Piala Dunia 2018: Pelatih Brasil Angkat Beban Neymar

oleh Luthfie Febrianto diperbarui 27 Jun 2018, 21:00 WIB
Penyerang Brasil, Neymar berjalan di lapangan sambil menutup wajah dengan jerseynya pada laga Grup E Piala Dunia 2018 melawan Kosta Rika di St Petersburg, Rusia, Jumat (22/6). Neymar mencetak satu gol pada menit ke-97. (AP/Michael Sohn)

Jakarta Pelatih Timnas Brasil, Tite, membantah bila Neymar bertanggung jawab atas sepak terjang Tim Samba di Piala Dunia 2018. Menurutnya, beban ada di pundak seluruh pemain. 

"Ada tanggung jawab yang luar biasa dalam diri Neymar soal kesuksesan di Piala Dunia. Itu bukan cara kami, dan pelatih tidak akan melakukan hal itu," kata Tite seperti dilansir Guardian.

Advertisement

Sebelum Piala Dunia dimulai, Neymar adalah sosok yang paling disorot di timnas Brasil. Itu tak terlepas dari label pemain termahal dunia dan sepak terjangnya bersama Paris Saint Germain (PSG).

Dengan embel-embel itu, tak heran, publik menilai, Neymar lah yang akan membawa Brasil menjuarai Piala Dunia 2018. Namun Tite menegaskan, setiap pemain Brasil punya tanggungjawab yang sama.

"Masing-masing dari kami punya tanggungjawab. Kami tidak seharusnya membebankan itu hanya kepada Neymar. Seluruh anggota tim, harus mencari solusi," kata Tite.

 

 

2 dari 3 halaman

Belum Maksimal

Pelatih Brasil, Tite (AP/Michael Sohn)

Lebih lanjut, Tite menambahkan, Neymar saat ini belum bugar 100 persen. Tite memprediksi, butuh satu pertandingan lagi agar Neymar tampil maksimal.

"Mungkin kami butuh satu pertandingan lagi dan dia akan benar-benar bugar secara fisik dan teknik," kata Tite.

Neymar sejauh ini telah bermain penuh di dua pertandingan Brasil pada fase grup. Pemain bernomor punggung 10 itu baru mencetak satu gol.

3 dari 3 halaman

Brasil Vs Serbia

Penyerang timnas Brasil, Neymar (AP/Dmitri Lovetsky)

Di sisi lain, Brasil masih harus menghadapi Serbia pada partai pamungkas Grup E Piala Dunia 2018. Selecao -julukan Brasil- harus menang jika ingin mengamankan status juara grup.

Saat ini, Brasil baru mengoleksi empat poin, sama dengan Swiss yang ada di peringkat kedua. Neymar dan kawan-kawan masih bisa gugur andai kalah dari Serbia di peringkat ketiga yang mengemas tiga poin.

Sumber: Liputan6.com

Berita Terkait