Persis Solo Vs Bali United di BRI Super League Hadirkan Sederet Pengusaha dan Konglomerat Ternama di Belakang Layar

Menariknya, duel Persis Solo dan Bali United di BRI Super League tidak hanya menyajikan dua kesebelasan yang memiliki nilai pasar yang timpang, tetapi memunculkan pengusaha kelas kakap yang berada di belakang kedua klub ini.

Bola.com, Solo - Duel antara Persis Solo menghadapi Bali United pada pekan ke-25 BRI Super League 2025/2026 menjadi panggung yang menarik. Sederet pengusaha kelas kakap berada di balik layar kedua tim ini.

Menurut jadwal, bentrok Persis Solo kontra Bali United ini bakal berlangsung di Stadion Manahan, Solo, Kamis (12/3/2026) pukul 20.30 malam WIB. Jelang pertemuan ini, kedua tim tengah mengalami nasib yang kontras.

Sebab, Laskar Sambernyawa masih terus berjuang untuk lolos dari zona degradasi. Kini mereka berada di dasar klasemen dengan koleksi 17 poin dari 24 laga, sedangkan Serdadu Tridatu di peringkat ke-9 dengan koleksi 33 poin.

Menariknya, duel kali ini tidak hanya menyajikan dua kesebelasan yang memiliki nilai pasar yang timpang, tetapi juga memunculkan nama-nama pengusaha kelas kakap yang berada di belakang kedua klub ini.

Berikut Bola.com menyajikan ulasannya.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Komposisi Saham Bali United

Bali United memang menjadi salah satu klub yang menarik di BRI Super League 2025/2026. Pasalnya, mereka merupakan satu-satunya klub yang telah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 2019.

Di bursa saham, kita dapat menelusuri portofolio Bali United yang berada di bawah pengelolaan PT Bali Bintang Sejahtera dengan kode saham BOLA. Sejak melantai di bursa saham, mereka mendapatkan dana segar sebesar Rp350 miliar.

Untuk saat ini, mayoritas pemilik saham Bali United dipegang oleh publik. Dengan total 2.866.542.280 lembar saham, publik memiliki persentase saham sebesar 47,78 persen. Sementara itu, Pieter Tanuri menjadi pemegang terbanyak kedua dengan 38,26 persen.

Pieter memang berstatus sebagai orang yang penting di dalam tim beralias Serdadu Tridatu itu. Dia merupakan otak dari proses akuisisi klub bernama Pusamania Borneo FC dari pemilik sebelumnya, Harbiansyah Hanafiah.

Klub ini kemudian dibawa ke Pulau Dewata dan diubah namanya menjadi Bali United. Selain Pieter Tanuri, pengusaha besar lainnya yang juga memiliki kepemilikan saham di Serdadu Tridatu ialah PT Asuransi Central Asia (8,88 persen) dan Ayu Patricia Rachmat (5,08 persen).

Sebagai informasi, PT ACA merupakan perusahaan asuransi yang dimiliki oleh Salim Group, perusahaan konglomerat yang didirikan oleh Sudono Salim. Sementara itu, Ayu Patricia Rachmat juga bukan orang yang sembarangan.

Sebagai informasi, Ayu merupakan putri sulung dari Theodore Permadi Rachmat, atau yang lebih dikenal sebagai TP Rachmat, seorang konglomerat terpandang di Indonesia. Tidak hanya itu, Ayu juga menikah dengan Patrick Sugito Walujo.

Sebagai informasi, Patrick Sugito Walujo merupakan sosok pengusaha sukses yang juga merupakan bos dari Northstar Group sekaligus investor Gojek. Patrick adalah tokoh yang penting dalam industri teknologi dan investasi di Asia Tenggara.

Pemilik Saham Persis Solo

Berbeda dengan Bali United, konfigurasi kepemilikan saham Persis Solo memang cukup menarik. Sebab, tim berjulukan Laskar Sambernyawa ini tetap mempertahankan karakter klub perserikatan karena memiliki klub anggota.

Saat ini, setidaknya terdapat tiga pihak yang mengantongi saham terbesar Persis Solo. Pertama ialah putra Presiden RI Ke-7 Joko Widodo, Kaesang Pangarep, yang masih mengantongi sebesar 40 persen saham.

Setelah itu, ada Kevin Nugroho, yang memiliki saham sebesar 30 persen, disusul Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, sebesar 20 persen. Sementara itu, 10 persen saham lainnya dari PT Persis Solo Saestu ini dimiliki oleh 26 klub internal Persis Solo.

Kaesang Pangarep memang dikenal sebagai sosok pengusaha yang memiliki gurita bisnis di berbagai sektor, terutama kuliner, fashion, dan digital. Beberapa bisnisnya yang menonjol antara lain Sang Pisang, Mangkokku, Ternakopi, hingga GK Hebat.

Sementara itu, Kevin Nugroho merupakan sosok pengusaha lokal di Kota Solo yang juga rekan bisnis Kaesang Pangarep dan Gibran Rakabuming Raka.

Dia awalnya dikenal sebagai Direktur Utama PT Plevia Makmur Abadi, perusahaan yang memproduksi aneka jas hujan serta produk alat pelindung diri (APD).

Sebagai informasi, perusahaan Kevin itulah yang turut menyuplai jas hujan dengan jenama, Tugas Negara Bos, yang dimiliki oleh Gibran dan Kaesang. Selain itu, ada pula beberapa lini bisnis yang menghubungkan Kevin dengan dua sosok tersebut.

Sementara itu, Erick Thohir bukan sosok yang asing lagi di dunia olahraga nasional. Selain kiprahnya dalam beberapa tahun terakhir yang terjun di dunia politik dan pemerintahan, ET juga dikenal sebagai sosok pengusaha sukses.

Dia merupakan pendiri Mahaka Group, perusahaan induk yang bergerak di berbagai sektor, mulai dari media, penyiaran, rumah produksi, hingga periklanan.

Namanya juga dikenal karena sempat menjadi pemilik beberapa klub seperti Inter Milan (Italia) dan DC United (Amerika Serikat).

Jika menelusuri Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Erick pada periode terakhir, yakni 2024, ditemukan bahwa Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) itu memiliki total kekayaan mencapai Rp2,4 triliun.

Persaingan di BRI Super League

Video Populer

Foto Populer