Lens Marah Besar atas Permintaan PSG Ubah Jadwal, Singgung Ketidakadilan di Ligue 1

PSG minta perubahan jadwal di Ligue 1 demi ambisi mempertahankan gelar Liga Champions. Lens ngamuk berat.

Bola.com, Jakarta - Ketegangan memanas di Ligue 1 setelah Paris Saint-Germain (PSG) mengajukan permintaan perubahan jadwal laga melawan RC Lens demi fokus ke perempat final Liga Champions

Kedua tim dijadwalkan bertemu pada 11 April. Namun, laga tersebut berada di antara dua leg perempat final Liga Champions yang akan dijalani PSG melawan Liverpool, masing-masing pada 8 April atau 9 April di Paris dan 14 April (15 April WIB) di Anfield.

Dengan PSG berambisi mempertahankan gelar Liga Champions sekaligus hanya unggul satu poin atas Lens di klasemen, periode ini bisa menjadi penentu musim mereka. Situasi itulah yang mendorong PSG mengajukan permintaan resmi untuk menunda pertandingan.

Namun, Lens menolak mentah-mentah permintaan tersebut dan merespons dengan pernyataan keras.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Soroti Ketidakadilan

Dalam pernyataan resminya, Lens menegaskan bahwa jadwal pertandingan telah ditetapkan sejak awal Maret dan seharusnya dihormati semua pihak.

"Pada 6 Maret, jadwal pertandingan antara Racing Club de Lens dan Paris Saint-Germain telah ditetapkan, membentuk kerangka yang seharusnya dipatuhi semua pihak," tulis Lens.

Lens mengaku sejak awal sudah menyampaikan keberatan terhadap perubahan jadwal, meski memilih tidak mempublikasikannya demi menjaga stabilitas kompetisi.

"Dalam semangat tanggung jawab dan pengendalian diri, Racing Club de Lens sejak awal telah memberi tahu Paris Saint-Germain bahwa kami tidak ingin tanggal ini diubah," lanjut pernyataan tersebut.

 

Alasan Akhirnya Angkat Bicara

Namun, meningkatnya pernyataan publik dan tekanan membuat Lens akhirnya angkat bicara.

"Sekarang tampak ada kecenderungan yang mengkhawatirkan: kompetisi domestik perlahan diperlakukan sebagai variabel yang bisa disesuaikan demi kepentingan Eropa sebagian pihak. Sebuah konsep keadilan olahraga yang sulit ditemukan padanannya di kompetisi besar lain di benua ini.

Lens juga menyoroti dampak langsung jika jadwal diubah. Mereka berpotensi tidak bermain selama 15 hari, lalu harus menjalani pertandingan dengan ritme setiap tiga hari.

"Mengubah tanggal pertandingan ini berarti kami tidak bermain selama 15 hari, lalu menghadapi jadwal padat setiap tiga hari, ritme yang tidak sesuai dengan perencanaan awal maupun kapasitas klub kami," tulis mereka.

Klub juga menyindir kesenjangan kekuatan finansial di liga.

"Apakah klub dengan anggaran terbesar harus diikuti oleh klub lain yang memiliki sumber daya lebih kecil? Ini menyangkut kepentingan yang kini melampaui kompetisi domestik, yang dalam beberapa musim terakhir justru sudah dikurangi bebannya."

 

Hal Fundamental

Lebih jauh, Lens menilai isu ini menyentuh hal fundamental: penghormatan terhadap kompetisi itu sendiri.

"Pertanyaannya lebih mendasar: sejauh mana kompetisi ini dihormati karena wajar untuk bertanya-tanya, ketika di tanah airnya sendiri, kompetisi terkadang tampak terpinggirkan di belakang ambisi lain, betapapun sahnya ambisi tersebut."

Lens menutup pernyataan dengan menegaskan komitmen pada prinsip keadilan dan kejelasan aturan.

"Racing Club de Lens tetap berkomitmen pada keadilan, kejelasan aturan, dan penghormatan terhadap semua pihak. Prinsip sederhana untuk sepak bola Prancis yang jujur dan dihormati."

 

Bisa Jadi Masalah

Saat ini, Lens dijadwalkan menghadapi Lille pada 4 April (5 April WIB), sebelum melawan PSG sepekan kemudian.

Namun, jika permintaan PSG dikabulkan, Lens baru akan kembali bermain pada 19 April saat menghadapi Toulouse, yang berarti ada jeda 15 hari tanpa pertandingan.

Lens saat ini berada di posisi kedua klasemen dengan 59 poin, hanya terpaut satu angka dari PSG. Namun, PSG masih memiliki satu laga tunda dan berpeluang memperlebar jarak menjadi empat poin dengan tujuh pertandingan tersisa.

Sejak musim 2012/13, PSG hanya dua kali gagal menjuarai Ligue 1, menegaskan dominasi mereka di sepak bola Prancis.

Itulah mengapa Lens, runner-up tiga musim lalu, tidak ingin menyerah begitu saja dalam mempertahankan jadwal asli pertandingan melawan PSG.

 

Sumber: Talksport

Video Populer

Foto Populer