandang berbakat secara teknis yang paling diingat karena masa baktinya selama 10 tahun di Arsenal, menjadi satu di antara pemain yang pernah merasakan langsung kerasnya kritik Keane.

Komentar itu muncul setelah Arsenal kalah 1-2 dari Ostersunds FK pada fase gugur Liga Europa, Februari 2018.

Komentar Pedas Keane

 

Walaupun Arsenal tetap lolos ke babak 16 besar berkat kemenangan agregat 4-2, Keane sangat kecewa dengan penampilan Wilshere pada laga tersebut.

"Saya selalu berpikir, ketika Wilshere jadi kapten tim Anda, bagi saya dia mungkin pemain paling overrated di planet ini," kata Keane.

Komentar itu langsung memicu respons dari manajer Arsenal saat itu, Arsene Wenger.

"Sangat sulit mendengar komentar seperti itu. Saya sangat menghargai Wilshere," ujar Wenger kepada wartawan.

"Anda boleh punya opini sendiri. Jack bermain tadi malam, tetapi memang tidak tampil terlalu baik."

"Itu jelas bukan salah satu penampilan terbaiknya. Roy Keane juga tahu hal seperti itu bisa terjadi kepada siapa saja," imbuh manajer asal Prancis itu.

 

Kiprah Wilshere

Beberapa bulan setelah komentar tersebut, Wilshere meninggalkan Arsenal dan bergabung permanen dengan West Ham United pada musim panas 2018.

Namun, pada periode itu karier terbaik Wilshere sebenarnya sudah mulai lewat. Cedera yang terus datang membuat perkembangan gelandang Inggris tersebut tidak pernah benar-benar mencapai potensi besarnya.

Selama bermain di Premier League, Wilshere mencatatkan 182 penampilan dengan torehan delapan gol dan 18 assist. Ia juga dua kali memenangkan penghargaan Goal of the Season versi BBC, meski tidak pernah meraih gelar liga.

Wilshere terakhir kali bermain untuk Timnas Inggris pada 2016. Sepanjang periode 2010 hingga 2016, ia mengoleksi 34 caps dan mencetak dua gol untuk The Three Lions.

Kini, di usia 34 tahun, Wilshere mulai meniti karier sebagai pelatih. Setelah sempat menjadi pelatih interim di Norwich City, ia ditunjuk sebagai manajer tim utama Luton Town pada Oktober 2025.

 

Sumber: Give Me Sport

Video Populer

Foto Populer