Berawal dari Kritis, Samsul Arif Jago Menulis Artikel Politik dan Ekonomi

oleh Abdi Satria diperbarui 06 Des 2020, 12:15 WIB
Penyerang Persita Tangerang, Samsul Arif, berebut bola dengan pemain PSM Makassar, Asnawi Mangkualam, pada laga Shopee Liga 1 di Stadion Sport Center Tangerang, Jumat, (6/3/2020). Kedua tim bermain imbang 1-1. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Jakarta - Sebagai pesepak bola, usia Samsul Arif Munip sudah terbilang senja. Striker Persita Tangerang kini sudah berusia 35 tahun. Tapi, sampai saat ini, ia belum berencana pensiun dari lapangan hijau.

Ia juga belum mengambil lisensi kepelatihan seperti sejumlah rekan-rekannya di tim nasional Indonesia.Dalam channel youtube Omah Balbalan, Samsul menegaskan dirinya masih fokus menjadi pemain.

Advertisement

Ia malah masih merenda asa kembali berkostum tim nasional Indonesia dan bermain di klub elite semisal Persebaya Surabaya.

"Saya sangat mencintai sepak bola. Saya pun menjadikan status pemain timnas sebagai pencapaian tertinggi. Itulah mengapa saya terus bermain sepanjang otak dan kaki saya masih sinkron," tegas Samsul.

Khusus tentang Persebaya, Samsul menyimpan cerita tersendiri. Sebagai pemain berdarah Jawa Timur, Samsul memang sempat menjadikan Persebaya sebagai klub tujuan.Apalagi keluarga dan tetangga di lingkungan desanya adalah pendukung Persebaya.

"Masa kecil saya pun direcoki dengan berita dan siaran langsung pertandingan Persebaya di televisi," kenang Samsul.

Ketika namanya sudah dikenal sebagai striker tajam, Samsul sejatinya dua kali nyaris berkostum Persebaya. Tapi, selalu kandas karena Samsul sudah terlanjur berkostum tim lain.

"Ibaratnya, saat itu saya lagi tak berjodoh dengan Persebaya. Tapi, sebagai pemain yang masih aktif, saya tentu tetap menyimpan keinginan bergabung bersama Persebaya," katanya.

Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Jadi Penulis Ekonomi dan Politik

Samsul Arif senang Barito Putera beruji coba melawan Arema. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Meski lebih dikenal sebagai striker papan atas, Samsul juga punya kelebihan lain di luar sepak bola yakni menjadi penulis. Artikelnya malah pernah dimuat pada sebuah media lokal di Jawa Timur. Menariknya, tulisan yang ia buat bukan seputar sepak bola tapi soal politik dan ekonomi.

"Saat itu, saya menulis soal ekspolarasi minyak di Bojonegoro. Tulisan itu berdasarkan pengamatan sekaligus uneg-uneg yang saya tuangkan dalam bentuk tulisan," ungkap Samsul.

Dunia tulis menulis sejatinya sudah dilakoni Samsul sejak duduk di bangku sekolah. Ia pun sering mengirim berbagai tulisannya ke sejumlah media di Jawa Timur.

"Memang saat itu, tak ada yang kemuat. Tapi, saya tak terlalu memikirkannya. Bagi saya, menuangkan pikiran menjadi sebuah tulisan sudah menjadi kepuasan tersendiri," papar Samsul.

Samsul mengaku sampai saat ini ia masih aktif menulis di sela-sela waktu luangnya. Ia juga mengaku terinspirasi dengan Bambang Pamungkas, seniornya di Timnas Indonesia yang juga aktif membuat tulisan di blog pribadinya.

"Sampai saat ini sudah puluhan tulisan saya yang sudah saya koleksi. Semoga pada suatu saat saya juga bisa menerbitkan sebuah buku," pungkas Samsul.

Berita Terkait