PSSI Minta PT LIB Bayarkan Subsidi Klub Liga 1 Tahap Kedua Paling Lambat Hari Ini

oleh Muhammad Adi Yaksa diperbarui 19 Mei 2020, 20:25 WIB
Ketua PSSI, Mochamad Iriawan, saat launching Kompetisi Shopee Liga 1 di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin, (24/2/2020). Sebanyak 18 klub akan memeriahkan Liga 1 yang akan berlangsung pada 29 Februari hingga 1 November 2020. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Jakarta - Ketua PSSI, Mochamad Iriawan meminta operator kompetisi Liga 1 2020, PT Liga Indonesia Baru (LIB), untuk mencairkan subsidi termin kedua kepada peserta Liga 1 sebesar Rp520 juta paling lambat pada hari ini, Selasa (19/5/2020).

Iriawan mengaku telah mendapatkan laporan dari Direksi dan Komisaris PT LIB setelah perusahaan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa secara virtual pada Senin (18/5/2020). Tidak ingin kembali molor, pria yang karib dipanggil Iwan Bule tersebut memberikan batas waktu kepada PT LIB untuk membayarkan subsidi kepada para peserta Liga 1.

Advertisement
"Dengan kewenangan yang saya punya, saya memutuskan untuk memerintahkan kepada Direksi PT LIB yang tersisa agar hari ini, selambat-lambatnya segera melakukan pembayaran subsidi kepada seluruh klub Liga 1 sebesar Rp520 juta," ujar pria yang akrab disapa Iwan Bule itu.

"Demikian kiranya rekan-rekan. Mari kita tetap bersama-sama membangun sepak bola ini agar bisa bertahan dari cobaan bencana virus corona yang sedang melanda negeri tercinta ini," imbuh Iwan Bule.

Sebelumnya telah disepakati, 16 tim Liga 1 akan mendapatkan subsidi Rp5,2 miliar yang dibagi dalam beberapa termin. Khusus Persiraja Banda Aceh dan Persipura Jayapura, PT LIB menjatahkan keduanya sebesar Rp5,7 miliar.

Video

2 dari 2 halaman

Rencana Pangkas Subsidi PT LIB Gagal

PT Liga Indonesia Baru (LIB). (Liga 1)

Sebelumnya, melalui surat yang bernomor 187/LIB-COR/V/2020 kepada PSSI, PT LIB meminta keringanan subsidi. Untuk klub Liga 1, PT LIB hanya sanggup membayar Rp350 juta dari Rp520 juta.

Namun, perintah dari Iwan Bule membuat rencana PT LIB untuk memotong subsidi gagal. Operator kompetisi yang berdiri pada 2017 itu tetap diwajibkan membayar subsidi secara penuh.

Sementara itu, sejauh ini masih belum ada laporan terkait subsidi untuk klub Liga 2 dari PT LIB. Sebelumnya, PT LIB juga berkeinginan memangkas subsidi per termin sebesar Rp250 juta menjadi Rp100 juta.

Berita Terkait