Cara Pemain Liverpool Menjaga Kekompakan saat Karantina Wabah Virus Corona

oleh Wiwig Prayugi diperbarui 02 Apr 2020, 19:45 WIB
Gelandang Liverpool Naby Keita, Virgil van Dijk dan Joe Gomez merayakan kemenangan timnya atas West Ham pada pertandingan Liga Inggris di Stadion London, Rabu (29/1/2020). Liverpool menang 2-0 atas West Ham dan tetap kokoh di puncak klasemen dengan poin 70. (AP Photo/Frank Augstein)

Bola.com, Liverpool - Bek Liverpool, Virgil van Dijk mengatakan timnya selalu kompak walau sedang menjalani karantina di rumah masing-masing. Seperti mayoritas negara lainnya, pemain Liverpool tidak keluar rumah karena pandemi virus corona.

Bek asal Belanda ini mengatakan, pemain Liverpool menjaga komunikasi melalui WatsApp grup. 

Advertisement

"Obrolan di grup sebenarnya cukup hidup, semua orang berpartisipasi dengan baik di dalamnya. Semua adalah bagian dari tim dan tidak takut untuk mengungkapkan hal-hal lucu," kata Van Dijk, dikutip dari Mirror.

"Setiap orang pada dasarnya melakukan bagian mereka dan senang melihat semua orang berpartisipasi," imbuhnya.

Pemain Liverpool masih menunggu kepastian kelanjutan Premier League. Ini sangat penting bagi mereka karena sebelum liga dihentikan, The Reds tinggal menunggu beberapa pekan lagi untuk menjadi juara.

Selain karantina di rumah, pemain Liverpool juga menjalani latihan mandiri untuk menjaga ketahanan fisik. Dan yang terpenting adalah disiplin dalam melakukan isolasi di tengah wabah virus Corona.

Sementara itu, Liga Premier akan bertemu lagi pada Jumat (3/4/2020) untuk membahas kontrak dan gaji pemain. Saat ini, belum ada kepastia kapan kompetisi akan kembali digelar.

Premier League tidak mau berspekulasi karena situasi di Inggris masih darurat. Hingga Kamis (2/4/2020), ada 29.474 kasus COVID-19 di Inggris, 2,352 di antaranya meninggal dunia.

Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Nasib Gelar Juara

Kiper Sheffield United, Dean Henderson, menahan tembakan striker Liverpool, Sadio Mane, di Anfield, Jumat dini hari WIB (3/1/2020). (AFP/Paul Ellis)

Nasib Premier League musim ini masih belum jelas. Liga telah ditangguhkan akibat pandemi virus corona, paling cepat hingga 30 April. 

Beberapa perwakilan Liga Inggris, Asosiasi Liga Sepak Bola Inggris (EFL), pemain dan pelatih, menggelar diskusi via teleconference pada Rabu (1/4/2020). Namun, lagi-lagi, belum ada keputusan pasti kapan kompetisi kembali bergulir.

Sama seperti kompetisi sepak bola lainnya di dunia, Premier League bisa kembali digelar apabila situasi memungkinkan. Namun, bila sampai 30 April wabah COVID-19 juga belum mereda, Premier League terancam mundur lagi.

Muncul pertanyaan besar, bagaimana bila wabah ini tak kunjung mereda? Apakah musim akan selesai? Akankah Liverpool tetap dinobatkan sebagai juara?

 

Sumber: Mirror

Berita Terkait