Sedang On Fire, Marco Bezzecchi Tegaskan Masih Terlalu Dini Bicara Gelar MotoGP 2026

Marco Bezzecchi ogah bicara gelar MotoGP terlalu dini, fokus jaga performa Aprilia.

Bola.com, Jakarta - Marco Bezzecchi datang ke MotoGP Amerika Serikat di Circuit of the Americas dengan kepercayaan diri tinggi. Ia memimpin klasemen sementara setelah mencatatkan empat kemenangan beruntun musim ini.

Catatan impresif itu juga ditandai dengan dominasinya dalam balapan utama hari Minggu, di mana ia memimpin selama 101 lap secara beruntun, sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi pembalap Aprilia Racing di kelas utama.

Meski begitu, performanya di balapan sprint musim ini membuat Bezzecchi tetap berpijak di bumi. Ia sempat kehilangan posisi terdepan di Thailand, lalu hanya finis keempat di Brasil akhir pekan lalu.

Bezzecchi memilih bersikap hati-hati ketika ditanya soal peluang merebut gelar juara dunia.

"Saya merasa baik, saya senang, tentu ini momen yang bagus, tapi sekarang kita memulai akhir pekan balapan yang baru. Selalu menjadi babak baru," kata Bezzecchi.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Antusias di Austin

Ia juga mengaku antusias tampil di Austin.

"Ini lintasan yang sangat saya sukai, tempatnya luar biasa, begitu juga para penggemarnya. Saya tidak sabar untuk kembali mengendarai motor dan menikmati lintasan yang luar biasa ini," ujarnya.

Namun ketika bicara soal perebutan gelar, ia menolak terlalu jauh berpikir.

"Kita masih punya 40 balapan antara sprint dan balapan utama. Saya rasa masih terlalu dini," katanya.

"Tentu saya ingin kompetitif sepanjang musim, itu target saya. Saya akan berusaha bersama tim untuk bekerja sebaik mungkin setiap akhir pekan."

"Tapi, untuk saat ini saya tidak ingin memenuhi pikiran saya dengan hal-hal seperti itu," lanjutnya.

Tantangan di Austin

Secara catatan, Austin bukan lintasan terbaik bagi Bezzecchi di kelas MotoGP. Hasil terbaiknya hanya finis keenam, baik saat bersama Aprilia musim lalu maupun ketika membela VR46 Ducati pada 2023.

Meski demikian, ia pernah meraih podium di lintasan ini saat masih tampil di kelas Moto3 dan Moto2.

Ia juga menyadari ancaman dari para rival, termasuk Marc Marquez yang dikenal sangat dominan di sirkuit tersebut.

"Setiap musim selalu unik. Memang benar Maverick tampil luar biasa dua tahun lalu, tapi motornya sekarang sudah sangat berbeda, jadi saya tidak tahu apa yang harus diharapkan," kata Bezzecchi.

"Marc di lintasan ini selalu luar biasa. Saya rasa jumlah kemenangannya di sini lebih banyak daripada total kemenangan saya di MotoGP! Jadi, ini tidak akan mudah, tapi kami akan memberikan yang terbaik," ucap pembalap asal Italia itu.

Enggan Bandingkan Motor

Bezzecchi juga menolak membandingkan motor Aprilia RS-GP dengan motor Ducati Desmosedici yang sebelumnya mendominasi.

"Saya mengendarai Aprilia, dan saya tidak tahu bagaimana Ducati, jadi mustahil bagi saya untuk membandingkan keduanya," ujarnya.

"Lagipula, ini masih sangat awal dalam kejuaraan untuk membicarakan hal-hal seperti itu."

Baginya, yang terpenting adalah kenyamanan dan kerja sama dengan tim.

"Yang paling penting bagi saya adalah tim bekerja dengan baik bersama saya. Saya merasa sangat nyaman, saya merasa sangat dihargai di dalam tim, dan itu yang benar-benar berarti bagi saya," tutur pembalap kelahiran 12 November 1988 itu.

 

Sumber: Crash

Lihat Selengkapnya

Video Populer

Foto Populer