Bola.com, Jakarta - Ekspansi Piala Dunia 2026 dari 32 menjadi 48 peserta awalnya diharapkan membuka jalan bagi negara-negara dengan pasar raksasa seperti India dan China untuk tampil di putaran final.
FIFA membayangkan miliaran penduduk di dua negara itu bakal menjadi motor pertumbuhan baru turnamen, bukan hanya negara kecil seperti Tanjung Verde atau Curacao, yang total populasinya bahkan tidak menyamai satu distrik di Mumbai atau Shanghai.
Namun, menjelang Piala Dunia 2026 yang tinggal hitungan pekan, FIFA justru menghadapi persoalan lain: belum ada kesepakatan hak siar dengan India maupun China untuk menayangkan seluruh 104 pertandingan.
Beberapa bulan lalu, FIFA disebut menawarkan paket hak siar Piala Dunia 2026 dan edisi berikutnya kepada India dengan nilai sekitar 100 juta dolar AS atau sekitar Rp1,75 triliun. Untuk China, angka yang dipasang berkisar 250 juta hingga 300 juta dolar AS.
Meski nilai tersebut terus diturunkan, kesepakatan tetap belum tercapai.
Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, memuji pengaruh besar Bukayo Saka jelang laga Liga Inggris melawan West Ham United pada Minggu (10/5/2026), dengan menyebut sang pemain kini memiliki aura dan kemampuan mengubah jalannya pertandingan, dalam konferensi p...
Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)
Faktor Jam Tayang
Di India, harga yang diminta kabarnya sudah turun menjadi 35 juta dolar AS. Penawaran terdekat datang dari JioStar sebesar 20 juta dolar AS.
Situasi ini terbilang mengejutkan jika melihat nilai kontrak pada edisi sebelumnya. Sony pernah membayar 90 juta dolar AS untuk hak siar Piala Dunia 2014 dan 2018, sedangkan Viacom18 mengeluarkan 62 juta dolar AS untuk menyiarkan Piala Dunia 2022 di Qatar.
Faktor jam tayang memang dianggap kurang menguntungkan bagi pasar India dibandingkan Piala Dunia 2022. Hanya 14 pertandingan yang dimulai sebelum tengah malam waktu setempat.
Pada edisi 2018, hampir semua laga dimainkan sebelum tengah malam, sementara di 2022 hanya 20 pertandingan yang berlangsung lewat tengah malam.
Namun, menurut anggota Komite Eksekutif Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) sekaligus mantan Sekretaris Jenderal Federasi Sepak Bola India (AIFF), Shaji Prabhakaran, jadwal pertandingan bukan akar persoalan utama.
"Jam tayang bisa dijadikan alasan," kata Prabhakaran kepada Guardian.
"Pertandingan Piala Dunia dimainkan pada jam yang mirip dengan Liga Champions dan masyarakat India tetap menontonnya. Ini juga bukan Piala Dunia pertama yang berlangsung pada jam seperti ini dan India tetap mengikuti turnamennya," lanjutnya.
Kondisi Penyiaran di India
Prabhakaran menilai kebuntuan lebih disebabkan kondisi industri penyiaran olahraga India yang kini minim persaingan, kekurangan dana, dan kehilangan keberanian mengambil risiko.
Pada 2022, Viacom yang dimiliki Reliance masih berstatus pemain baru dan membutuhkan konten premium untuk menarik pelanggan sehingga siap menanggung kerugian demi Piala Dunia.
Kini pilihannya hanya tersisa JioStar, hasil merger Reliance dan Disney, serta Sony.
"Tidak ada persaingan nyata di pasar penyiaran olahraga India sehingga membuat posisi FIFA lebih sulit," ujar Prabhakaran.
"Dan dari pasar yang ada, kriket tetap menjadi olahraga utama dan pusat perhatian," imbuhnya.
Dominasi Kriket
Dominasi kriket di India juga ikut memengaruhi kehati-hatian stasiun televisi. Laporan media lokal menyebut rata-rata jumlah penonton Liga Premier India musim ini turun 26 persen, padahal kompetisi tersebut merupakan turnamen kriket paling populer dan paling menguntungkan di negara itu.
Kondisi tersebut membuat broadcaster enggan mengeluarkan dana besar untuk turnamen sepak bola yang tidak melibatkan India, dengan banyak pertandingan berlangsung larut malam atau dini hari.
Laga-laga tim besar seperti Brasil, Argentina, Portugal, Jerman, dan Inggris diperkirakan tetap menarik perhatian penonton. Namun, banyak pertandingan fase grup dinilai kurang menjual, sementara daya tarik rivalitas Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo yang selama ini sangat kuat di India mulai memudar.
Nilai tukar mata uang juga menjadi faktor lain. Saat Sony membeli hak siar pada 2013, satu dolar AS setara 54 rupee India. Pada 2022 naik menjadi 78 rupee, dan kini menyentuh 95 rupee per dolar AS.
Kendala di China
Bagi FIFA, pasar China bahkan lebih penting lagi. Reuters melaporkan China menyumbang 17,7 persen jangkauan televisi linear global Piala Dunia 2022. Angka itu melonjak menjadi 49,8 persen di platform digital dan media sosial.
Beijing Daily melaporkan FIFA meminta nilai hak siar antara 250 juta hingga 300 juta dolar AS. Namun, CCTV, pemegang hak siar tradisional Piala Dunia di China, hanya memiliki anggaran sekitar 60 juta sampai 80 juta dolar AS.
Jumlah itu masih jauh dari harga yang kabarnya sudah diturunkan menjadi 120 juta hingga 150 juta dolar AS.
Perbedaan waktu juga menjadi hambatan besar. Beijing terpaut 12 jam lebih cepat dari New York sehingga banyak pertandingan berlangsung pada jam yang kurang ideal bagi pengiklan di China.
Kegagalan China lolos ke Piala Dunia dalam beberapa edisi terakhir juga membuat minat publik tidak terlalu tinggi.
Di media sosial China, banyak dukungan terhadap sikap CCTV yang enggan menaikkan tawaran harga. Satu di antara alasannya, penggemar olahraga muda di China dinilai sudah terbiasa mencari cara lain di internet untuk menonton pertandingan yang mereka inginkan.
Persoalan Serius bagi FIFA
Meski begitu, ada keyakinan kesepakatan tetap akan tercapai. FIFA bahkan disebut sudah mengirim delegasi tingkat tinggi ke Beijing untuk mempercepat negosiasi. Prabhakaran memperkirakan proses serupa di India mungkin membutuhkan waktu sekitar dua pekan lagi.
Apa pun hasil akhirnya, situasi ini menjadi persoalan serius bagi Presiden FIFA, Gianni Infantino.
Jika India dan China bisa menunda kesepakatan hingga mendekati turnamen dan tetap memperoleh potongan harga besar, negara lain kemungkinan akan mengikuti pola yang sama pada masa depan.
"Harus selalu ada keseimbangan," kata Prabhakaran.
"Nilai sebuah produk harus tetap dijaga, kalau tidak akan ada konsekuensinya," katanya lagi.
Namun, di sisi lain, membiarkan dua negara yang mewakili lebih dari sepertiga populasi dunia tidak memiliki siaran resmi Piala Dunia jelas bukan pilihan yang mudah bagi FIFA.
Â
Sumber: The Guardian
:strip_icc()/kly-media-production/avatars/337821/original/058832000_1460136394-Anugraheni_Prasetyaningjati.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5543975/original/079501300_1775041828-Iran_vs_Nigeria_dan_Bolivia-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3617482/original/081582400_1635516699-samarth-shirke-ghxL3qOfkPo-unsplash.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4966290/original/036057000_1728630885-AP24284407138325.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5558959/original/020991500_1776498219-gianni.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5412362/original/085156000_1763089671-500x656_-_Timnas_Indonesia__2_.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5742940/original/096956600_1778640941-foto_media__79__2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5637989/original/072891300_1778240783-foto_media__14_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5542153/original/044374100_1774935257-20260330IQ_Timnas_Indonesia_vs_Bulgaria-69.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5539801/original/013389400_1774621206-Timnas_Indonesia_vs_Saint_Kitts_and_Nevis-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5694148/original/032001800_1778571157-IMG-20260512-WA0070.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5694475/original/021961400_1778571650-WhatsApp_Image_2026-05-10_at_19.33.58.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5559109/original/040784700_1776516752-IMG_1144.JPG.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5539867/original/084374500_1774653145-Timnas_Indonesia_vs_Saint_Kitts_and_Nevis-33.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5137975/original/037099700_1739976483-WhatsApp_Image_2025-02-19_at_21.04.31__1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5539833/original/090201100_1774627160-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5708016/original/079383500_1778591868-ChatGPT_Image_May_12__2026__08_17_42_PM.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5573530/original/039967500_1777938719-merchandise.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5645943/original/035357400_1778254476-pildun.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5742940/original/096956600_1778640941-foto_media__79__2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5637989/original/072891300_1778240783-foto_media__14_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5542153/original/044374100_1774935257-20260330IQ_Timnas_Indonesia_vs_Bulgaria-69.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5539801/original/013389400_1774621206-Timnas_Indonesia_vs_Saint_Kitts_and_Nevis-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5694148/original/032001800_1778571157-IMG-20260512-WA0070.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5694475/original/021961400_1778571650-WhatsApp_Image_2026-05-10_at_19.33.58.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5574958/original/045911800_1778016435-000_A9X73GE-ArsenalAtletico.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5620894/original/057855000_1778210457-motogp_2026.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5572303/original/035819800_1777787902-000_A9MU6BJ.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5562797/original/038729600_1776840129-000_36T87E3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5554697/original/090257900_1776093299-Gemini_Generated_Image_c6t957c6t957c6t9.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5288365/original/076367600_1752911601-000_37DC2JY.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5713487/original/044891900_1778600179-3_glndang_terbaik.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5315768/original/045151800_1755170609-20250808AA_BRI_Super_League_Persebaya_Surabaya_Vs_PSIM_Yogyakarta__26_of_75_.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5468596/original/096328500_1767960422-0S6A8870.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5313542/original/006368300_1755009869-ChatGPT_Image_Aug_12__2025__09_37_15_PM.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5414491/original/012054700_1763287155-530668458_18471777553074306_380593477510268437_n__1_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5083118/original/020267900_1736237221-20250107-Diskon_Tarif_Lstrik-HER_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/thumbnails/5216547/original/087226100_1746977085-voli-e3f228.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5214047/original/099114000_1746709930-Grand_Final_PROLIGA_PLN.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5201761/original/052430600_1745832872-WhatsApp_Image_2025-04-28_at_15.06.14.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5084947/original/041382900_1736372756-logo_proliga.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4890375/original/005197100_1720795966-Electric.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5670767/original/000512200_1778451372-000_B2EY8X4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5038732/original/008070700_1733477685-Liga_Inggris_-_Crystal_Palace_Vs_Man_City_copy.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5554227/original/020829400_1776063280-000_A7JG3DA.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4680310/original/032526000_1702167219-2_AP23343564658722.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5525975/original/018357400_1773105200-scholes.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5672675/original/059264800_1778488545-FotoJet.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5668646/original/090796700_1778406602-000_B2C497Q.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5668133/original/039615200_1778394924-000_B2DA4YA.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5672503/original/073686900_1778482717-AP26130767192119.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5672669/original/093297100_1778488436-west_ham_vs_arsenal-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5666318/original/035741000_1778360029-20260509AA_Final_Pegadaian_Championship-2-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5746260/original/090682100_1778645383-25458.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5559050/original/085083200_1776505491-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5707719/original/015569800_1778591454-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5707716/original/084170600_1778591453-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5708072/original/000667100_1778592062-mk-putusan-tak-harus-cantumkan-perintah-eksekusi.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5712542/original/010714300_1778598729-324968.jpg)