Baru Seumur Jagung Berkiprah di Indonesia, Pelatih Persik Sebut BRI Super League Kompetisi Sulit dan Ketat

Pelatih Persik, Marcos Reina, yang pernah berkarier di Liga Meksiko, AS, dan Andorra, menilai BRI Super League merupakan kompetisi yang sulit dan ketat.

Bola.com, Kediri - Marcos Reina adalah satu di antara pelatih asing di BRI Super League 2025/2026. Arsitek tim yang didatangkan Persik Kediri dari Spanyol itu resmi teken kontrak pada 4 Desember 2025. 

Ibarat pepatah baru seumur jagung, begitu pula masa bakti Marcos Reina di sepak bola Indonesia.

Pelatih berusia 41 tahun ini telah menjalani sembilan pertandingan dengan hasil tiga kemenangan, dua seri, dan empat kekalahan. 

Meski begitu, Marcos Reina yang pernah berkarier di Liga Meksiko, AS, dan Andorra ini, menilai Super League merupakan kompetisi yang sulit dan ketat. 

"Saya suka bekerja di kompetisi ketat seperti Super League ini. Ini liga sangat kompetitif. Di mana semua tim bisa menang dan kalah, meski tim itu punya materi pemain bagus. Tak ada tim yang menang dengan mudah, dan, tak ada pula tim yang mudah dikalahkan begitu saja," tuturnya.

Marcos Reina masuk ke Persik menggantikan pelatih asal Malaysia, Ong Kim Swee.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Atmosfer Pertandingan

Dia mengaku tiap hari menyiapkan program latihan dan taktik permainan untuk Ezra Walian dkk. Namun, tiap pekan atmosfer pertandingan selalu berbeda. 

"Tiap pekan kami menghadapi situasi pertandingan berbeda. Ini membuat saya harus berpikir membuat taktik baru. Taktik kami bisa jalan baik, tapi hasilnya kadang tak sesuai ekspektasi. Ya, inilah menariknya sepak bola," katanya.

Marcos Reina menilai banyaknya jumlah pemain asing di Super League punya nilai positif bagi atmosfer kompetisi.

"Pemain asing yang dimiliki klub membuat pemain kompetitif. Saya kira ini membuat pemain lokal bersaing di level tinggi karena mereka harus bersaing dengan pemain asing agar masuk line up," lanjutnya.

Dia juga menyebut pelatih asing yang menukangi klub-klub Super League punya kualitas baik.

"Saya amati tiap tim punya style masing-masing sesuai karakter pelatihnya. Asal negara si pelatih juga mewarnai cara bermain klub itu. Tapi, saya salut dengan pelatih lokal Malut United. Dia (Hendri Susilo) pelatih bagus, karena mampu bersaing dengan pelatih asing dan membawa timnya di papan atas," kata Reina.

Cek Persaingan Terkini

Video Populer

Foto Populer