FIFA Persiapkan Aturan Baru Akumulasi Kartu di Piala Dunia 2026

FIFA tengah menyiapkan skema baru di mana catatan kartu kuning akan dihapus pada dua momen berbeda di Piala Dunia 2026, yakni setelah fase grup selesai dan setelah babak perempat final.

Bola.com, Jakarta - Piala Dunia 2026 akan menghadirkan perubahan penting dalam aturan akumulasi kartu kuning. FIFA berencana merevisi aturan skorsing pemain akibat akumulasi kartu kuning selama turnamen berlangsung.

Menurut laporan BBC, FIFA tengah menyiapkan skema baru di mana catatan kartu kuning akan dihapus pada dua momen berbeda, yakni setelah fase grup selesai dan setelah babak perempat final.

Pada edisi sebelumnya, termasuk Piala Dunia 2022, pemain yang menerima dua kartu kuning sejak fase grup hingga perempat final otomatis harus menjalani larangan bermain satu pertandingan.

Seluruh akumulasi kartu kuning dari lima laga pertama, tiga pertandingan fase grup, satu laga babak 16 besar, dan satu laga perempat final, baru dihapus ketika tim berhasil melaju ke semifinal.

Namun, format baru Piala Dunia 2026 yang akan diikuti 48 tim membuat jumlah pertandingan bertambah.

Untuk mencapai perempat final, tim kini harus memainkan enam pertandingan, bukan lagi lima. Hal ini dinilai membuat beban akumulasi kartu kuning semakin berat bagi para pemain.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Dua Opsi Dipertimbangkan FIFA

 

Dalam proses perumusan aturan baru, FIFA sempat mempertimbangkan dua opsi. Pertama, menaikkan batas akumulasi kartu kuning menjadi tiga sebelum terkena skorsing.

Kedua, menambah jumlah titik penghapusan (reset) kartu kuning selama turnamen.

Pada akhirnya, FIFA memilih mempertahankan batas dua kartu kuning untuk skorsing, namun menambahkan dua momen penghapusan akumulasi kartu.

Skema Baru yang Diusulkan

Jika aturan ini disetujui dalam rapat dewan FIFA, maka pemain akan menghadapi skorsing jika menerima dua kartu kuning dalam tiga pertandingan fase grup.

Selain itu, pemain juga bisa terkena larangan bermain jika mengumpulkan dua kartu kuning dalam rentang pertandingan dari babak 32 besar hingga perempat final.

Perubahan ini diharapkan dapat memberikan keseimbangan antara menjaga disiplin permainan dan mengurangi risiko pemain absen di laga-laga krusial akibat akumulasi kartu kuning.

Sumber: Korea Herald

Video Populer

Foto Populer