Membedah Kekuatan Bhayangkara FC Jelang Lanjutan Shopee Liga 1 2020, Masihkah Berstatus Los Galacticos?

oleh Muhammad Adi Yaksa diperbarui 02 Sep 2020, 09:45 WIB
Bhayangkara FC - Ilustrasi Logo (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Bhayangkara FC begitu agresif dalam bursa transfer awal musim. Tepatnya, sebelum Shopee Liga 1 2020 dihentikan akibat pandemi COVID-19. Tim berjulukan The Guardian itu mendatangkan sejumlah pemain berkualitas.

Keseriusan Bhayangkara FC ditunjukkan dengan menggaet empat pemain berlevel Timnas Indonesia. Keempat personel itu adalah Andik Vermansah, Saddil Ramdani, Ruben Sanadi, dan Achmad Jufriyanto.

Advertisement

Bhayangkara FC juga mendaratkan dua di antara pemain asing terbaik yang merumput di Indonesia. Keduanya adalah Ezechiel N'Douassel dan Renan Silva.

Pergerakan Bhayangkara FC di bursa transfer membuat The Guardians dijuluki Los Galacticos-nya Indonesia. Namun, label tersebut seolah menghilang ketika kompetisi ditangguhkan.

Pada pekan lalu, Bhayangkara FC kembali menggelar latihan setelah lima bulan tanpa kegiatan kolektif. Sejumlah pemain lokal dan asing masih belum bergabung.

Chief Operating Officer (COO) Bhayangkara FC, Sumardji, kerap mengeluhkan kondisi finansial timnya mengingat dana dari sponsor mandek akibat penghentian kompetisi. Situasi ini ditengarai bakal menggembosi kekuatan The Guardians.

Namun, pencapaian membuktikan, Bhayangkara FC adalah satu dari sedikit tim yang mampu tampil konsisten sejak Liga 1 diputar pada 2017. Jika The Guardians harus kehilangan beberapa pilarnya pun, Indra Kahfi dan kawan-kawan akan tetap menjadi tim yang tangguh.

Menyongsong kelanjutan Shopee Liga 1 2020, manajemen belum mematok target untuk Bhayangkara FC. Karena itu, The Guardians disinyalir tidak akan ngoyo untuk mengejar gelar juara.

Video

2 dari 5 halaman

Lini Belakang

Achmad Jufriyanto resmi berlabuh di Bhayangkara FC dengan durasi kontrak 1 tahun. (dok. Bhayangkara FC)

Lini belakang Bhayangkara FC masih belum mapan sejauh ini. Dari tiga pertandingan Shopee Liga 1 sebelum dihentikan, The Guardians kebobolan tiga gol.

Padahal, tembok pertahanan The Guardians telah diisi oleh sejumlah pemain berkualitas, sebut saja Lee Won-jae, stoper asal Korea Selatan yang berduet dengan Achmad Jufriyanto. Keduanya diapit oleh Putu Gede Juni Antara dan Ruben Sanadi.

Sementara di bangku cadangan, Bhayangkara FC masih memiliki duo pemain lokal berpengalaman, Indra Kahfi Ardhiyasa dan Jajang Mulyana. Nama terakhir baru saja sembuh dari cedera.

Belum lagi keberadaan Nurhidayat Haris, eks kapten Timnas Indonesia U-19. Di atas kertas, lini pertahanan Bhayangkara FC mestinya bisa tampil lebih garang lagi.

3 dari 5 halaman

Lini Tengah

Renan Silva layak didaulat sebagai pemain terbaik dalam laga Bhayangkara FC melawan Persija Jakarta setelah mencetak satu gol dan satu assist. (Bola.com/Yoppy Renato)

Lini tengah Bhayangkara FC begitu mewah. Pada formasi 4-2-3-1 ala Paul Munster, dua gelandang bertahan dipercayai kepada Herve Guy, pemain asal Pantai Gading, dan TM Ichsan, pemain dengan label Timnas Indonesia.

Di depan keduanya, berdiri Saddil Ramdani, Andik Vermansah, dan Renan Silva. Sebagai pelapis pun, Bhayangkara FC masih memiliki pemain dengan level Timnas Indonesia.

Masih ada Adam Alis Setyano dan Wahyu Subo Seto yang menjadi back up gelandang serang maupun Muhammad Hargianto dan Sani Rizki Fauzi sebagai pemain pengganti di posisi gelandang bertahan.

4 dari 5 halaman

Lini Depan

Striker Bhayangkara FC, Ezechiel N'Douassel, tampak kecewa usai gagal membobol gawang PSM Makassar pada laga uji coba di Stadion PTIK, Jakarta, Rabu, (5/2/2020). Bhayangkara FC takluk 0-1 dari PSM Makassar. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Lini depan Bhayangkara FC akan sedikit bermasalah jika Ezechiel N'Douassel menghilang. Penyerang asal Chad itu tidak kunjung bergabung dalam latihan The Guardians.

Untuk melapisi Ezechiel, Bhayangkara FC hanya punya penyerang lokal yang tidak terlalu tajam. Sebut saja Ahmad Nur Hardianto dan Dendy Sulistyawan.

Untung saja, Bhayangkara FC masih mempertahankan Herman Dzumafo. Penyerang naturalisasi itu masih subur di usia uzur dengan membukukan 21 gol dalam dua musim terakhir.

5 dari 5 halaman

Skuad Bhayangkara FC 2020

Striker Bhayangkara FC, Herman Dzumafo, saat melawan PSM Makassar pada laga uji coba di Stadion PTIK, Jakarta, Rabu, (5/2/2020). Bhayangkara FC takluk 0-1 dari PSM Makassar. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Kiper: Awan Setho, Wahyu Tri Nugroho, Indra Adi Nugraha, Panggih Prio Sambodo

Bek: Achmad Jufriyanto, Lee Won-jae, Indra Kahfi Ardhiyasa, Jajang Mulyana, Putu Gede, Ruben Sanadi, Nurhidayat Haris, Fatchu Rochman, Alsan Sanda

Gelandang: Muhammad Hargianto, Herve Guy, Hamsa Lestaluhu, T.M. Ichsan, Wahyu Subo Seto, Ichwan Tuharea, Sani Rizki Fauzi, Renan Silva, Saddil Ramdani, Andik Vermansah, Rangga Muslim, Hamsa Lestaluhu

Penyerang: Ezechiel N'Douassel, Ahmad Nur Hardianto, Dendy Sulistyawan, Herman Dzumafo, Serdy Ephy

Pelatih: Paul Munster

Berita Terkait