Liga 1 Kembali Tertunda, Masa Depan 5 Pemain Gaek Ini Terancam?

oleh Vincentius Atmaja diperbarui 03 Jul 2021, 23:01 WIB
Ilustrasi - Pemain Tua yang Kariernya Terancam Tamat Jika Liga 1 Tertunda (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Solo - Kompetisi sepak bola Indonesia, baik Liga 1 maupun Liga 2, harus kembali tertunda lantaran angka COVID-19 yang melonjak drastis dalam beberapa hari terakhir.

PSSI menerima surat dari Satgas COVID-19 yang ditandatangani Kepala BNPB, yang mengharapkan agar pelaksanaan Liga 1 dan Liga 2 ditunda sampai akhir Juli. PSSI pun memutuskan menunda seluruh rencana kegiatan kompetisi.

Advertisement

Padahal dalam jawdal yang sudah disusun, pertemuan antara Persija Jakarta dan PSS Sleman di Stadion Pakansari pada 9 Juli mendatang bakal menjadi partai pembuka kompetisi Liga 1 musim ini. Ini tentu menjadi pukulan bagi seluruh publik sepak bola Indonesia, terutama para pemain.

Tidak hanya para pemain muda yang ingin unjuk gigi, tapi berlaku bagi para pemain yang sudah berumur. Padahal mereka masih ingin membuktikan kariernya belum tamat.

Para pemain gaek itu masih ingin bersaing keras untuk mempertahankan posisinya di tengah begitu banyak pemain muda yang terus bermunculan. Namun, jam terbang dan pengalaman mereka memang menjadi nilai plus.

Bola.com memiliki ulasan menarik mengenai mereka yang sudah berusia senja di lapangan sepak bola, tapi harus menghadapi kenyataan kompetisi molor lagi. Ada lima pemain gaek yang bukan tidak mungkin terancam kariernya jika Liga 1 terus ditunda. Siapa saja mereka?

 

Video

2 dari 6 halaman

Ricardo Salampessy

Bek Persipura Jayapura, Ricardo Salampessy, berjalan saat melawan Bhayangkara FC pada laga Liga 1 di Stadion PTIK, Jakarta, Senin (18/11). Bhayangkara menang 2-0 atas Persipura. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Pemain yang cukup lama membela Persipura Jayapura, tepatnya pertama kalinya pada 2006 silam. Pemain berusia 37 tahun ini sempet bergonta-ganti klub, seperti Persebaya 1927 dan Borneo FC, meski pada akhirnya tetap kembali ke rumahnya, Persipura.

Pemain kelahiran 18 Februari 1984 ini hampir selalu menjadi pilihan utama di sektor bek sentral tim Mutiara Hitam. Bahkan saat Persipura mengalami pergantian pelatih, ia mampu mempertahankannya posisinya, termasuk saat ia menjadi tumpuan bagi lini belakang Timnas Indonesia pada masanya.

Ricardo Salampessy masih dapat bersaing dengan bek-bek muda Persipura saat ini untuk tampil secara reguler di Liga 1, di antaranya Doni Monim, David Rumakiek, Emanuel Rumbiak, Evraim Toncy Awes, atau Israel Warniau.

 

3 dari 6 halaman

Maman Abdurrahman

Persija Jakarta - Maman Abdurrahman (Bola.com/Adreanus Titus)

Bek kawakan andalan Persija Jakarta yang seperti tua-tua keladi. Pemain berusia 39 tahun tersebut memang tidak lagi muda, tapi aksinya di atas lapangan bakal membuat pertahanan Macan Kemayoran cukup aman, tak terkecuali jika Liga 1 bergulir.

Meskipun sudah tak lagi muda, tapi Maman masih mampu menunjukkan performa terbaik di lini belakang. Maman berhasil mendapatkan kepercayaan dari pelatih Persija, terutama saat tampil di ajang Piala Menpora 2021.

Maman bisa bersaing dengan bek tangguh Persija lainnya, seperti Otavio Dutra atau Yann Motta. Kontribusinya nyata, meski sempat cedera, Maman berhasil membuat Persija juara Piala Menpora.

 

4 dari 6 halaman

I Made Wirawan

Persib Bandung - I Made Wirawan (Bola.com/Adreanus Titus)

Penjaga gawang yang sudah malang melintang di Liga Indonesia, khususnya kiprahnya bersama Persib Bandung. Bahkan I Made Wirawan menyandang predikat sebagai kiper tertua di Liga 1 saat ini, dengan usianya yang memasuki 39 tahun.

Made Wirawan merupakan kiper berusia 38 tahun. Meskipun sudah tak lagi muda, I Made Wirawan masih mampu memberikan performa terbaik di bawah mistar gawang. Meski saat ini bersaing dengan kiper muda, Teja Paku Alam.

Catatan impresif ditunjukkan kiper senior Persib ini pada Shopee Liga 1 musim 2019. Ia berhasil mencetak clean sheets 12 kali sepanjang musim. Sementara di pramusim ini, I Made Wirawan tetap menjadi kiper utama Persib hingga ke partai final Piala Menpora.

 

5 dari 6 halaman

Supardi Nasir

Persib Bandung - Supardi Nasir (Bola.com/Adreanus Titus)

Pemain berusia 38 tahun ini menjadi andalan di sektor pertahanan Persib Bandung. Kualitasnya belum pudar meski harus bersaing dengan bek kanan yang jauh lebih muda di Persib, semacam Henhen Herdiana.

Eks pemain PSMS Medan tersebut bergabung dengan persib sejak musim 2012. Prestasi terbaiknya adalah membawa Persib juara ISL 2014 dan Piala Presiden 2017.

Supardi Nasir adalah bek sayap kanan andalan Persib, bahkan ia masih dipercaya oleh pelatih Robert Alberts tampil saat turnamen Piala Menpora lalu. Maung Bandung sukses mencapai babak final sebelum dikalahkan Persija Jakarta.

 

6 dari 6 halaman

Ismed Sofyan

Kapten Persija, Ismed Sofyan, saat pertandingan melawan Mitra Kukar pada laga perempat final Piala Presiden di Stadion Manahan, Solo, Minggu, (4/2/2018). Persija menang 3-1 atas Mitra Kukar. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Putra daerah Aceh yang menjadi pemain paling tua di Liga 1 saat ini. Usianya yang sudah menginjak 41 tahun, tidak membuat Persija Jakarta melupakannya. Ia punya sejarah panjang dan pencapaian menawan bersama Macan Kemayoran.

Ismed Sofyan menjadi pemain paling awet di Persija, sejak bergabung dari Persijatim pada 2005. Ismed juga sukses membawa Persija mengawinkan gelar juara Piala Presiden dan Liga 1 pada 2018.

Saat ini, ia lebih banyak diparkir, termasuk saat Persija menjuarai Piala Menpora kemarin. Meski demikian, Ismed belum mau memutuskan untuk gantung sepatu pada musim ini. Ia punya tekad kuat bersaing dengan pemain muda lain di posisinya, seperti Alfath Fathier atau pemain asal Italia, Marco Motta.

Berita Terkait