Trent Alexander-Arnold Terancam Tersingkir dari Skuad Inggris di Piala Dunia 2026, Ironi Besar untuk Sang Bek Kreatif

Peluang Trent Alexander-Arnold untuk tampil di Piala Dunia bersama Timnas Inggris kian menipis. Situasi ini memunculkan tanda tanya besar, mengingat kualitas dan reputasi sang pemain di level klub.

Bola.com, Jakarta - Peluang Trent Alexander-Arnold untuk tampil di Piala Dunia bersama Timnas Inggris kian menipis. Situasi ini memunculkan tanda tanya besar, mengingat kualitas dan reputasi sang pemain di level klub.

Di tengah banyaknya opsi yang dimiliki pelatih Thomas Tuchel, absennya Trent memang bukan krisis besar bagi Inggris. Namun, kondisi ini tetap terasa ironis, karena ia merupakan salah satu talenta paling unik yang dimiliki sepak bola Inggris dalam satu dekade terakhir.

Sejak awal karier internasionalnya, Trent seolah tidak pernah benar-benar menemukan tempat yang pas. Berbagai pelatih mencoba peran berbeda, tetapi tak ada yang benar-benar berhasil memaksimalkan potensinya.

Kini, ancaman terbesar muncul. Bukan hanya kehilangan posisi inti, Trent bahkan berpotensi tidak masuk skuad sama sekali, sebuah skenario yang sulit dibayangkan beberapa tahun lalu.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Eksperimen Tak Berujung di Timnas Inggris

Selama bertahun-tahun, pelatih Inggris tampak belum menemukan cara terbaik untuk memanfaatkan kemampuan Trent. Kelemahan dalam bertahan sering dianggap sebagai risiko besar dalam turnamen besar.

Gareth Southgate sempat mencoba menjadikannya gelandang bertahan di Euro 2024. Sementara itu, Lee Carsley pernah menggesernya ke posisi bek kiri dengan kebebasan bergerak ke tengah.

Bahkan, di era Tuchel, keputusan yang cukup mengejutkan terjadi ketika Curtis Jones dimainkan sebagai bek kanan dalam sebuah laga, mengungguli Trent dalam pilihan utama.

Rangkaian eksperimen tersebut mencerminkan satu hal, yaitu kebingungan dalam memaksimalkan pemain dengan profil seperti Trent.

 

Karier Internasional yang Tak Sejalan dengan Prestasi Klub

Jika melihat perjalanan kariernya di Liverpool FC, Trent adalah sosok yang nyaris sempurna. Ia telah memenangkan berbagai gelar bergengsi, termasuk Liga Champions dan Premier League, sebagai bek kanan.

Namun, cerita berbeda terjadi di timnas. Dalam periode paling sukses Inggris di turnamen besar sejak 1966, kontribusinya justru sangat minim.

Ia tercatat hanya bermain kurang dari 10 persen dari total menit pertandingan di turnamen besar. Kini, ia bahkan terancam tidak masuk bangku cadangan.

Cedera dan penurunan performa musim ini memang turut memengaruhi situasi. Namun, banyak pihak menilai Trent juga menjadi korban dari pendekatan taktik yang terlalu berhati-hati.

 

Kreativitas yang Justru Terpinggirkan

Ada ironi besar dalam situasi ini. Dalam beberapa turnamen terakhir, Inggris kerap dikritik karena kurangnya kreativitas dalam membongkar pertahanan lawan.

Di sisi lain, mereka justru menyisihkan salah satu pemain paling kreatif yang dimiliki. Trent dikenal dengan visi permainan dan kemampuan umpan yang luar biasa, sesuatu yang sebenarnya sangat dibutuhkan dalam situasi tertentu.

Anggapan bahwa ia tidak cukup baik secara defensif juga dinilai berlebihan. Faktanya, ia mampu meraih segalanya bersama Liverpool sebagai bek kanan.

Kesalahan memang bisa terjadi, tetapi mengabaikan kontribusi kreatifnya, bahkan sebagai opsi dari bangku cadangan, terasa seperti keputusan yang merugikan.

 

Masih Ada Harapan, Meski Tipis

Peluang Trent untuk masuk skuad akhir sebenarnya belum sepenuhnya tertutup. Situasi bisa berubah, terutama jika Reece James kembali mengalami cedera.

Tuchel sendiri belum benar-benar menutup pintu bagi sang pemain. Namun, munculnya nama-nama seperti Jarell Quansah dan Ezri Konsa sebagai opsi justru memperkecil peluang tersebut.

Jika situasi ini tidak berubah, bukan tidak mungkin Trent harus menerima kenyataan pahit, menghabiskan musim panas tanpa tampil di panggung terbesar sepak bola dunia.

Sebuah ironi bagi pemain dengan kualitas luar biasa, yang justru belum menemukan panggungnya di level internasional.

Timnas Corner: Semua Tentang Timnas Indonesia
Timnas Corner: Semua Tentang Timnas Indonesia
Lihat Selengkapnya

Video Populer

Foto Populer