Thomas Tuchel Kurang Yakin Inggris Jadi Favorit Juara Piala Dunia 2026, Merendah untuk Meroket atau Realistis?

Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, menilai timnya tidak berada dalam posisi sebagai favorit utama untuk menjuarai Piala Dunia 2026 Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat.

Bola.com, Los Angeles - Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, menilai timnya tidak berada dalam posisi sebagai favorit utama untuk menjuarai Piala Dunia 2026 Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat.

Tuchel melihat bahwa dalam turnamen besar, kesebelasan yang sudah terbukti pernah menjadi juara tetap berada di posisi teratas dalam daftar kandidat.

"Kami tidak bisa menjadi salah satu favorit karena sudah lama tidak memenangkan turnamen ini. Ada tim-tim yang sudah terbukti sebagai pemenang di dalam turnamen ini. Mereka adalah favorit," ujar Tuchel dinukil dari Sky Sports.

Inggris datang ke Piala Dunia 2026 dengan status unggulan ketiga menurut sejumlah platform. Posisi tersebut berada di bawah Timnas Spanyol dan Timnas Prancis yang lebih diunggulkan.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Ungkapan Thomas Tuchel

Namun, Tuchel menilai posisi di atas kertas tidak cukup untuk menempatkan Inggris sebagai kandidat terkuat juara. Dia menyoroti minimnya prestasi trofi di level turnamen besar sebagai faktor utama.

"Kami bisa bersaing untuk trofi dan bermimpi besar. Kami tahu apa yang dibutuhkan," jelas Tuchel.

"Tanggung jawab kami ada pada usaha, di situlah fokusnya, kami melihat diri kami sebagai pesaing dan penantang. Kami ingin melaju sampai akhir. Saya tidak berpikir kami benar-benar favorit utama," ungkapnya.

Perjalanan Bertahap

Tuchel melihat bahwa perjalanan menuju gelar juara Piala Dunia 2026 harus dijalani secara bertahap dengan fokus pada setiap proses yang ada.

"Tetapi kami ingin menang. Kami tahu apa yang dibutuhkan. Itu membutuhkan pikiran yang tenang dan fokus pada langkah kami," terang Tuchel.

"Jika ingin mencapai puncak gunung, kami harus melangkah selangkah demi selangkah agar tidak terdistraksi. Saya punya keyakinan, tetapi itu datang dengan tanggung jawab, kerja keras, disiplin, dan menghadapi kemunduran. Kami berani bermimpi," paparnya.

Edisi Sebelumnya

Pada Piala Dunia 2022 di Qatar, Inggris harus terhenti di babak perempat final setelah kalah dari Timnas Prancis. Sementara di dua turnamen besar lainnya, Harry Kane dkk. mencapai final Euro 2020 dan 2024.

"Dalam turnamen-turnamen terakhir, Inggris sudah ada di semifinal dan final. Begitu Anda mencapai perempat final, Anda bisa memenangkan kompetisi apa pun dan melaju sampai akhir," ungkap Tuchel.

"Saat ini kami berada di fase persiapan, dan tahap berikutnya adalah fase grup," tegasnya.

Pendekatan di Tim Nasional dan Klub

Tuchel membandingkan pendekatan di tim nasional dengan pengalamannya di level klub yang menekankan pentingnya memenangkan periode awal kejuaraan

"Di sepak bola klub, saya selalu memastikan Anda memenangkan grup dan tidak terdistraksi atau terlalu banyak berpikir. Setelah mencapai perempat final, Anda bisa mulai memikirkan untuk melaju sampai akhir, dan keyakinan itu akan muncul," ucap Tuchel.

"Akan ada banyak rasa hormat kepada lawan dan jangan meremehkan tingkat keberuntungan yang Anda butuhkan dengan cedera dan keputusan. Kami melangkah selangkah demi selangkah. Saat ini kami berada tepat di posisi yang kami inginkan," bebernya.

Sumber: Sky Sports

Video Populer

Foto Populer